TUTUP

Ultralist: 10 Crossover Nintendo yang Seharusnya Menjadi Kenyataan

Dua bulan lalu, dalam event Nintendo Direct, kita banyak terkejutkan dengan konfirmasi sebuah kolaborasi antara serial Shin Megami Tensei dengan Fire Emblem yang sedang dikembangkan untuk konsol NIntendo. Presiden Nintendo, Satoru Iwata, mengatakan kolaborasi lainnya akan segera diumumkan ke depannya. Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan kolaborasi yang seharusnya dijadikan nyata oleh Nintendo.

Dua bulan lalu, dalam event Nintendo Direct, kita banyak terkejutkan dengan konfirmasi sebuah kolaborasi antara serial Shin Megami Tensei dengan Fire Emblem yang sedang dikembangkan untuk konsol NIntendo. Presiden Nintendo, Satoru Iwata, mengatakan kolaborasi lainnya akan segera diumumkan ke depannya. Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan kolaborasi yang seharusnya dijadikan nyata oleh Nintendo. 10. Phantasy Star X Xenoblade Serial X milik Monolith Soft berpindah-pindah dari satu publisher ke publisher yang lain, tapi sepertinya sekarang serial tersebut sudah nyaman di Nintendo. Dimulai dengan Xenoblade Chronicles yang meledak di pasaran, sehingga Nintendo memberikan lampu hijau yang memungkinkan game tersebut mendapatkan sekuel. Di lain sisi, Sega kembali menggebrak dengan perilisan Phantasy Star Online 2 yang juga meledak terutama di Jepang, dan akan segera menyusul versi US-nya. Kedua serial tersebut berhasil memadukan elemen fantasi dan sci-fi dengan sempurna, sehingga menggabungkannya dapat membuat dunia yang jauh lebih besar. Untuk gameplay-nya, mungkin tetap bertahan dengan genre action RPG yang dibawa oleh serial Phantasy Star.  Bisa kamu bayangkan melawan monster-monster boss berukuran raksasa dalam serial Phantasy Star menggunakan mecha besar seperti yang kita lihat di trailer terbaru serial X milik Monolith Soft? Benar-benar menjadi impian para penggemar action RPG bertema sci-fi dan memiliki mecha di dalamnya.9. Project X Zone Plus 3DS sekarang sudah menjadi primadona bagi game-game papan atas, dan tidak ketinggalan beragam judul RPG dirilis untuk handheld tersebut. Salah satunya adalah Project X Zone yang akan dibawa ke pasar barat oleh Namco Bandai Games America. Seperti yang kita tahu, Project X Zone adalah sebuah strategy RPG yang membawa beragam karakter dari game-game tiga developer ternama, yakni Namco Bandai, Capcom, dan Sega. Dengan menambahkan para karakter dari milik Nintendo, sudah pasti akan menambahkan roster karakternya ke tingkat yang lebih tinggi. Tentu gameplay-nya tetap sama yakni strategy RPG, dengan konten yang lebih kaya terutama dari sisi karakter playable-nya. Tapi tentu saja penambahan karakter ini tidak sembarangan, alangkah lebih bijak jika Nintendo menambahkan karakter bergaya realistis di proyek ini, mengingat roster karakter yang ada di Project X Zone hampir kebanyakan adalah para karakter realistis. Melihat Samus, Marth, Pit, atau Captain Falcon bertarung bersama Ryu, Chris Redfield, Kurt Irving, atau Jin Kazama pasti akan membuatnya semakin menarik. 8. Puyo Puyo X Dr. Mario Dr. Mario adalah salah satu judul puzzle terbaik Nintendo di masanya dulu, tapi di luar eShop dan beberapa port Virtual Arcade, Mario tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Di lain sisi, Puyo Puyo (atau Puyo Pop) milik Sega sudah menjadi icon puzzle selama lebih dari 20 tahun. Kedua serial ini sama-sama menghadirkan elemen warna-warni sebagai balok-balok puzzle, dan penggabungan keduanya akan menyegarkan kedua serial tersebut. Untuk gameplay-nya, masing-masing serial memiliki konsep gameplay tersendiri, sehingga memadukannya begitu saja takkan semudah tu. Mungkin para virus di Dr. Mario diganti dengan para Puyo. Atau mungkin penggabungan plot ceritanya, di mana virus-virus yang ada di Dr. Mario menginfeksi dan mengubah para Puyo menjadi makhluk hibrida unik, dan gameplay-nya juga berubah. Konsep yang cukup menarik bukan? 