TUTUP

Liputan Grand Launching dan Konferensi Pers Square Enix Smileworks!

Square Enix akhirnya secara resmi me-launching Square Enix Smileworks, Studio mereka yang ada di Indonesia tepatnya di Surabaya dengan dihadiri oleh sang CEO, Youichi Wada. Ingin tahu lebih banyak tentang Square Enix Smileworks? Simak liputannya di dalam!

Pertengahan Mei lalu, tepatnya dalam pagelaran Nikkei Game Networking Jakarta 2013, Square Enix mengumumkan studio baru mereka yang didirikan di Surabaya dengan nama Square Enix Smileworks. Nah, kemarin tepatnya tanggal 12 Juni 2013 atau di tengah-tengah pagelaran E3 2013 yang tengah berlangsung, Square Enix Smileworks akhirnya diresmikan. Acara launching-nya sendiri berlangsung di Ruang Pelangi, Hotel Shangri-La Surabaya dengan mengundang beberapa media. Selain acara launching, acara kemarin juga digunakan sebagai ajang konferensi pers dan tanya jawab seputar Square Enix Smileworks. Acara ini dihadiri langsung oleh tiga petinggi Square Enix, antara lain Youichi Wada sang CEO Square Enix Jepang yang minggu depan sudah melepaskan jabatannya, Hiroaki Kanamaru sang CEO Square Enix Smileworks, dan Itou Takahiro, sang CEO dari Smile Lab-Corporate. Acara dimulai sekitar pukul 17.00 dengan diawali oleh sambutan dari tiga petinggi tersebut. Hiroaki Kanamaru mendapatkan kesempatan memberikan sambutan yang pertama, yang sekaligus memperkenalkan kehadiran Youchi Wada yang datang langsung dari Tokyo untuk memberikan konferensi pers. Selain itu, Kanamaru juga sempat sedikit memperkenalkan Square Enix Smileworks yang lebih lanjut akan dibeberkan dalam presentasinya. Sambutan kedua diberikan oleh Youichi Wada selaku CEO dari Square Enix Jepang. Wada mengungkapkan, bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang penting bagi Square Enix, karena mayoritas dipenuhi orang muda dan juga merupakan pasar yang tengah berkembang. Dengan banyaknya orang-orang muda tersebut, Wada berharap bahwa ada banyak talenta-talenta muda bermunculan dari Indonesia. Harapannya, talenta-talenta tersebut bisa bergabung dengan Square Enix untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan game. Oleh karena itu, Square Enix ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis untuk mengembangkan game, bukan hanya untuk konsumsi gamer Indonesia saja, melainkan juga untuk konsumsi pasar global. Setelah sambutan dari Kanamaru dan Wada, acara dilanjutkan dengan presentasi mengenai Square Enix Smileworks atau SQS yang diberikan oleh Kanamaru. Di awal presentasi, Kanamaru menjelaskan bahwa SQS merupakan studio yang didirikan oleh tiga perusahaan sekaligus, Square Enix Holdings Co., LTD. , Gotanda Denshi Co., Ltd., dan terakhir adalah Smile-Lab Co., Ltd. Selanjutnya, Kanamaru juga menjelaskan sedikit mengenai grup Square Enix yang tentunya sudah dikenal gamer dengan beberapa judul andalannya, seperti Final Fantasy, Dragon Quest, dan Tomb Raider yang baru saja menelurkan seri barunya bulan Maret lalu. Selain itu, Square Enix melalui Smile Lab juga membuka layanan game sosial Nicotto Town, serta menjadi publisher beberapa konten digital untuk manga terkenal seperti Fullmetal Alchemist. Saat ini, total Square Enix memiliki sekital 5000 orang karyawan dengan jaringan studio dan kantor operasional yang ada di seluruh dunia, termasuk kali ini yang didirikan di Surabaya, SQS. Selanjutnya, Kanamaru menjelaskan lebih lanjut mengenai SQS, yang baru didirikan pada pertengahan Mei lalu. SQS saat ini memiliki 23 orang karyawan, dimana tiga diantaranya adalah orang Jepang. Kanamaru sendiri menduduki kursi direksi bersama dua orang lainnya, Takahiro Ito dan Michihiro Sasaki. Dalam presentasinya ini, Hiroaki mengatakan bahwa Square Enix Smileworks ini memiliki filosofi ”Making the entire world to smile by the best entertainment service based on harmony between Indonesia and Japan”. Untuk itu, SQS sudah memiliki beberapa target untuk ke depannya. Target pertama adalah mengembangkan game original dari Indonesia, dan memasarkannya ke Asia Tenggara. Kedua, SQS nantinya diharapkan menjadi salah satu basis pengembangan dari Square Enix yang berpengaruh di masa yang akan datang. SQS sendiri mengambil lokasi studio di Surabaya, karena menurut Kanamaru Surabaya memiliki SDM yang mumpuni seperti yang mereka butuhkan, dan Surabaya juga memiliki salah satu kampus teknologi terbaik yang ada di ITS. Untuk mencapai dua target tersebut, SQS memiliki beberapa pekerjaan semenjak didirikan pada Mei lalu. Beberapa diantaranya adalah Paper Sumo yang dibuat untuk mempromosikan pertandingan Sumo di Indonesia yang akan dipromotori oleh Gotanda Denshi, dan juga beberapa mini game untuk Nicotto Town. Selanjutnya, SQS juga akan mengoperasikan beberapa game sosial dari Jepang di Indonesia seperti Nirvana Genesis. Dan terakhir, SQS berharap bisa menemukan talenta-talenta terbaik yang ada di Indonesia, dan mengajak mereka bergabung untuk mengembangkan game bersama mereka. Salah satu usaha yang mereka lakukan adalah beberapa waktu lalu mereka sudah mengadakan kompetisi membuat artwork untuk Nirvana Genesis yang diikuti oleh lebih dari 200 karya dari seluruh Indonesia. Melalui kompetisi ini, SQS berharap bisa menemukan beberapa artist terbaik di Indonesia untuk ikut serta dalam pengembangan Nirvana Genesis. Di akhir konferensi pers, diadakan pula sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi para media untuk mengetahui lebih lanjut mengenai SQS dan juga bagaimana rencana ke depannya. Kami sendiri juga sempat memberikan beberapa pertanyaan yang dijawab langsung oleh Youichi Wada dan juga Hiroaki Kanamaru. Penasaran? Tunggu bagian selanjutnya dari artikel ini!