TUTUP

Review Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai

Cerita Dai menarik, tapi apa lebih baik nonton animenya?

Saya mendapat kesempatan untuk memainkan Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai versi PS4. 

Gimana kesan saya soal game ini? Simak di bawah ini! 

1. Adaptasi game dari DRAGON QUEST The Adventure of Dai

(Dok. Bandai Namco Entertainment Asia/ Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai)

Game yang satu ini merupakan adaptasi dari DRAGON QUEST The Adventure of Dai.

Cerita yang disajikan pun setia dengan materi dasarnya, terutama versi anime terbarunya (yang tayang di Jepang dari tahun 2020 hingga 2022). 

"Sudah bertahun-tahun berlalu sejak sang Hero memulihkan kedamaian di negeri ini... Di dunia yang tersiksa oleh kekuatan jahat, seorang pendekar pedang dan teman-temannya bertekad untuk mengalahkan Hadlar, sang Dark Lord. Di sebuah pulau terpencil di laut selatan, seorang anak laki-laki bernama Dai hidup di antara para monster, yang ingin menjadi hero suatu hari nanti. Semuanya berubah ketika sang Dark Lord dihidupkan kembali. Dengan krisis baru yang dihadapi dunia, Dai membuat janji kepada mentornya, bertemu dengan teman-teman baru, dan perlahan-lahan belajar tentang nasibnya sendiri yang tak terhindarkan...

Ini adalah awal dari petualangan Dai, dan pencariannya untuk menjadi pahlawan sejati!"

Baca Juga: Review: Baten Kaitos 1 dan 2 HD Remaster, Apakah Memuaskan?

2. Mode di Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai

(Dok. Bandai Namco Entertainment Asia/ Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai)

Story Mode di game ini memungkinkan kamu menikmati cerita dari DRAGON QUEST: The Adventure of Dai.

Jika musuh di Story Mode mulai sulit, kamu mungkin harus menaikkan level dulu dengan menyelesaikan Free Quest, misi pertempuran dimana kamu lebih bebas dalam menyusun karaktermu. (Sementara di Story Mode biasa, siapa yang bertempur kadang akan ditentukan oleh ceritanya, seperti kadang Dai harus bertempur sendirian). 

Sementara Temple of Recollection adalah dungeon dengan banyak level, yang menyajikan musuh dan perangkap berbeda setiap kamu memainkannya.

3. Gambaran pertempuran

(Dok. Bandai Namco Entertainment Asia/ Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai)

Berhubung ini Dragon Quest, mungkin ada di antara kamu yang membayangkan sistem game ini lebih ke RPG.

Tapi sebenarnya tidak. 

Pada dasarnya, sistem permainan di sini fokus kepada aksi gaya hack and slash

Dai dan rekan-rekannya ditempatkan di satu area 3D, dan dia akan mengerahkan kemampuannya untuk menghadapi musuh. 

Ada level dimana kamu hanya harus menghadapi satu boss, ada level dimana kamu harus menghadapi banyak musuh.

Ada beberapa variasi, seperti misi dimana akan lebih mudah jika kamu tidak terpergok musuh, tapi pada dasarnya permainan ini lebih ke aksi.

Temple of Recollection sebenarnya punya potensi, dengan unsur rogulike-nya. (Musuh dan perangkap berbeda setiap kamu mencoba, ada jalur peningkatan kekuatan yang berbeda-beda). 

Namun mode ini memiliki sejumlah fitur yang saya kurang suka, seperti kalau kamu tewas maka kamu tidak dapat item yang kamu kumpulkan, kalau kamu memutuskan meninggalkan Temple of Recollection ketika menyelesaikan suatu pilihan maka kamu benar-benar akan mengulangi dari awal lagi waktu mau mencoba, dan mode-nya sendiri terasa kurang terbangun... mode ini lama-lama akan terasa berat juga untuk dimainkan.

4. Game dimana banyak waktu bisa kamu habiskan untuk melihat cuplikan ceritanya...

(Dok. Bandai Namco Entertainment Asia/ Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai)

Sebagian besar cerita di Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai disajikan lewat... slideshow dengan dialog.

Slideshow rasanya memang tidak salah digunakan untuk menggambarkan penyajian cerita game ini, karena kita disajikan gambar-gambar statis animenya dengan dialog.

Tidak semuanya tentu saja. Ada sejumlah adegan yang disajikan seru dengan grafis in-game. Tapi mayoritas cerita yang disajikannya lewat slideshow.

Dan adegan slideshow ini bisa tergolong lama. Kalau kamu tidak mempercepatnya (dan memang ada opsi fast forward), akan ada momen dimana kamu lebih lama menonton slideshow ini ketimbang main game-nya. 

Berhubung saya belum pernah menonton Adventure of Dai sebelumnya, kesan saya sebenarnya cerita Adventure of Dai ini seru dan bagus. Plotnya mungkin tergolong sederhana, namun karakterisasi tokohnya, penyajian adegan emosionalnya, terasa oke. 

Tapi tentu saja... saya juga kepikiran begini:

-Kalau kamu adalah fans Adventure of Dai yang sudah menyaksikan animenya, apakah kamu mau menghabiskan waktu untuk menonton lagi ceritanya tapi dalam bentuk slideshow?

-Kalaupun kamu terpikat dengan ceritanya, bukankah mungkin akan lebih seru sekalian saja menyaksikan animenya?

Tentu saja, model penyajian slideshow ini pun rasanya tidak cocok untuk semua orang, dan bisa saja akan ada yang sekalian skip ceritanya. 

5. Kesimpulan

(Dok. Bandai Namco Entertainment Asia/ Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai)

Saya akan memberikan Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai nilai 3 dari 5 bintang.

Cerita Adventure of Dai itu menarik, dan saat menyaksikan petualangan Dai dan tantangan yang mereka alami, saya mendapati emosi saya kadang ikut teraduk-aduk.

Namun masalahnya ya... karena ceritanya setia dengan animenya, dan penyajian ceritanya mayoritas disajikan lewat slideshow, saya jadi lebih terpikir untuk menikmati petualangan Dai di animenya saja. 

Gameplay-nya tergolong lumayan, namun saya mengharapkan lebih. 

Nah itu kesan saya soal Infinity Strash: DRAGON QUEST The Adventure of Dai. Kalau menurutmu gimana? Sampaikan di kolom komentar! 

Baca Juga: Review Armored Core VI Fires of Rubicon, Seru dan Menantang