TUTUP

Membedah Unsur-Unsur Indonesia di Game Dark Souls

Walau memang hanya sedikit, tapi ada lho unsur Indonesia di game Dark Souls yang terkenal sulit itu. Seperti apa saja contohnya? Ini pembahasannya!

Walau memang hanya sedikit, tapi ada lho unsur Indonesia di game Dark Souls yang terkenal sulit itu. Seperti apa saja contohnya? Ini pembahasannya!
Hanya ada dua contoh unsur Indonesia di game Dark Souls. Meski begitu, kedua unsur ini menunjukkan kalau Hidetaka Miyazaki dan tim yang terlibat di gamenya tidak sekedar sembarangan saja memasukkan materi. Mereka sepertinya sudah meriset dalam-dalam baik untuk yang nomor pertama maupun kedua. [page_break no="1" title="Keris"] Sebagai senjata tradisional Indonesia, keris sudah muncul di berbagai game, contohnya Soul Calibur. Jadi mungkin tidak terlalu istimewa mendengar senjata ini muncul di Demon Souls, pendahulu Dark Souls yang ekslusif untuk konsol Playstation 3. Yang istimewa adalah bagaimana tim di balik Demon's Souls menyajikan senjata ini. Kris Blade adalah senjata yang bisa kamu temukan di dunia 2-1, Stonefang Tunnel. Karena tergolong dalam kategori belati, kamu bisa menggunakannya untuk menyerang. Tapi bukan itu saja fungsinya. Keris di Demon's Souls juga bisa digunakan untuk memperkuat serangan sihirmu, dengan risiko menurunkan pertahanan karaktermu terhadap sihir. Ya, kemunculan keris sebagai senjata mungkin sudah bukan hal baru lagi. Tapi Hidetaka Miyazaki dan timnya tidak sekedar memasukkan keris sebagai salah satu variasi belati saja. Mereka sepertinya sudah meriset juga bahwa di Indonesia keris pusaka bisa digunakan untuk ritual-ritual mistik, atau bahkan jimat pemberi kekuatan. Karenanya secara ajaib senjata ini bisa membantu memperkuat sihir karaktermu juga. Sayangnya, Demon's Souls sejauh ini adalah satu-satunya game yang memunculkan keris. Senjata Kris Blade belum menampakkan diri lagi di trilogi Dark Souls kemudian. Tapi desain modifikasi keris hadir dalam Royal Greatsword, senjata dari Royal Swordsman yang menjaga Lost Bastille serta Drangleic Castle di Dark Souls 2. Seperti bisa dilihat pada gambar di atas, wujud Royal Greatsword seakan merupakan sebuah keris raksasa yang dicolok ke gagang pedang besar ala Eropa. Senjatanya sendiri tergolong lumayan untuk digunakan para pemain yang mengandalkan pedang besar, tapi tidak terlalu istimewa. Tetap saja Royal Greatsword adalah pedang, jadi senjata ini tidak memiliki fungsi sampingan seperti keris di Demon's Souls. [page_break no="2" title="Candi"] [read_more id="277326"] Lordran itu aneh. Di dataran atasnya kamu akan menemukan daerah yang arsitekturnya lebih menyerupai Eropa. Namun kalau kamu turun ke bawah, kamu akan menemukan sisa reruntuhan kota Izalith, peradaban yang tertelan oleh kemunculan para iblis. Unsur Indonesia di game Dark Souls sangat terasa dalam arsitektur Lost Izalith. Bagaimana tidak? Tak seperti arsitektur kumuh Blighttown yang akan mengawali perjalananmu menemukan Izalith, atau arsitektur Eropa di permukaan tanah, Lost Izalith benar-benar terlihat seperti kompleks candi Hindu. Lebih tepatnya sih Prambanan. Candi Hindu sebenarnya memang bukan unik dari Indonesia. Ada banyak candi Hindu di seluruh dunia. Tapi coba lihat saja bentuk bangunan di Lost Izalith. Bahkan luapan magma yang menelan Lost Izalith pun seakan menunjukkan inspirasi dari lokasi geografi nyata Prambanan. Seperti kamu ketahui, Prambanan itu terletak di Sleman dan relatif tidak terlalu jauh dari Gunung Merapi; salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia. Tentunya, sebenarnya sih magma yang mengaliri Lost Izalith bukanlah letusan dari gunung berapi. Mempertimbangkan temuan lore, para Penyihir Izalith yang dulu menghuni kota ini mencoba untuk menciptakan kembali First Flame, sumber segala kehidupan dari dunia Dark Souls. Upaya mereka ini gagal, menyebabkan kota mereka musnah dan iblis bermunculan. Tapi tetap saja, rasanya menarik melihat pilihan magma dan kesan gunung berapi dipadukan dengan arsitektur Lost Izalith yang seperti itu. Rasanya memang lokasi asli Prambanan diperhitungkan oleh para kreator Dark Souls sebelum memenuhi dataran Lost Izalith dengan magma. Yang ini sih Prambanan betulan.[/caption] Sebenarnya akan menarik untuk mengunjungi Izalith di masa prima. Sayangnya, sepertinya Dark Souls 3 telah mengakhiri kisah triloginya. Kalaupun ada yang melanjutkan, rasanya mereka akan membuka latar baru (seperti Bloodbourne) ketimbang kembali menelusuri latar di trilogi.
  Itulah unsur-unsur Indonesia di game Dark Souls. Bagaimana menurutmu? Apakah memang pengaruhnya terasa kuat? Atau hanya kebetulan? Adakah unsur-unsur Indonesia lain yang kamu temukan dari game sulit ini? Kalau ada, silakan sampaikan di kolom komentar!