TUTUP

Devil's Third Dipastikan Keluar Jepang, Game Dewasa Eksklusif Nintendo Wii U

Jangan lupa gan, siapkan tisu untuk main game semacam ini, karena darah bakal berceceran dimana-mana!

[read_more link="http://www.duniaku.net/2015/04/03/fatal-frame-v-ditranslasikan/" title="Fatal Frame V Ditranslasikan!"] Nama Tomonobu Itagaki sudah identik dengan serial game fighting 3D Dead or Alive. Selain itu, dia juga berjasa karena sukses membangkitkan franchise Ninja Gaiden. Setelah bergabung dengan Tecmo mulai tahun 1992, kepopulerannya mengantarkan Itagaki mengepalai tim pengembangan Tecmo, Team Ninja. Namun setelah 16 tahun berkiprah bersama Tecmo, dia meninggalkan induknya tersebut pada tahun 2008, dan membentuk studio baru, Valhalla Game Studios bersama banyak anggota Team Ninja lainnya. Saat itulah nama proyek terbaru mereka langsung terdengar, yaitu Devil’s Third. Selama E3 2014 lalu kita juga sudah mengetahui jika Devil’s Third bakal eksklusif Nintendo, dengan keterlibatan tim first-party Nintendo SPD (Software Planning Development) dalam proses pengembangan. Menjelang E3 2015, pekan lalu Nintendo sendiri yang memastikan kapan perilisan game yang mencoba menembus pakem Nintendo yang biasanya alergi game bernuansa adult sepeti ini. Devil’s Third bakal dirilis di Jepang 4 Agustus 2015 mendatang dengan harga 6,700 yen (sekitar Rp. 725 ribuan), dan kemudian menyusul di region PAL seperti Eropa dan Australia pada akhir Agustus 2015. Belum diketahui kapan versi Amerika-nya hadir. Perkiraan kami masih menunggu turunnya rating dari ESRB, mengingat versi Jepang Devil's Third sudah diganjar rating CERO D. Berikut trailer panjang yang memperlihatkan mode single dan multiplayer game dewasa ini yang dirilis bersamaan dengan konfirmasi tanggal rilisnya:

Devil's Third - Game Dewasa Eksklusif Wii U

[youtube_embed id="ked9LPANFko"] Kami kembali salut dengan Nintendo, yang menjadi publisher dan berhasil menjadikan Devil's Third ini kembali eksklusif di platform mereka. Bahkan Nintendo juga rela jika game ini mendapatkan rating yang sangat tinggi dari badan rating Jepang CERO, yaitu D (untuk 17 tahun ke atas), sekaligus menjadikan game ini bersama Fatal Frame V (Fatal Frame: Oracle of the Sodden Raven), sebagai game Wii U dengan rating tertinggi (sebelumnya sebatas C, atau usia mulai 15 tahun ke atas). Sebenarnya apa yang membuat Devil's Third berbeda dibandingkan game Nintendo Wii U lainnya, sehingga pantas mendapatkan rating hanya untuk gamer dewasa? [read_more link="http://www.duniaku.net/2014/06/14/e3-2014-setelah-sempat-menghilang-tomonobu-itagaki-berikan-devils-third-eksklusif-untuk-wii-u/" title="Setelah Menghilang, Kini Devil'S Third Eksklusif Wii U"] Devil's Third sendiri menggabungkan genre action adventure, dengan gameplay hack-and-slash dan shooter. Meksipin melalui sreenshot dan trailer memperlihatkan adegan tembak-menembak, sesekali kalian melakukan pertarungan melee dengan senjata tajam. Ceritanya mengisahkan bagaimana sisa-sisa satelit yang mengorbit di luar angkasa akhirnya saling bertabrakan, mengarah pada kehancuran hampir semua satelit, baik satelit milik pemerintahan dan militer. Akibat kejadian tersebut, perang meletus di seluruh dunia karena keseimbangan kekuatan militer dalam kondisi kacau. Karena tidak adanya satelit, maka cara berperang pun berubah, dengan setting lokasi yang memperlihatkan wilayah Asia, Eropa hingga Amerika. Seperti tipikal game action-adventure lainnya, sudut pandang kamera disorot terus mengikuti karakternya, Ivan, kemudian beralih ke tampilan first-person ketika membidik musuh, layaknya game FPS. Namun tidak seperti third-person shooter modern, ketika karakter bergerak kamera tidak diambil dari sudut di atas punggung karakter, melainkan mengikuti karakter dari belakang, kecuali saat Ivan jongkok selama berlindung. Kemudian untuk pertarungan melee, kalian tinggal merangkai serangan, yang diikuti dengan serangan melumpuhkan musuh yang diperlihatkan secara sinematik, dan yang pasti kita jadi tahu kenapa diganjar rating CERO D, banyak darah berceceran akibat pertarungan jarak dekatnya, sangat brutal, dan memungkinkan Ivan memotong tubuh lawan. Senjata melee-nya yang bervariasi, bisa bebas digonta-ganti, dilemparkan ke musuh, bahkan bisa juga mencuri senjata di tengah kalian melakukan counter. Meskipun Wii U tidak terlalu populer untuk permainan online game semacam ini, dan meskipun Splatoon terbukti sukses merevisi pandangan tersebut, kalian akan menemukan mode online, plus ada fitur dimana kalian bisa membentuk kembali arena pertarungan menggunakan semacam level editor. Kemudian selama bermain ada tiga tipe alat tukar yang berperan untuk mengembangkan karakter, yaitu Clan Fund, Dollen, dan Golden Egg. Permainan online-nya sendiri memberi kalian pilihan dua sisi clan, dan ada faksi ketiga, yang disebut "Free Entry." Tipikal pemain yang biasanya suka berusaha sendiri bisa memainkannya, karena karakter tidak akan berkontribusi pada kedua tim. Lanjut ke halaman 2.... Keseluruhan mode online multiplayer Devil's Third menggambarkan masa depan dimana teroris berkuasa, dan kekacauan terjadi dimana-mana. Sebagai pennduduk biasa, kalian bisa bergabung dengan clan, dan berjuang merebut Amerika Serikat dengan membentuk persekutuan dengan faksi lainnya, atau justru memilih menjadi mercenary Free Entry serta tanpa henti menyerang markas pemain lainnya, memilih bertindak anarkis daripada diplomasi antar clan! Inti permainan onlinenya, kalian bisa membangun dan mengkustomisasi markas bersama anggota clan lainnya, dan jika memang dalam pertarungan, kalian mendapatkan mata uang seperti Clan Fund, Dollen, dan Golden Egg untuk meningkatkan pertahanan markas tersebut, agar makin kuat dari serangan clan musuh. Sedikit melihat kebelakang, game ini berbeda dari game-game Itagaki sebelumnya yang bergenre hack and slash serta fighting, karena di sini third-person shooter. Timnya mengembangkan Devil’s Third menggunakan engine Phoenix yang juga digunakan dalam Darksiders II. Awalnya, dikembangkan untuk PC Windows, PS3 dan X360, serta Wii U hanya disebutkan bisa menjalankan game ini saja. Namun ketika THQ, yang seharusnya menjadi publisher game ini bangkrut, maka hak atas game ini pun kembali ke Valhalla Game Studios, sampai Nintendo mengambil alih peran publisher, dan menjadikannya sebagai game eksklusif untuk Wii U, dan engine utama untuk mengembangkannya pun beralih ke Unreal Engine 3. Menurut Itagaki, Nintendo memahami visinya, karena itulah dia memilih bekerjasama dengan mereka. Meskipun ketika kita melihat seperti apa Devil’s Third, siapa pun akan kaget game “sedewasa” ini bisa menjadi eksklusif untuk platform tersebut. Yang lebih mengherankan adalah genrenya. Meskipun serial Ninja Gaiden sudah cukup menyumbang banyak gaya bertarung pedang jarak dekat yang keren, namun game ini lebih mirip sebuah game shooter bernuansa militersusah untuk percaya ketika kita juga tahu Itagaki adalah pria dibalik ide game yang penuh unsur fanservice di mata para pria, seperti Dead or Alive Xtreme Beach Volleyball — setidaknya ada wanita yang berpakaian minim muncul dalam game ini, ketika kita berpikir Xtreme Beach Volleyball. Itagaki juga menambahkan, jika kontroler Nintendo, GamePad berperan pending dalam pertarungan kompetisi, dengan layar digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai pemain langsung ke depan mata kita.