TUTUP

[Game On] Apakah Ada Pasar untuk OUYA?

Dalam artikel Game On pertama kali ini, saya membahas tentang OUYA. Apakah ada pasar untuk OUYA, dan bagaimana posisinya di mata gamer? Simak selengkapnya di dalam!

Salam gamer, Citizen! Saya Marvel Sutantio, mulai sekarang mengisi rubrik Game On dengan pengalaman, analisa dan pendapat saya seputar dunia game. Mulai dari game-game Limited atau Collector's Edition yang saya miliki, hands on impression untuk game-game atau console terbaru, menggali game lebih dalam lagi, hingga perkembangan dari industri game itu sendiri. Seperti yang diberitakan sebelumnya , artikel pertama saya akan membahas seputar console OUYA yang sudah mulai didistribusikan untuk para backer di Kickstarter. Nama OUYA yang muncul tahun kemarin cukup membuat heboh dunia game. Bagaimana tidak? Console berbasis Android yang dibandrol hanya $99 dolar ini memberikan kesempatan untuk developer dan programmer game independen untuk mendistribusikan game karya mereka, tanpa biaya besar untuk lisensi atau birokrasi lainnya. Di atas kertas, konsep ini sangat bagus, terlalu bagus malah, sehingga banyak yang menganggap kalau OUYA itu hanya hoax. Tapi pada kenyataanya developer console ini benar-benar serius, begitu pula para pendukungnya. Sehingga pengumpulan dana melalui project Kickstarter untuk OUYA berhasil meraup $8,596,474, sembilan kali lipat dari target awalnya.  Keseriusan itu pulalah yang membuahkan hasil, didistribusikannya 1200 developer kit OUYA, 28 Desember 2012 kemarin. Sekarang, kita sebagai gamer hanya bisa menunggu para developer membuat game mereka, hingga peluncuran resminya, tanggal 28 Maret kemarin ini untuk para pendukung di Kickstarter dan Juni 2013 mendatang, ketika dijual secara resmi. Tampilan terkini console OUYA.[/caption] Walaupun tidak perlu diragukan kalau tim Boxer8 akan kembali berhasil memenuhi tenggat waktu dan kuota pemesanan kloter pertama OUYA, tidak bisa dipungkiri pula kalau ekosistem baru yang diciptakan OUYA ini menimbulkan sejumlah pertanyaan besar yang layak kita pertimbangkan. Bagaimana positioning OUYA di mata gamer? Lanjut ke halaman 2. 1. Apa positioning OUYA untuk gamer? Untuk siapa?[/caption] Dalam dunia produk dan konsumsi ada yang namanya positioning, atau lebih tepat disebut peran. Dari awal, OUYA ingin menempatkan diri dalam segmen tersendiri, sebagai platform “sandbox” bagi siapa saja yang ingin menjadi developer game. Tapi untuk yang benar-benar cuma ingin main game, untuk gamer, keadaannya lebih kompleks dari itu.  “Hardcore” gamer atau yang hobinya bermain game tidak akan mendapatkan hiburan setingkat home console lainnya. Apalagi dengan sudah adanya console generasi baru seperti Wii U, serta Xbox 720 (dengan codename Kryptos) dan Playstation 4 (dengan codename Thebes) yang kemungkinan akan diluncurkan dalam tahun ini. Gamer kasual, atau mereka yang bermain game karena mudah dipelajari dan dimainkan (seperti mayoritas mereka yang dulu tertarik membeli dan memainkan Wii) akan melihat ini sebagai console game yang sangat terjangkau untuk anak, atau diberikan sebagai hadiah. Tapi kecil kemungkinan akan punya minat bermain sendiri berhubung controller dan gamenya lebih ditujukkan untuk mereka yang "hardcore" gamer. Hal ini sudah tercermin dari image dan design OUYA itu sendiri. Mobile gamer, atau mereka yang terbiasa bermain di iOS dan terutama Android, akan cukup tertarik. Karena selain sama-sama berbasis Android, tipe-tipe gamenya akan mirip. Harga game dan sistem freemium atau free to play nya pun akan mirip. Tapi untuk yang sudah punya dan terbiasa bermain di tablet atau smartphone akan merasa lebih “dibatasi” kebebasan bergeraknya, berhubung harus bermain di TV. Dan tidak bisa dipungkiri, jumlah aplikasi di iTunes App Store atau Google Play store akan jauh lebih banyak, jauh lebih up to date. Jadi, secara positioning dan identitas, OUYA cukup mengambang. Tidak benar-benar masuk sepenuhnya untuk ketiga kategori gamer yang ada. Pada akhirnya, hal itu akan pelan-pelan dibentuk, dan akhirnya ditentukan oleh masyarakat sendiri, melalui game dan aplikasi yang dibuat para developer, serta mod atau hack inovatif dari para modder. Selain pasar, ada tantangan dari segi teknis yang cukup vital pula yang bisa kamu temukan di halaman selanjutnya. 