TUTUP

Cerita Dota 2: Asal Mula War of the Ancients

Kenapa Bumi jadi terbagi antara Dire dan Radiant? Mengapa Hero berperang dalam War of the Ancients? Temukan jawabannya di sini!

Dota 2 dipenuhi berbagai macam misteri. Selain serunya gameplay yang ditawarkan serta bervariasinya hero yang dapat kita mainkan, Dota 2 juga menawarkan lore atau cerita yang menarik untuk disajikan. Pada bagian pertama ini, Duniaku.net akan menyajikan cerita Dota 2, asal mula War of the Ancients yang terjadi jutaan tahun sebelum hero-hero yang kita kenal saat ini lahir. Yuk disimak! [read_more id="283922"] [page_break no="1" title="Kemunculan Mad Moon, Penjara Khayangan"] War of the Ancients pada Dota 2 bukan dimulai dari sesuatu yang sederhana, namun datang dari konflik jutaan tahun antara jiwa-jiwa Ancients di khayangan. Jiwa yang berasal dari dunia lain ini tanpa sengaja masuk ke Bumi, menebarkan permusuhan dan perang. Saat Bumi masih dalam masa pembentukannya, sebuah benda berbentuk bulan terbang mendekati dan mengelilinginya. Bulan tersebut bukanlah bulan yang kita kenal hari ini, melainkan Mad Moon (bahasa Indonesia: "Bulan Gila"). Mad Moon bukan terbentuk dari bebatuan, melainkan sejenis kristal yang kilaunya mengalahkan mentari,. Kristal dan kilau cahaya ini berasal dari jiwa-jiwa Ancients yang terpenjara dari konflik di khayangan. Konflik berkepanjangan tersebut mengakibatkan Primodials, pencipta dunia, marah dan mengurung semua yang bertikai. Penjara kristal tersebut kemudian ditendang Primodials untuk menjelajah angkasa selama-lamanya, hingga tanpa sengaja masuk gravitasi Bumi. [page_break no="2" title="Pecahnya Mad Moon dan Kebangkitan The Ancients"] Setelah berjuta-juta tahun lamanya, Bumi mulai ditinggali makhluk-makhluk cerdas yang berjalan di atasnya. Mad Moon terus berputar mengelilingi Bumi, namun karena kekuatan gravitasi Bumi, sihir yang memenjarakan para Ancients akhirnya mulai goyah dan melemah. Yang awalnya retakan kecil di Mad Moon, kemudian membesar hingga akhirnya di satu malam Mad Moon pecah berkeping-keping, menciptakan langit yang berkilau terang menyilaukan. Sebagian besar kepingan itu hancur terbakar atmosfer Bumi, namun sebagian lainnya bertahan dan jatuh ke tanah, menjadi bebatuan langka atau mengkristal. Namun selain ledakan besar itu, tak terjadi apa pun selama jutaan tahun. Meledaknya Mad Moon akhirnya menjadi mitos dan dianggap dongeng. Pecahan-pecahan Mad Moon yang berserakan di Bumi, sudah tertutup tumbuhan dan bebatuan lainnya. Tersembunyi dan tak terungkap. Namun di dalamnya, jiwa-jiwa Ancients yang tadinya terkekang mulai mencari bentuk.

Apa yang terjadi setelah Mad Moon jatuh ke tanah? Lanjut ke halaman 2!

[page_break no="3" title="Perebutan Pengaruh antara Radiant dan Dire"] Batu-batu yang bertebaran tersebut mulai mengusai jiwa dan pikiran siapa pun yang berada di dekatnya, baik manusia atau pun hewan yang tak sengaja memakannya. Mereka yang terpengaruh mulai membangun kuil-kuil untuk menghormati batu-batu tersebut. Mereka juga menemukan cara untuk memanfaatkan sihir yang dimiliki pecahan Mad Moon. Manusia biasa kini memiliki energi kinetik, perlindungan mana, bahkan bisa menghidupkan mereka yang telah mati. Pecahan-pecahan itu juga memberikan efek yang berbeda, tergantung dari bagian mana ia berasal. Pecahan yang berasal dari Radiant akan memberikan pancaran cerah kepada mereka yang memuja dan memanfaatkannya. Sementara pecahan dari Dire memberikan pancaran suram, tampak beracun, dan misterus. [page_break no="4" title="Terpancingnya Hero Dari Seluruh Dunia untuk Ikut Berperang"] Kedua elemen ini, Radiant dan Dire, bersifat seperti minyak dan Air, tak bisa bersatu. Ini akhirnya membawa konflik lama di khayangan ke Bumi. Para pemuja Radiant bergerak menyerang Dire, begitu pula dengan pemuja Dire yang berbondong-bondong maju bertempur. Pertempuran ini kemudian dikenal sebagai War of the Ancients. War of the Ancients memancing hero dari seluruh dunia untuk datang bertempur; sebagian mencari nama, sebagian mencari harta, dan sebagian lain mencari kebajikan; tanpa menyadari bahwa sebenarnya mereka semua berada dalam pengaruh sihir jahat yang memecah belah persatuan Bumi dan memancing kesengsaraan di dalamnya. Diedit oleh Febrianto Nur Anwari