TUTUP

Mode Battle Royale Hadir di CoD: Black Ops 4, Ini Respon dari PUBG!

Apakah Black Ops 4 bisa bersaing dengan PUBG? Atau mungkin nasibnya bisa nahas seperti Radical Heights?

Beberapa hari lalu, Treyarch dan Activision sudah mengonfirmasikan secara resmi Call of Duty (CoD): Black Ops 4. Apa yang baru dari seri terbaru tahun ini adalah tidak ada campaign single player layaknya game-game CoD sebelumnya. Sebagai gantinya, akan ada mode battle royale bertitel Blackout yang diklaim Treyarch sudah mereka kembangkan sejak setahun lalu.

Detail untuk mode Blackout sendiri masih sangat sedikit. Dalam konfirmasi resminya, Activision hanya menyebutkan bahwa mode ini akan menghadirkan peta yang sangat luas, di mana 100 orang pemain akan berperang untuk menjadi yang paling terakhir untuk bertahan. Selain itu, mode ini juga akan menghadirkan elemen dari game-game Black Ops sebelumnya, termasuk senjata, equipment dan gadget-nya.

Bukan hanya itu, perubahan tampilan pada karakter nantinya bukan hanya sekedar skin saja. Akan ada mekanisme class yang membuat setiap karakter memiliki gameplay unik dan berbeda satu dengan yang lainnya.

Nah, berbicara mengenai mode battle royale, mungkin pikiran kita langsung tertuju kepada dua judul, PlayerUnknown's Battleground (PUBG) dan Fortnite yang lebih dulu tenar lewat mode ini. Dengan nama besar Call of Duty, apakah mode Blackout bakal jadi ancaman berat buat PUBG dan Fortnite?

Sebelum kita berbicara mengenai bagaimana peta persaingannya, terlebih dahulu kita simak bagaimana respon dari PUBG atas mode Blackout ini. PUBG sendiri melalui akun Twitter-nya hanya memberikan satu pesan menyambut CoD Black Ops 4 ke dalam 'keluarga besar' battle royale.

Mungkin ini pesan yang singkat. Namun ada banyak makna yang terkandung di dalamnya. Pertama, bisa jadi PUBG benar-benar 'menyambut hangat' kehadiran CoD ke dalam keluarga 'battle royale' dan mereka siap bersaing untuk mendapatkan pemain.

Yang kedua, bisa jadi ini menjadi semacam sarkas. Seperti yang kita tahu, tidak banyak judul-judul baru yang terjun ke ranah battle royale dan bisa sesukses PUBG atau Fortnite. Kasus terakhir adalah Radical Heights yang dikembangkan oleh CliffyB bersama studionya, BossKey Productions.

Radical Heights ini merupakan salah satu contoh ironis game baru yang mencoba masuk ke ranah battle royale. Digadang-gadang bakal menghadirkan gameplay yang lebih unik, Radical Heights justru ditinggalkan pemainnya hanya dalam kurun waktu beberapa minggu setelah rilis. Bahkan dalam dua minggu, tercatat mereka sudah kehilangan 82% pemainnya dan akhirnya membuat BossKey menutup operasinya.

Bisa jadi Radical Heights memang kalah saat bersaing dengan PUBG dan Fortnite. Atau mungkin juga, momentum battle royale sudah lewat, dan pemain sudah menganggap PUBG dan Fortnite sudah sempurna dalam menghadirkan mode ini sehingga enggan untuk mencoba game baru yang lebih unik.

Bagaimana menurutmu? Apakah mode Blackout dari CoD: Black Ops 4 akan bisa bersaing dengan PUBG dan Fortnite? Atau mungkin nasibnya bakal sama dengan Radical Heights yang hanya bertahan beberapa minggu saja?

Sumber: Gamerant

Diedit oleh Doni Jaelani