2. Bagaimanakah quality control & sekuriti server OUYA? iTunes Store, Google Play Store, PSN Store, Xbox Live Marketplace, Nintendo eShop, satu kesamaan, bahkan kewajiban dari semua produsen game atau gadget, yaitu adanya toko online yang solid untuk membeli aplikasi, game, downloadable content, video, wallpaper, atau konten digital lainnya. Walaupun sama-sama berbasis Android, tapi OUYA tidak menggunakan Google Play Store, melainkan sistem sendiri, yaitu OUYA Store.  Hal ini cukup mengundang kekhawatiran, berhubung masih belum diketahui seberapa ketatnya quality control & sistem keamanan servernya. Kejadian dihacknya PSN Network tahun 2011 yang lalu membuktikan bahwa server dan network dari perusahaan sebesar Sony saja masih rentan. Dan perlu diingat hardware OUYA memang didesain mudah di-mod dan di-hack untuk keperluan pengembangan game. Satu peristiwa tak terlupakan.[/caption] Kekhawatiran kedua terletak pada quality control. Platform sebesar iTunes App Store saja pernah beberapa kali mengalami slip-up dengan memberi lampu hijau, serta mendistribusikan game-game yang tidak berfungsi sesuai infonya, tidak resmi, seperti Pokemon, sampai yang jelas-jelas plagiat meniru game lain (Mario Bros merupakan game yang paling banyak dijiplak). Walaupun segera diturunkan, hal ini membuktikan quality control Apple yang terkenal sulit dan ketat itu masih jauh dari sempurna. Nah, bagaimana dengan OUYA Store, dimana developer kecil dapat membuat game dan mendistribusikannya dengan jauh lebih mudah lagi? Secara finansial Boxer8 jelas tidak sekuat Apple, Google, Sony dan Microsoft. Berdasarkan semua fakta diatas, kita hanya bisa menunggu & menebak-nebak, bagaimana cara mereka mengakali, atau mencari jalan keluar dalam membuat sistem quality control dan server yang aman. Lanjut ke halaman 4 untuk mengetahui bagaimana ekspektasi orang akan home console di era sekarang. 3. Bagaimana pandangan & ekspektasi orang akan home console gaming, terutama di era sekarang. Seperti yang dibicarakan sebelumnya, pasar console rumahan akan berubah dengan adanya Xbox 720 dan Playstation 4. Wii U sudah memulai perubahan tersebut dengan Game Pad-nya, Xbox 720 pun dapat melakukannya melalui teknologi pengenalan yang lebih canggih dari Kinect Baru. IlumiRoom sudah menunjukkan potensi tersebut. Untuk tetap kompetitif, Playstation 4 pun harus memiliki senjata rahasia yang dapat mengubah cara kita bermain.Adakah tempat untuk console rumahan yang “standar” dan simpel seperti OUYA? Dengan Illumiroom, ruangan menjadi ekstensi dari game yang dimainkan.[/caption] Inovasi bermain dengan dua layar dari Wii U.[/caption] Hal itu harus dikembalikan pada ekspektasi gamer, baik yang sudah veteran, maupun yang generasi sekarang, mengenai hiburan seperti apakah yang mereka harapkan dari console rumahan. Diluar masalah teknis dan ekspektasi yang masih merupakan faktor internal, kita tentu tidak bisa melupakan faktor eksternal, yaitu pesaing-pesaing OUYA. Siapa saja kompetitor OUYA? Lanjut ke halaman terakhir. 4. Para Kompetitor. Game Stick, Razer Edge, Project Shield. & terutama Steam Box. Pada awal diumumkan dan sepanjang projek Kickstarter, OUYA merupakan pemain tunggal dalam kategori console yang terbuka untuk semua. Tapi belum lama ini, mulai bermunculan kompetitor-kompetitor diluar pemain tetap perang console. Simpel, tapi punya kelebihan tersendiri.[/caption] Game Stick. Console berbasis Android yang juga menggalang dana melalui Kickstarter ini berhasil mengumpulkan $647,658 dalam waktu relatif singkat (Januari - Maret 2013). Memang masih jumlah yang sangat sedikit kalau dibandingkan dengan OUYA, tapi console ini merupakan kompetitor OUYA yang paling sejajar, baik dari segi konsep, spesifikasi maupun potensi. Lebih kecil, lebih praktis karena build-in controller dan menggunakan USB. Lalu interaksinya dengan gadget iOS merupakan keunggulan yang sangat menarik mengingat dominasi yang Apple di era sekarang ini. Controller yang dilengkapi Smartphone?