TUTUP

Game PS Vita Terbaik 2014!

Jangan lupakan PS Vita!!

Bentar lagi tahun 2015 nih! Nggak terasa kan tahun 2014 sebentar lagi selesai? Selama tahun 2014 ini, apalagi semenjak E3 dan Gamescom, banyak sekali yang beranggapan kalau PS Vita sudah mati. Tapi jangan salah! Karena ada banyak sekali game yang dirilis untuk PS Vita. (Selengkapnya, Baca: PS Vita Mati? Kata Siapa?! Nih +150 Game Baru Untuk PS Vita!). Dari banyaknya game tersebut, manakah yang termasuk 10 terbaik tahun 2014 ini? Duniaku telah mengambil 10 game PS Vita terbaik tahun 2014. Berikut ini gamenya. Oh, dan perlu diingat, game ini tidak ditulis berdasarkan nomor urut. Jadi nomor 1 belum tentu yang terbaik dari 10 game yang ada.



Square Enix pintar sekali mencari uang. Itu faktanya. Meskipun nantinya akan merilis judul-judul baru, seperti FFXV, tetapi mereka juga merilis kembali judul-judul lama. Yang paling trolling tentu saja Final Fantasy VII kemarin. (Baca: Kecewa Trolling Final Fantasy VII PS4, Netizen Bereaksi Keras!). Final Fantasy X / X - 2 juga adalah judul lama yang kembali dirilis, tetapi karena game ini benar-benar bagus dan mampu menimbulkan nostalgia bagi para veteran Final Fantasy game ini masuk dalam jajaran 10 game PS Vita Terbaik 2014. Siapa sih yang nggak suka memainkan best romance Final Fantasy romance ever dengan grafis HD?



Terjebak dalam sebuah pulau terpencil dan bertahan hidup dengan alat seadanya sudah menjadi cerita klasik. Nah, Dangaronpa 2: Goodbye Despair memutar balikkan semua itu. Bukannya terdampar dalam sebuah pulau antah berantah, kamu bersama dengan karakter lainnya akan diajak menuju sebuah pulau Jabberwock yang mewah lengkap dengan fasilitasnya. Menyenangkan? Tidak juga. Yang terlihat normal pada awalnya, berubah 180 derajat. Karakter ikonik Monokuma muncul dan membuat perjalanan yang menyenangkan tersebut menjadi sebuah neraka: kamu harus membunuh karakter lainnya! Nilai plus dalam game ini tentu saja bagaimana cerita dibangun, perasaan tidak nyaman, ketakutan, dan nilai-nilai kebenaran ditampilkan dengan apik. Tertarik untuk bermain?



Apa yang ada dalam pikiranmu ketika mendengar nama dari tokoh-tokoh dongeng seperti Cinderella atau Hansel &  Gretel? Pasti sesosok manusia normal bukan? Well, Soul Sacrifice Delta memutarbalikkan semua itu. Yep, dalam game action ini  ini semua hal berbau dongeng fantasy diputar balikkan. Yang semula indah penuh warna, menjadi monster-monster mengerikan berukuran raksasa. Kamu pasti akan terkejut ketika melihat cinderella menjadi sebuah... umm... kelabang?



Dunia dongeng memang tidak ada habisnya untuk dibuat sebagai video game. Child of Light bercerita tentang Aurora, putri dari bangsawan Austria yang karena suatu hal, berpindah menuju Lemuria. Disana, dia menyadari bahwa takdirnya adalah mendapatkan kembali matahari, bulan, dan bintang dari seorang ratu jahat. Tentu saja Aurora mulanya ragu untuk melakukan tugasnya tersebut. Dia hanya ingin kembali kesisi ayahnya di Austria. Nah, disinilah nilai plus Child of Light ini. Pengembangan karakter dan cerita berjalan dengan apik, ditambah dengan visual yang sedap dipandang. Battle-nya juga seru melawan monster-monster dalam dunia fantasy, mulai dari yang berukuran kecil, hingga raksasa.