7. Lego Nintendo Lego sudah menjadi suatu franchise yang besar di pasar barat, dan Nintendo menyadari hal tersebut. Karena itu mereka merilis game eksklusif untuk Wii U berbasis Lego, yakni Lego City Undercover. Produk Lego sendiri sudah brekolaborasi dengan Harry Potter, Marvel Comics, Lord of the Rings, hingga Star Wars. Tidak menutup kemungkinan bukan kalau nantinya Nintendo yang berkolaborasi dengan Lego? Gameplay-nya mungkin mengambil action platforming dengan setting dunia terbuka persis seperti Lego City Undercover. Tapi mungkin bagian tersusahnya adalah menentukan judul Nintendo mana yang akan dibuatkan versi Lego-nya. Mungkin saja Nintendo membuat game baru dengan tokoh Mario atau dari serial Zelda dalam bentuk Lego. Tapi bukan Nintendo namanya kalau tidak membuat yang inovatif. Bisa jadi Nintendo membuat game sepertiNintendoLand dan membuat semua judul-judul klasik di dalamnya dalam bentuk Lego. LEGO Kirby, Lego Pikmin, Lego Metroid? Sepertinya menarik kalau benar-benar diwujudkan. 6. Taiko Drum Master X Rhythm Heaven Nintendo sebelumnya pernah bekerja sama dengan game rhythm arcade milik Namco, ya apalagi kalau bukan dengan serial Taiko Drum Master. Apa jadinya kalau serial tersebut dipadu dengan game-game milik Nintendo sendiri? Bukan lagi sekedar cameo karakter-karakternya saja, tapi benar-benar memadukan Taiko Drum Master dengan game milik Nintendo. Semisal Rhyhtm Heaven yang dirilis untuk NDS. Gameplay-nya sendiri tetap sama, mengusung genre rhythm dengan menghadirkan musik-musik singkat, ringan, tapi enak didengar persis seperti di Rhythm Heaven, hanya saja metode inputnya diganti dengan drum khas dari serial Taiko. Kolaborasi ini mungkin saja menggabungkan kedua style art berbeda dipadu dengan skenario aneh yang bisa jadi malah menarik. Serta opsi untuk bisa memainkannya menggunakan Wii U GamePad, sehingga kesan menabuh drum tetap terasa. 5. Gundam X Star Fox Mesin arcade memang sudah tidak terdengar kabarnya di US, tapi beda halnya dengan di Jepang yang tetap merilis game-game arcade baru tiap tahunnya. Salah satunya yang sekarang sedang digandrungi adalah Gundam Vs., menghadirkan banyak karakter dari serial Gundam ke dalam mesin kabinet arcade dengan gameplay penuh aksi milik Namco Bandai. Dipadu dengan serial Star Fox milik Nintendo yang juga menghadirkan tema peperangan luar angkasa, bukan tidak mungkin kolaborasi tersebut membius penggemar serial Gundam maupun Star Fox. Gameplay-nya mungkin yang paling baik adalah gabungan third person shooter dengan rail shooter, mirip dengan Kid Icarus: Uprising. Separuh awal permainan kita mengendalikan Fox dan kawan-kawannya menggunakan Arwing untuk berpartisipasi dalam pertarungan luar angkasa yang masif. Separuh permainan berikutnya, para Arwing tersebut bergabung menjadi Gundam, melumat habis Gundam milik musuh. Sepertinya menarik ya. 4. Castlevania X Kid Icarus Agenda Konami saat ini untuk serial Castlevania adalah mengubahnya menjadi lebih modern, sehingga konsep-konsep aneh di judul-judul sebelumnya berubah. Castlevania: Lords of Shadow adalah contohnya, dengan gameplay penuh aksi, grafis 3D, tapi tetap menampilkan unsur elemen gameplay klasik khas Castlevania. Mungkin Nintendo bisa membawa kembali kesan petualangan besar yang kita nikmati di NES maupun SNES dengan bantuan dari Kid Icarus. Baik serial Castlevania maupun Kid Icarus sama-sama dinilai sukses melakukan gebrakan, dengan mengubah gameplay dari 2D action platformer menjadi 3D action platformer, atau ya setidaknya 2.5D seperti Castlevania: Lords of Shadow – Mirror of Fate. Gameplay-nya tetap sama, dengan skenario yang menggabungkan Simon Belmont dan bekerja sama dengan Pit untuk menghentikan aksi jahat Dracula dan Medusa. Game ini menampilkan kedua karakter menjelajahi kastil-kastil yang memadukan arsitektur bernuansa gothic dan Yunani, mengalahkan para zombie dan Eggplant Wizard yang berusaha menghentikan perjalananmu. 