TUTUP

Pelaku Bom Sarinah Terinspirasi GTA 5? Berikut Klarifikasinya!

Banyak berita hoax yang beredar pasca tragedi. Jadi, lebih bijaklah dalam menerima informasi ya, termasuk salah satunya berikut ini. Benarkah Afif terinspirasi GTA 5?

Aksi pelaku bom Sarinah yang akhirnya diketahui bernama Afif disebut-sebut terinspirasi dari Grand Theft Auto (GTA) 5. Benarkah kabar tersebut? Berikut klarifikasinya!

[read_more id="237633"]

Dua hari lalu, Indonesia dikejutkan dengan serangan teroris yang menyerang kawasan jantung ibu kota Jakarta. Salah satu pelaku bom Sarinah -begitu banyak yang disebutkan oleh netizen akhirnya diketahui bernama Afif, yang beraksi mengenakan kaus hitam, topi hitam berlambang Nike, dan menyandang ransel, yang tertangkap kamera salah satu jurnalis luar negeri tengah menodongkan senjatanya. Afif sendiri muncul dari kerumunan masyarakat yang menonton kejadian bom Sarinah tidak jauh dari TKP.

Mengenai Afif sendiri, pagi ini muncul sebuah berita yang cukup mengejutkan bagi gamer. Salah satu Adanya pemberitaan ini bisa jadi membuat pandangan masyarakat terhadap game kembali negatif, bahwa game kembali menjadi kambing hitam aksi-aksi berbahaya yang memakan korban jiwa. Benarkah aksi brutal Afif memang terinspirasi dari GTA 5? Ternyata tidak!

Karakter GTA 5 yang disebut-sebut sebagai inspirasi Afif ternyata dibuat setelah kejadian bom Sarinah terjadi. Karakter yang dibuat oleh salah satu gamer dari Indonesia, Jati Suryo Buwono ini memang benar sangat mirip dengan Afif. Namun, Jati Suryo Buwono membuatnya (termasuk adegan kerumunan di belakangnya) setelah kejadian bom Sarinah terjadi. Itu artinya, pelaku bom Sarinah TIDAK terinspirasi dari karakter GTA 5 buatan Jati, melainkan sebaliknya.

Karakter GTA 5 yang dibuat Jati memang dibuat semirip mungkin sesuai dengan dokumentasi yang ada. Dikutip dari klarifikasi yang ditulis di akun Facebook IndonesianHoaxes, Jati membuat scene tersebut dengan menggunakan Memang sejak peristiwa terorisme ini terjadi, ada banyak pemberitaan hoax yang beredar di dunia maya. Jadi, bijaklah dalam menerima informasi yang beredar dan juga teliti sumbernya agar tidak "terpancing" pemberitaan hoax yang banyak beredar ini.