TUTUP

7 Fakta Atreus, Putra Kedua Kratos yang Lahir di Tanah Nordik

Siapa sangka, dia akan menjadi juru selamat kaum raksasa

Atreus merupakan karakter kunci dalam konflik antara kaum raksasa dan dewa di tanah Nordik. Berkat keahlian putranya, Kratos berhasil memecahkan sejumlah misteri yang melibatkan mendiang istrinya dan para Aesir yang selama ini mengejarnya.

Apa saja fakta menarik dari jagoan pemanah satu ini? Berikut pembahasannya!

Baca Juga: Inilah 8 Fakta Menarik Kratos Sang Pembantai Dewa dari God of War

1. Nama Atreus berasal dari prajurit Sparta yang paling dihormati Kratos

Kratos menasehati Atreus tentang kontrol emosi ( Dok. Santa Monica Studio / God of War )

Pasca tiba di Midgard, Kratos pun menikah lagi dengan seorang Jotnar bernama Laufey dan dianugerahi putra yang ia beri nama Atreus.

Kratos sendiri rupanya memiliki alasan tersendiri untuk menamai anaknya dengan panggilan tersebut. Rupanya, Atreus adalah nama salah satu bawahan yang pernah dipimpin mantan dewa perang tersebut.

Ia sendiri terkenal di kalangan prajurit Sparta karena tetap mampu optimis dan bisa tersenyum di situasi terburuk sekalipun.

Hal inilah yang membuat Kratos begitu menghormatinya dan terinspirasi untuk menamai anak laki-lakinya dengan panggilan serupa.

2. Sejak kecil, ia dididik oleh ibunya ilmu memanah dan membaca rune

Kratos menguji kemampuan memanah Atreus ( Dok. Santa Monica Studio / God of War )

Meskipun sempat dibesarkan oleh orang tua yang lengkap, sayangnya Atreus tak sempat merasakan kasih sayang Kratos saat masih bayi.

Atreus sendiri mengira kalau ayahnya pergi untuk mencari buruan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Padahal, Kratos sendiri meninggalkan keluarganya demi mengontrol emosi yang masih meledak-ledak.

Oleh karena itu, Atreus pun hanya tumbuh di bawah perawatan ibunya. Laufey lah yang selama ini mengajarkan cara memanah dan membaca huruf-huruf rune pada putranya tersebut.

Ia jugalah yang membuat busur panah yang selama ini dibawa oleh Atreus sampai sekarang.

3. Pengetahuan linguistiknya tergolong sangat hebat

Atreus membaca tulisan rune ( Dok. Santa Monica Studio / God of War )

Berkat didikan Laufey, Atreus mampu membaca semua tulisan rune yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Dengan begitu, ayah dan anak ini mampu melalui semua rute rahasia yang bisa dibuka dengan mengakses kode huruf rune tertentu.

Tidak hanya itu, Atreus juga menguasai sejumlah bahasa kuno seperti bahasa para kurcaci dan elf. Ia juga bisa memahami bahasa Jormungandr yang dikatakan telah lama punah.

Saking hebatnya kemampuan tersebut, Mimir sempat memuji bahwa skill Atreus tersebut adalah keterampilan khas yang berada di ranah para dewa.

Berkat hal itu juga, perjalanan Kratos pun berjalan lebih mudah. Mereka pun bisa memasuki rute-rute rahasia yang hanya bisa dimasuki oleh orang yang paham kode-kode rune tertentu.

4. Sempat memiliki masalah kesehatan

Kratos meminta Freya mengobati Atreus ( Dok. Santa Monica Studio / God of War )

Meskipun merupakan keturunan prajurit yang perkasa, nyatanya Atreus juga memiliki masalah kesehatan.

Sejak kecil, ia kerap sakit-sakitan sehingga Kratos sendiri sempat tak tega untuk mengajaknya bertualang. Ia sendiri baru berani mengajak putranya tersebut setelah mereka mulai dibuntuti Baldur dan kelompoknya.

Puncaknya terjadi saat Kratos terkena serangan Modi sehingga membuat Atreus marah dan memaksakan dirinya menggunakan Spartan Rage. Gara-gara itu, ia pun tumbang sehingga Kratos terpaksa membawanya ke Freya untuk diobati.

Untungnya setelah mendapat perawatan dari sang dewi, Atreus berhasil pulih dan cukup kuat untuk menemani perjalanan ayahnya.

5. Bertingkah sombong setelah tahu dirinya adalah dewa

Kratos memperingatkan Atreus untuk menjaga ucapan ( Dok. Santa Monica Studio / God of War )

Sebagai anak yang mulai mendekati fase remaja, Atreus sempat menjadi sombong setelah diberi Kratos tentang jati dirinya selama ini.

Ia bahkan mulai bersikap arogan terhadap rekan-rekannya sendiri seperti Sindri dan Brok. Tidak hanya itu, Atreus juga kembali bertindak ceroboh karena semua musuh di depannya dianggap tak ada apa-apanya di hadapan kekuatan dewa miliknya.

Yang paling parah, Atreus sempat tega membunuh Modi yang tak berdaya. Padahal Kratos sendiri sudah melarangnya untuk menyerang musuh yang tak bisa bertarung lagi.

Namun setelah berhasil keluar dari Helheim hidup-hidup dan membangkitkan portal menuju ke Jotunheim, sikap Atreus pun mulai kembali tenang seperti semula.

6. Memiliki potensi untuk menggunakan Spartan Rage seperti ayahnya

Atreus memaksakan diri menggunakan Spartan Rage ( Dok. Santa Monica Studio / God of War )

Tidak seperi saudari tirinya, Atreus yang telah dididik untuk bertarung sejak kecil ternyata mewarisi kemampuan khas ayahnya tersebut.

Ia ternyata mampu mengeluarkan Spartan Rage meski belum bisa menggunakannya. Hal itu sendiri dikarenakan fisik Atreus sendiri masih lemah dan dia juga belum mengontrol sepenuhnya amarah sebagai senjatanya sendiri.

Gara-gara hal itu juga, Atreus sempat jatuh sakit sehingga harus mendapat perawatan dari Freya.

Akan menarik jika Atreus nanti bisa menggunakan Spartan Rage dalam game God of War: Ragnarok pada tahun ini.

7. Nama aslinya adalah Loki

Kratos dan Atreus menaburkan abu Laufey di puncak gunung Jotunheim ( Dok. Santa Monica Studio / God of War )

Seperti yang kita tahu, Kratoslah yang menamai putranya tersebut dengan nama Atreus. Akan tetapi, rupanya Atreus sendiri memiliki nama lain: Loki.

Hal itu diketahui ayah dan anak ini saat mereka menemukan mural di bekas tempat tinggal para Jotnar yang meninggal akibat pembantaian yang dilakukan oleh Thor. Kratos sendiri bercerita bahwa Laufey selama ini ingin menamai putranya dengan nama tersebut.

Nama Loki ini seolah mengungkapkan bahwa keluarga Kratos memiliki peran penting dalam memenangkan pertarungan terakhir mereka dengan para dewa Nordik.

Itulah daftar fakta menarik dari Atreus, putra Kratos yang lahir di tanah Nordik. Bagaimana pendapat kalian? Jangan lupa tulis di kolom komentar, yah!

Baca Juga: Siapakah Baldur God of War? Ini 8 Faktanya!