[/caption] Cara Samsung memasuki pasar console?[/caption] Project Shield. Walaupun pada intinya “console” berbentuk controller keluaran Nvidia ini memainkan game-game yang ada di PC pribadi kita secara remote, Project Shield juga dapat menjalankan Android dan game-gamenya. Yang tentu saja didukung resmi Google Play Store. Secara keseluruhan console ini lebih tepat disebut Android Smartphone yang dipasangi controller, seperti halnya Samsung Galaxy S4 yang bisa dipasangi Gamepad. Memang, dengan Project Shield, kita bisa memainkan game PC secara remote, tapi seberapa seringkah fitur tersebut kita gunakan? Semua itu dikembalikan pada kebiasaan dan kebutuhan masing-masing PC gamer. Paling unik & fleksibel, tapi juga paling mahal.[/caption] Razer Edge. Kompetitor paling membahayakan dari segi hardware karena Razer Edge ini “tablet PC” yang spesifikasinya seperti PC gaming yang cukup kuat. Belum lagi bisa dijadikan netbook dengan memasang keyboard, jadi handheld console dengan memasang grip, yang lengkap dengan dua stik analog, atau jadi home console, dengan memasang controller serta kabel HDMI. Apakah ini masa depan PC gaming?[/caption] Steam Box. Secara ide dan potensi, Steam Box ini bisa jadi ancaman terbesar bagi OUYA. Didesain sebagai platform universal seperti halnya Android yang bisa dijalankan oleh Samsung, HTC, LG, Sony dan hardware lainnya, Steam juga ingin menciptakan sistem yang sama untuk PC gaming. Dengan menjadikan PC gaming lebih streamline, Steam Box dan hardware yang dapat menjalankannya bisa menjadi “console” yang sangat fleksibel. Belum lagi sebagai platform distribusi game PC paling besar di dunia, sudah pasti banyak sekali pendukungnya, baik dari developer maupun konsumer. Kalau game-game PC biasanya membutuhkan spesifikasi tertentu (yang biasanya selalu semakin tinggi setiap tahunnya), dengan suksesnya distribusi Steam Box, evolusi tersebut dapat diperlambat. Makin banyak yang bisa bermain game PC, makin banyak pendukung dari developer, baik Indie maupun yang besar, makin terdorong pasar console tradisional. Tapi Piston, Steam Box pertama yang bisa kita lihat di gambar, dibandrol dengan harga $999, sebuah harga yang sangat absurd untuk spesifikasi yang mengecewakan.  Jadi, semuanya masih belum ditentukan. Kesuksesan Steam Box kedepannya akan sangat ditentukan bagaimana para produsen PC mengemas produk buatannya. Pada akhirnya, dibalik pertanyaan-pertanyaan besar di atas, OUYA tetap memiliki potensi besar yang membuatnya sangat layak dilirik oleh developer dan konsumen.  Walaupun tidak secara langsung, bisa dikatakan besarnya minat gamer pada OUYA-lah yang mendorong terealisasinya console-console seperti Game Stick dan Steam Box. Seperti halnya produk consumer goods, akan ada yang namanya selera, brand preference, atau pilihan akan brand tertentu, yang terlepas dari pertimbangan apapun. Sebagai pelopor, dan dukungan yang positif, OUYA masih belum kalah telak. Untuk mengetahui masih adakah tempat untuk OUYA, kita tunggu saja aksinya, mulai dari bulan Juni 2013 ini. Saya sangat menantikan kalian, wahai OUYA Limited Edition.[/caption] Saya sendiri merupakan salah satu pendukung projek Kickstarter OUYA yang nantinya akan mendapatkan Limited Edition brown OUYA, beserta 2 stick berwarna sama yang di-emboss tulisan pilihan saya, dalam beberapa minggu mendatang. Walaupun console-console OUYA untuk para pendukung di Kickstarter sudah mulai dikirimkan, kloter bagian saya masih belum ada kabar. Bisa jadi saya baru bisa mendapatkannya sekitar bulan April awal hingga pertengahan. Yah, mohon doa dan dukungannya, mudah-mudahan bisa cepat dan selamat sampai di tangan. Nantikan first-hand impression dan review-nya dari saya. Keep the game on and kicking guys, Marvel out.