TUTUP

Benarkah Candy Crush Saga Menjiplak Candy Swipe?

Semakin banyak developer yang merasa dirugikan oleh King. Kali ini giliran Runsome Apps yang merasa dirugikan dan menganggap bahwa Candy Crush Saga menjiplak Candy Swipe, game yang dikembangkannya.

Tinggalkan dulu Flappy Bird sejenak. Kita kilas balik lagi ke fenomena beberapa minggu sebelum Flappy Bird, apalagi kalau bukan fenomena dari Candy Crush Saga, game populer yang dikembangkan oleh King. Seperti yang kita tahu, Candy Crush Saga ramai diperbincangkan akhir bulan Januari lalu bukan karena gameplay, maupun pendapatannya yang terus meroket, melainkan karena "ulah" King yang mendaftarkan merk dari kata "Candy" yang membuat banyak developer gelisah karena takut hal tersebut akan mengekang kebebasan mereka dalam menggunakan kata tersebut di dalam game mereka. King sendiri menolak anggapan, bahwa langkah yang mereka tempuh itu bukan untuk mengekang kebebasan developer untuk menggunakan kata "Candy", melainkan untuk melindungi IP mereka dari beberapa game tertentu yang melanggar IP mereka, seperti Candy Casino Slots-Jewel Craze Connect: Big Blast Mania Land yang hanya menuliskan Candy Slots dalam ikon aplikasi mereka. King sendiri sempat "diserang" oleh salah satu developer indie, Stolen Goose yang menganggap bahwa game Pac Avoid milik King merupakan game hasil jiplakan dari game milik mereka, Scamperghost. Rupanya bukan hanya Candy Slots ataupun Scamperghost saja yang merasa dirugikan oleh aksi King ini. Akhir pekan lalu, salah satu developer lainnya Runsome Apps juga menyuarakan kekecewaan mereka terhadap aksi ini. Melalui Founder-nya Albert Ransom, Runsome Apps menuliskan surat terbuka, yang berisi bahwa aksi King yang mendaftarkan merk "Candy" tersebut merugikan mereka. Runsome Apps sendiri adalah developer yang mengembangkan Candy Swipe, sebuah game dengan genre yang hampir mirip, bahkan dengan hadirnya permen-permen sebagai ikon utama. Candy Swipe menjiplak Candy Crush Saga? Ternyata sebaliknya! Runsome Apps justru menganggap bahwa Candy Crush Saga sangat identik dengan Candy Swipe dan melanggar lisensi dari game yang dirilis pada tahun 2010 lalu ini, atau dua tahun sebelum King merilis Candy Crush Saga. Beberapa elemen dalam Candy Crush Saga yang identik dengan Candy Swipe[/caption] "Saya membuat Candy Swipe sebagai memori untuk Ibu saya yang meninggal pada umur 62 tahun akibat Leukemia. Saya merilis game tersebut tahun 2010, lima bulan setelah dia meninggal dan saya membuatnya karena dia selalu menyukai game seperti ini," tulis Albert dalam surat terbuka tersebut. "Dua tahun setelah saya merilis Candy Swipe, Anda merilis Candy Crush Saga di mobile. Ikon aplikasi, permen, dan bahkan kata Sweet-nya sangat identik," lanjutnya. Albert mengungkapkan, bahwa saat King mendaftarkan merk Candy ini pada tahun 2012, dirinya sempat menentang aksi tersebut karena melanggar haknya, dan menganggap bisa memicu terjadi kerancuan dengan trademark yang sudah didaftarkannya pada tahun 2010 lalu. Albert sendiri sebenarnya terkesan tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, namun karena lama kelamaan King mulai melanggar haknya terlalu jauh, dia pun mulai bereaksi keras. Albert mengungkapkan bahwa dengan aksi tersebut, King akan membatalkan trademark Candy Swipe, sehingga dia tidak bisa menggunakannya kembali. Untuk hal ini, King memiliki posisi yang lebih menguntungkan daripada Albert, karena sebelumnya mereka sudah membeli lisensi game Candy Crusher. King juga dianggap telah "mematikan" potensi Candy Swipe yang sebenarnya diramalkan bisa sukses di pasaran. Lebih lanjut, Albert mengkritik King yang menganggap sudah merebut "makanan" untuk keluarganya. "Saya harap Anda senang merebut makanan dari mulut keluarga saya saat Candy Swipe sudah eksis sebelum kemunculan Candy Crush Saga," lanjut Albert. Ironis untuk Albert memang, karena dirinya sudah mengerahkan segala kemampuannya, dan sudah menghabiskan waktu tiga tahun untuk mengembangkannya sebagai tribute untuk ibunya yang sudah meninggal. Albert hanya tidak ingin King semena-mena mengambil apa yang menjadi haknya dalam game tersebut mengingat Candy Swipe sudah lebih dulu eksis dibandingkan Candy Crush Saga. Albert sendiri mengusahakan kedua belah pihak bisa mendapatkan solusi yang saling menguntungkan. Namun, langkah King yang tiba-tiba ingin mendaftarkan merk tersebut membuat Albert akhirnya mengekspos masalah ini ke publik. Tentu masalah ini membuat King seolah menelan ludah mereka sendiri. Sebelumnya saat memberikan konfirmasi mengenai pendaftaran merk Candy tersebut, mereka mengungkapkan bahwa hal tersebut dilakukan untuk memproteksi kerja keras mereka. Pernyataan tersebutlah yang akhirnya dijadikan serangan balik dari Albert kepada King, dan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini juga untuk memproteksi kerja kerasnya selama tiga tahun mengembangkan Candy Swipe. Sampai saat ini, Candy Swipe masih tersedia di pasaran. Kamu bisa mencicipinya dengan men-download-nya di iTunes dan Google Play Store. [Sumber: VG247 /Candy Swipe Official Website ]