Bagi kamu yang belum tahu Disgaea 4: A Promise Revisited adalah versi port dari Disgaea 4: A Promise Unforgotten untuk PS Vita. Meskipun begitu, banyak sekali konten baru yang tidak kalah menarik yang bisa kamu temukan dalam game ini. Konten cerita, jenis magic, dan item baru akan membuatmu ingin memainkan game ini. Selain itu kamu juga bisa meng-custom weapon-mu untuk mengubah penampilannya. Hal yang paling menantang dalam Disgaea 4: A Promise Revisited adalah banyaknya fitur yang tersedia sehingga kamu pasti akan membutuhkan ratusan jam untuk menjelajahi semua fiturnya.



Tales of Heart memiliki semua hal yang kamu definiskan sebagai 'game yang menarik'. Sebuah J-RPG klasik yang tidak klasik (bingung kan?). Gameplay-nya menyenangkan dan dinamis, story-nya solid menyatu dengan karakter-karakter yang ada, dan tingkat kesulitannya pun sepadan dengan usaha yang kamu keluarkan ketika bermain. Tidak ada yang bisa tidak disukai dari Tales of Heart R.



Game RPG lainnya masuk ke dalam list ini -lebih tepatnya game ini bergenre Action-RPG. Freedom Wars mengambil setting di “Panopticon,” sebuah kota di masa depan dengan keadaan yang sudah kacau dengan kekerasan terjadi dimana-mana. Story Freedom Wars sendiri bisa dibilang menarik. Mengangkat tema masalah ledakan penduduk, sebuah solusi ekstrim dilakukan untuk menekannya: setiap orang yang ditemukan melakukan tindak kriminal langsung dianggap bersalah, tidak peduli apakah mereka memang bersalah atau tidak, dan dipaksa bertarung dengan monster raksasa sebagai hukumani. Monster yang dikenal sebgaai “Abductors” (disebut demikian karena mereka menangkap penduduk), akan mengurangi tingkat kriminal orang yang dianggap bersalah tadi. Panopticon memiliki Abductor buatannya sendiri, yang nanti digunakan sebagai senjata melawan Abductor yang lain.



Omega Force memang identik dengan serial Warriors-nya, namun mereka juga dianggap paling ahli dalam mengembangkan game ber-gameplay hack-and-slash. Mencoba peruntungan mengeksplorasi genre action yang lain, bersama Tecmo Koei Mereka mengeluarkan Toukiden: The Age of Demons untuk PS Vita. Dan di luar dugaan, game yang juga dirilis di Amerika Utara sejak Februari 2014 lalu tersebut berhasil menjadi game dengan angka penjualan tertinggi untuk PS Vita di Jepang. Toukiden: Age of Demons sendiri bersetting di abad pertengahan dengan nuansa Jepang dimana banyak monster yang disebut Oni berkeliaran.



Sebuah sekuel dari seri Borderlands yang terkenal: Borderlands 2. Mengambil setting 5 tahun setelah Borderlands pertama. Game ini sendiri tidak kalah bagus dengan game pendahulunya baik dalam segi gameplay maupun story. Khusus untuk story, lebih fun disini karena banyak berisikan jokes yang renyah. Sayangnya saat combat yang melibatkan orang banyak, framerate-nya menjadi lebih lambat.



Sebuah game episodic buatan Telltale Games, The Wolf Among Us. Game ini sendiri merupakan adaptasi dari komik berjudul Fables dan mengambil setting di sebuah kota fiksi di New York bernama Fabletown. Grafis tentu saja tidak usah dipertanyakan, karena memang benar-benar bagus dan unik menggunakan style cel shading. Yang paling menarik dari The Wolf Among Us adalah fitur interaktifnya, dimana kamu akan berperan sebagai Bigsby Wolf dan semua yang kamu lakukan akan mempengaruhi jalan ceritanya.