TUTUP

Cerita Hero Dota 2: Lina dan Rylai, Dua Saudari Penyihir Elemen yang Nggak Pernah Akur

Dua Hero Dota 2 ini, Lina dan Rylai, adalah penyihir yang selalu berantem! Ada apa di balik persaingan mereka berdua? Mari simak pembahasan Lore Dota 2 Duniaku.net kali ini!

Sumber: Deviantart[/caption]

Lore Dota 2 kali ini akan membahas cerita Hero Dota 2 Lina dan Rylai; Lina the Slayer, sang penyihir api yang diberkahi kekuatan memanipulasi api sejak ia lahir dan Rylai the Crystal Maiden yang memiliki kekuatan bertolak belakang. Yok kita simak ceritanya lewat lore Dota 2 kali ini!

[read_more id="282755"] Lina the Slayer, adalah penyihir api yang terkenal memiliki persaingan sengit dengan saudara kandungnya sendiri, yaitu dengan sang adik perempuan Rylai the Crystal Maiden. Persaingan antar saudara tersebut bahkan sudah melegenda di tanah kelahiran mereka. Dalam persaingan tersebut Lina bisa dibilang selalu lebih unggul karena sifat yang cerdik mengarah ke licik berkat sifat elemen api miliknya, sementara sang Crystal Maiden cenderung tunduk karena sifatnya yang jujur dan cenderung mengarah ke polos berkat sifat elemen es miliknya. Sumber: Dota2HQ.eu[/caption] [duniaku_adsense] Kedua orang tuanya benar-benar jengkel dengan dua saudara yang sangat tak akur ini. Orang tua mereka bahkan kehilangan hampir setengah lusin rumah dan pekarangannya karena pertengkaran dua saudara ini, yang satu karena api, yang lain karena es. Sampai akhirnya mereka tersadar, satu-satunya solusi terbaik adalah dengan memisahkan dua bersaudara tersebut. Lina akhirnya dipindahkan jauh ke selatan untuk tinggal dengan bibinya yang penyabar. Mereka tinggal di gurun pasir yang amat panas, Desert of Misrule, tempat dengan iklim yang terbukti amat nyaman bagi Lina the Slayer. Kedatangannya bahkan disambut baik dan begitu berkesan bagi para penduduk lokal. Lina pun menjadi amat bangga dan percaya diri di tempat tinggalnya yang baru. Sejak saat itu tak ada siapapun yang bisa menghentikan kobaran api miliknya. Nah, ternyata Lina dan Rylai itu bersaudara, namun saling bermusuhan karena punya dua elemen yang berbeda. Lina sang penyihir Api memang bisa dibilang sangat berbakat, tetapi juga sangat mengerikan. Semenjak kecil ia sudah berseteru dengan saudara perempuannya, Rylai the Crystal Maiden. [duniaku_baca_juga]

Lalu bagaimanakah kisah sang penyihir es sendiri? Langsung saja lanjut ke halaman 2!

Lina Dibuang Ke Gurun, Lalu Nasib Rylai?

Sumber: Picky Wallpapers[/caption] Perseteruan dua penyihir ini bisa dibilang menjengkelkan banyak orang, terutama orang tuanya. Sampai-sampai orang tuanya harus rela kehilangan enam rumah beserta pekarangannya karena sihir api dan es mereka. Ketika orang tua mereka putuskan untuk pisahkan mereka berdua, Rylai pun dibuang ke daerah utara, Icewrack. Jika Lina diasuh oleh Bibinya, Rylai diasuh oleh seorang penyihir es kenamaan yang membuat sebuah tempat pertapaan di puncak Bluehart Glacier. Penyihir es ini menjadi pelatih Rylai selama beberapa waktu, sampai sang penyihir merasa Rylai sudah cocok untuk menggantikannya. Ketika mencapai masa itu, sang Penyihir pun turun dari pertapaannya untuk hibernasi selama ribuan tahun ke depan. Semenjak saat itu Rylai pun menjadi sang Crystal Maiden, kemampuan sihir es miliknya semakin mendalam dan menjadi penyihir es terhebat seantero Icewrack. [read_more id="284759"]

Kisah Lucu Pertengkaran Kakak Beradik Api dan Es

Sumber: Deviantart[/caption] [duniaku_adsense] Meski saling bertengkar, namun sifat mereka yang saling bertolak belakang justru membuat sebuah kelucuan tersendiri. Salah satunya ketika kamu menggunakan Lina dan Rylai secara bersamaan, akan muncul respon-respon unik tersendiri. Beberapa di antaranya seperti.
Rylai: See if you can keep up, sis!
Respon yang memberi kesan bagaimana meski berada dalam satu fraksi, kedua bersaudara tersebut tetap miliki hubungan frienemies. Alhasil mereka pun seperti saling bersaing, dan Rylai ingin melihat apakah Lina bisa mengikuti tempo pertarungan dari Rylai. Respon unik lain datang dari Lina:
Lina: Come on, sis, let's get this over with.
Lina dengan sifat yang lebih egois dan dingin dibanding Rylai, tampak tak semangat ketika ia harus bertarung bersama Rylai. Lewat respon tersebut, Lina seakan ingin mengajak adiknya untuk sesegera mungkin selesaikan Battle of the Ancients. Melihat sikap dan sifatnya dua kakak beradik ini juga menjadi keunikan tersendiri. Lina dengan elemen api malah cenderung terlihat bersikap dingin dan kejam, sementara Rylai dengan elemen es malah bersikap periang, dan bersemangat. Kisah pertengkaran dua kakak beradik ini sepertinya memang tak ada habisnya yah! [duniaku_baca_juga] Pertama kali dipublikasikan di DuniaGames. Diedit oleh Febrianto Nur Anwari