TUTUP

6 Momen Paling Mengharukan di God of War: Ragnarok

Ada kematian yang dampaknya paling besar bagi Kratos

Perjalanan Kratos dan Atreus dalam menyelesaikan masalah mereka dengan para dewa tidak hanya membuahkan momen-momen epik yang biasanya terjadi di dalam pertarungan.

Ada juga beberapa peristiwa yang terasa sangat emosional bagi mereka yang mengikuti cerita dalam game satu ini.

Apa saja momen paling mengharukan di God of War: Ragnarok?

Baca Juga: 6 Fakta Draupnir Spear dari God of War: Ragnarok, Senjata Baru Kratos

6. Matinya Fenrir

Atreus dan Fenrir ( Dok. Santa Monica Studio / God of War: Ragnarok )

Momen ini bisa dibilang sangat menyedihkan jika kalian baru memainkan game ini di awal cerita.

Singkat cerita, keluarga Kratos diketahui memelihara tiga ekor serigala, yaitu due ekor serigala betina yang dipanggil Speki dan Svanna serta seekor serigala jantan yang sakit-sakitan bernama Fenrir.

Saat pulang berburu, Atreus mendapati jika kondisi Fenrir mulai memburuk. Kratos bahkan sampai bilang untuk segera merelakan serigala tersebut pergi.

Pada momen itulah, Atreus pun memeluk serigala tersebut sambil beberapa kali mengucapkan manter hingga jiwa Fenrir keluar dari tubuhnya dengan damai.

5. Perpisahan Kratos dan Atreus

Momen perpisahan Kratos dan Atreus ( Dok. Santa Monica Studio / God of War: Ragnarok )

Setelah krisis Ragnarok berakhir, Atreus sempat ingin membicarakan soal misi pribadinya pada Kratos. Namun kali ini, ia ingin melakukannya sendiri tanpa ayahnya.

Kratos yang telah melihat banyaknya kontribusi yang diberikan anaknya selama Ragnarok pun memberinya restu.

Hal itu tersirat dari salah satu dialog yang paling berkesan pada momen ini, di mana Kratos berkata bahwa Loki akan pergi, namun Atreus akan tetap di hatinya.

Momen ini bisa dibilang sangat mengharukan karena menunjukkan perkembangan mental Kratos yang awalnya sangat protektif ke anaknya kini bisa merelakan dirinya untuk melihat putra tunggalnya tersebut tumbuh dewasa dan menemukan jalan hidupnya sendiri.

4. Kratos menemukan ramalan bahwa dia menjadi dewa yang dicintai seluruh penghuni Nine Realms

Ramalan baru Kratos ( Dok. Santa Monica Studio / God of War: Ragnarok )

Setelah kepergian Atreus, Kratos menyempatkan diri membuka satu lagi ramalan yang ternyata bercerita tentang takdir dirinya.

Di situ, ia mendapati kisah perjalanannya sejak kedatangan ke Midgard hingga konflik dengan para dewa Aesir selama Ragnarok.

Namun, bagian terakhir adalah yang paling mengejutkan.

Rupanya Kratos melihat dirinya diposisikan sebagai dewa yang dicintai dan dihormati semua makhluk di Nine Realms.

Ia tak menyangka bahwa setelah sekian lama dianggap sebagai dewa kejam yang suka membunuh dan menghancurkan segalanya, dirinya kini berhasil menemukan kedamaian yang selama ini ia dambakan.

Ini juga mungkin kejutan menarik bagi gamer. Rasanya setelah melihat betapa sulitnya hidup Kratos, ia beneran akan mendapat happy ending

3. Pertemuan terakhir Kratos dan Laufey di alam mimpi

Momen terakhir Kratos dan Laufey di alam mimpi ( Dok. Santa Monica Studio / God of War: Ragnarok )

Mimpi ini dialami Kratos sebelum ia dan rekan-rekannya terjun ke perang Ragnarok.

Saat tidur, ia menyadari dirinya berada di momen ketika menemani Laufey memasang mantra perlindungan di wilayah sekitar kediaman mereka.

Selama itulah, Laufey banyak berbicara soal persiapan masa depan yang sudah ia lihat. Ia juga mengatakan bahwa tingkatan cinta yang paling tinggi adalah saat berduka cita.

Tidak hanya itu, sang istri juga berpesan pada Kratos untuk membuka hatinya pada dunia sebagaimana ia membuka hati untuk dirinya agar bisa menemukan lebih banyak alasan untuk hidup.

Bisa dibilang, ini adalah pertemuan terakhir Kratos dengan istrinya sehingga terasa sangat emosional bagi mantan dewa perang tersebut.

2. Brok meninggal

Brok meninggal di pangkuan Sindri ( Dok. Santa Monica Studio / God of War: Ragnarok )

Momen terakhir Dwarf biru ini terjadi saat ia berhasil membongkar kedok Odin yang selama ini menyamar sebagai Tyr.

Freya sendiri sudah melakukan upaya pertolongan. Akan tetapi, luka yang dialami Brok terbilang cukup parah hingga ia sendiri tak yakin bisa hidup.

Di saat itulah, Brok mengatakan pada Sindri bahwa ia sudah tahu apa yang dilakukan saudaranya tersebut di masa lalu dan memaafkan semua kesalahannya.

Ia juga berwasiat pada Sindri untuk berhenti mengambil jiwanya kembali dan segera mengikhlaskannya untuk pergi.

Setelah itu, Sindri pun pergi membawa jasad Brok ke bengkel mereka yang ada di kuil Tyr.

Kejadian tersebut begitu sangat memukul semua orang, termasuk Kratos dan Atreus yang merasa paling bertanggung jawab karena telah membawa penyusup masuk.

1. Upacara pemakaman Brok

Sindri memandangi jasad Brok yang dilarungkan ke danau ( Dok. Santa Monica Studio / God of War: Ragnarok )

Setelah Ragnarok selesai dan semua ras kini mulai bangkit membangun kembali peradaban, Kratos, Freya dan Mimir memutuskan untuk menghadiri pemakaman Brok di Svartalfheim.

Kratos mendapat kehormatan untuk menggentong jasad Brok ke perahu. Sindri pun datang untuk mengucapkan kata-kata terakhir sebelum ia dan Kratos melarungkannya ke danau.

Freya membantu dengan menembakan panah api yang dinyalakan oleh Sindri ke perahu Brok.

Selama itulah, semua orang terdiam memandangi jasad Brok yang terbakar menjadi abu.

Momen ini terbilang cukup menyakitkan, terutama bagi Sindri dan juga Kratos yang telah menganggap Brok sebagai salah satu sahabat setianya yang pernah ia temukan sepanjang hidupnya.

Itulah daftar momen paling mengharukan di God of War: Ragnarok.

Bagaimana pendapat kalian?

Baca Juga: 9 Fakta Brok God of War Ragnarok, Pencipta Mjolnir dan Leviathan Axe