TUTUP

Gelar Kompetisi dengan Game Fighting, AMD ESPORT Memulai Genre Baru!

Apakah genre baru yang diperkenalkan AMD ESPORT ini diminati?

Kompetisi eSport yang kita kenal saat ini biasanya digelar dengan game ber-genre MOBA, FPS, ataupun yang terbaru adalah Mobile Game. Namun, AMD ESPORT rupanya memulai genre baru untuk kompetisi yang digelarnya, yakni dengan mengikutsertakan game fighting. AMD ESPORT merupakan kompetisi yang digelar oleh perusahaan yang merupakan penghasil prosesor sekaligus kartu grafis yang laris manis di Indonesia, AMD. Nah, pada tahun ini, pihaknya ingin memperkenalkan sebuah genre baru di dunia kompetisi eSport, yakni dengan game ber-genre fighting, yang terdiri dari Tekken 7 dan Street Fighter V. Langkah AMD ESPORT dalam menggelar kompetisi dengan game fighting ini cukup berani. Pasalnya, bisa dibilang jika ini merupakan yang pertama kalinya game fighting masuk ke dalam kompetisi eSport yang digelar secara serius. Hal itu juga menunjukan, AMD ESPORT tidak main-main untuk tetap menggelar kompetisi yang menjadi ajang unjuk gigi para gamer. Dengan demikian, kompetisi yang bertajuk AMD ESPORT Fight Championship 2018 pun digelar pada 22 September dan 23 September 2018. Anes Budiman, Channel Manager AMD Indonesia[/caption] Digelarnya kompetisi AMD ESPORT ini juga diakui sebagai langkah yang mengingatkan para gamer jika PC merupakan platform yang universal. Hal itu bahkan dengan gamblang dijelaskan oleh Sukma Paulus, Product Manager MSI Indonesia. “Melalui AMD ESPORT Fight ini, kita ingin mengingatkan jika PC merupakan platform yang universal. Tahun-tahun sebelumnya kita telah menggelar kompetisi, namun baru di tahun ini Fighting menjadi genre dari kompetisi yang digelar,” tutur Sukma. Kehadiran game dengan genre fighting di dalam sebuah kompetisi diakui oleh Sukma sebagai pembuktian, jika PC benar-benar merupakan platform yang universal. “Sebagai platform yang universal, maka PC bisa menyuguhkan segala hal yang diinginkan oleh para gamer, seperti contohnya game fighting ini,” terangnya. Kembali soal AMD ESPORT, selain bersama MSI, AMD juga mendapat dukungan dari banyak perusahaan yang meramaikan pasar komponen PC, peripheral gaming, hingga payment gateway. Deretan perusahaan yang memberikan dukungannya tersebut adalah Western Digital, Steelseries, ViewSonic, dan Unipin. Sebagai kompetisi yang memulai langkah dengan jalur lain, tentu hal ini cukup krusial. Pun demikian, AMD ESPORT terbilang sukses. Pasalnya, diakui oleh Anes Budiman, Channel Manager AMD Indonesia mengatakan, antusiasme gamer begitu besar yang terlihat dari jumlah peserta. “Kami pada awalnya membuka pendaftaran untuk 100 peserta. Hal yang mengejutkan, baru tiga hari pendaftaran dibuka, namun jumlah pendaftar sudah mencapai 120 orang. Tentu ini membuktikan jika Fighting merupakan genre yang cukup menjanjikan,” tutur Anes. AMD ESPORT yang merupakan campaign global dari AMD ini diakui oleh Anes sebagai langkah pihaknya untuk mendukung keberlangsungan eSport. “Ini merupakan campaign kami untuk mendukung keberlangsungan eSport, dan genre fighting yang kami hadirkan ini adalah langkah untuk melahirkan bibit-bibit baru,” jelasnya. AMD ESPORT digelar, dengan jumlah peserta yang mencapai 120 orang. Kompetisi tersebut digelar selama dua hari, guna mencari juara pertama dari kompetisi yang memulai langkah baru di dunia eSport tersebut. Nah, nantinya, bagi mereka yang menang berhak membawa pulang hadiah dengan total Rp70 juta. “AMD telah mempersiapkan hadiah yang pantas untuk dibawa pulang oleh mereka yang juara. Total hadiah Rp70 juta berhak dibawa pulang oleh mereka yang memenangkan kompetisi ini,” tegasnya. AMD ESPORT Fighting Championship 2018 ini merupakan hasil eksplorasi AMD terhadap game yang menjanjikan untuk dikompetisikan. “Kami ingin terus mendukung keberlangsungan eSport. Maka dari itu, nantinya AMD akan terus mengeksplor game-game yang sangat mungkin digelar kompetisinya,” tutup Anes.