3. Kingdom Hearts: Nintendo Mungkin menjadi satu-satunya proyek yang banyak diidam-idamkan para RPG-er, yakni serial Kingdom Hearts yang merambah franchise milik Nintendo. Jika selama ini kita hanya melihat para tokoh Square Enix dan Disney di serial tersebut, penambahan karakter Nintendo pasti akan menarik. KH pertama sudah menjadi bukti nyata bahwa sebuah kolaborasi dua dunia yang berbeda bisa menjadi mainstream tak peduli seberapa uniknya gabungan kedua dunia tersebut. Meski KH memulai dari PS2, namun beberapa spin-off dirilis untuk handheld Nintendo, termasuk yang dirilis tahun lalu untuk 3DS adalah KH 3D. Bila benar Nintendo bisa menjadi pihak tambahan yang diajak berkolaborasi, tentu dunia yang dijelajahi dalam serial KH benar-benar meluas dan menjadi jauh lebih besar. Untuk masalah gameplay, sepertinya banyak yang mendambakan gameplay khas penuh aksi seperti di KH pertama dulu, atau setidaknya KH II. Tidak lagi menggabung-gabungkan dengan unsur pertarungan kartu atau mengoleksi beragam monster (Dream Eater). Melihat Sora, Donald, dan Goofy melompat-lompat di Mushroom Kingdom, atau mengendarai Gummi Ship di samping Arwing dan pesawat milik Samus, atau pertarungan epik antara Link dan Riku. Benar-benar menarik bukan? 2. Shin Megami Tensei X Fire Emblem Pertama kali mendengar SMT x FE, hal pertama yang terlintas di pikiran adalah sebuah strategy-RPG. Tidak salah, mengingat genre FE yang memang dari awal adalah strategy-RPG, dan beberapa judul dari franchise SMT juga memiliki genre yang sama (sebut saja Devil Survivor). Mungkin menjadi sebuah strategy-RPG di mana kita bisa merekrut dan membentuk anggota party dari kedua serial tersebut, untuk melawan para demon, penyihir, atau apapun itu. Tentu butuh ide yang benar-benar kreatif untuk bisa memadukan dua serial ini. Mungkin saja semua karakter SMT entah bagaimana caranya tiba-tiba terkirim ke dunia FE. Awalnya para karakter saling beradu argumen dan cekcok, tapi kemudian mereka mengetahui bahwa mereka menghadapi musuh yang sama. Dan akhirnya mereka pun menggabungkan kekuatan sembari mencari cara untuk kembali ke dunianya sendiri. Tapi karakter siapa saja yang akan kita pakai nantinya di SMT x FE ini? Pastinya kalau dari sisi FE kita mengharapkan para karakter yang sudah memiliki pamor alias para protagonisnya, seperti Marth, Roy, Ike, Lynn, atau Eliwood. Atau mungkin para karakter dengan kelas Pegasus Knight karena tampilannya yang keren? Dari sisi SMT, kita akan melihat para pelajar SMA (protagonis serial Persona), demon (pastinya dong), dewa-dewi, Igor dengan hidung dan cara bicaranya yang khas, atau bisa jadi para karakter yang selama ini tidak terlalu terekspos dalam game-nya sendiri. Bagaimana kalau ternyata SMT x FE bukanlah strategy-RPG? Bagaimana kalau ternyata game-nya adalah sebuah dungeon crawler untuk para hardcore? Visual novel? Simulasi mengubah-ubah gaya pakaian karakter yang menampilkan Naoto dan Marth sebagai tokoh utama? Sebuah game edutainment berjudul Kanji & Krew yang memungkinkanmu untuk menjelajahi dunia FE, melawan segala bentuk kejahatan dan memberi penyuluhan tentang bahaya obat-obat terlarang? Atau mungkin game fighting dengan para karakter Persona? Ups, yang terakhir ini sudah ada ya hehe. Atau mungkin sebuah RPG di mana para karakter SMT memanggil karakter FE sebagai demon mereka? Atau game sepakbola dengan anggota tim dari masing-masing kubu? Bagaimana kalau semua karakter FE dipaksa untuk melakukan petualangan ke daerah bawah tanah Jepang sambil menyelidiki misteri tentang demon namun tetap pergi ke sekolah? Semua kemungkinan tersebut bisa saja terjadi. 1. Monster Hunter X Pokemon Saat ini mungkin bukan hal yang aneh melihat orang-orang di Jepang berkumpul untuk bermain Monster Hunter (MH) bersama-sama via ad-hoc. Semakin bertumbuhnya serial tersebut, salah satu ikonnya yakni kucing imut Felyne pun lambat laun dianggap sebagai maskot serial MH. Lantas bagaimana dengan Nintendo? Jangan lupakan makhluk imut berwarna kuning yang sanggup melepaskan sengatan listrik dari Pokemon. Ya siapa lagi kalau bukan Pikachu. Kedua makhluk tersebut sama-sama imut, menggemaskan, dan kolaborasi mereka berdua akan mengantarkan Capcom dan Nintendo semakin melejit namanya. Kolaborasi dua maskot ini bisa dalam bentuk apa saja, tak terbatas game mungkin. Seperti beragam merchandise (mainan, pakaian, perlengkapan makan) yang membanjiri toko-toko hobi di Jepang dengan menampilkan Felyne dan Pikachu berdampingan, tentu bukan hal yang aneh. Atau mungkin kumpulan beragam mini-game yang menghadirkan mereka berdua sebagai maskotnya. Ide unik lain yang melintas di pikiran saya adalah membawa partner Pokemon untuk memburu para monster di serial MH. Mereka juga bisa berevolusi seperti halnya serial Pokemon, yang dapat membantu dengan serangan-serangan mereka. Asyik bukan? [ Sumber : Games Radar ]