TUTUP

Si Kancil, Cerita Rakyat Indonesia, Kini Punya Misi Melawan Asap dan Illegal Logging!

Masih ingat dengan dongeng Si Kancil? Kali ini kalian bisa melihat kecerdikan Si Kancil dalam menghadapi masalah penebangan liar!

Binary Studio 54 tidak hanya membawa game racing Takedown dalam GDG Prime 2015 nanti, mereka memiliki satu proyek lainnya yang saat ini tengah dikembangkan, yaitu Si Kancil. Judulnya familiar, dan kerap kita dengar sebagai nama salah satu karakter dalam kisah dongeng Si Kancil, cerita rakyat asli Indonesia. Namun dalam game Si Kancil ini, ternyata jauh dari kesan cerita rakyat yang dibintangi oleh jenis rusa bertubuh kecil tersebut. Dalam Si Kancil, Binary Studio 54 menyoroti masalah illegal logging, pengerusakan hutan, hingga perburuan liar. Isu yang cukup memperihatinkan dan pasti juga mengiringi beberapa pemberitaan mengenai masalah asap beberapa bulan belakangan di Indonesia tersebut, diangkat dalam bentuk video game. Menurut Binary Studio 54, hutan sangat penting sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh manusia, dan sudah selayaknya masyarakat memahami isu-isu tersebut untuk keberlangsungan hidup anak cucu mereka dan juga menjaga keanekaragaman hayati agar tidak punah. Dan melalui game Si Kancil ini, Binary Studio ingin menyajikan isu-isu tentang pengerusakan hutan oleh manusia yang dikemas dalam sebuah dongeng Si Kancil dalam sebuah game 2D Puzzel Platformer. [read_more id="229482"] Seperti Takedown, Si Kancil juga dibangun menggunakan engine Unity. Kalian memainkannya sebagai game 2D Puzzel Platformer yang dibagi berdasarkan misi dalam setiap stage (disediakan 5 stage awal, yang bervariasu kondisi cuacanya, seperti ada yang pagi, siang dan sore hari), dimana karakter Kancil dapat melompat, menarik dan mendorong beberapa item yang tersedia di stage tersebut. Untuk lokasi permainannya mengambil latar hutan yang meliputi antara lain, dalam hutan, pinggiran tebing, pinggiran sungai, camp pemburu, dll. Tugas kalian melalui Si Kancil adalah menolong para binatang di tengah hutan yang terkena imbas penebangan liar. Di setiap stage Si Kancil harus menyelesaikan setiap teka-teki untuk membebaskan para teman binatangnya dan di setiap stage disediakan beberapa item yang berguna untuk mendukung kalian. Dengan demikian, secara tidak langsung Binary Studio berusaha membuat kalian para pemain game ini (khususnya anak-anak di usia 10 tahunan yang menjadi target pemainnya) peduli terhadap isu penebangan liar yang semakin hari semakin meningkat dan membahayakan bumi. Game ini (mungkin) akan menjadi representasi dari dunia yang keadaannya semakin hari semakin memburuk apabila manusia masih bangga dengan ketamakannya dan melakukan penebangan hutan secara besar-besaran (illegal). Sehingga dapat menyebabkan berubahnya suhu di bumi, karena semakin menipisnya lapisan ozon akibat penebangan liar. Bagi kalian yang penasaran dengan Si Kancil, kalian bisa mencicipinya saat GDG Prime 2015 yang berlangsung 7 November 2015 mendatang di Bandung, karena Si Kancil merupakan salah satu game yang masuk nominasi YummyYummyTummy Challenge.