Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Ben Grimm The Thing. (Dok. Marvel/Avengers: Doomsday)
Ben Grimm The Thing. (Dok. Marvel/Avengers: Doomsday)

Intinya sih...

  • Teaser Avengers: Doomsday membuka dengan dialog sendu Shuri, menegaskan kondisi batinnya dan pertemuan Wakanda dengan Fantastic Four.

  • Kontras lucu terjadi saat Raja M’Baku dari Wakanda bertemu dengan Ben Grimm, sang The Thing, menciptakan momen hangat sekaligus absurd.

  • Pertemuan antara Wakanda dan Fantastic Four menimbulkan pertanyaan besar, termasuk bagaimana Ben Grimm bisa sampai berhadapan langsung dengan perwakilan Wakanda.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki pekan keempat, rangkaian teaser Avengers: Doomsday terus menyajikan kejutan.

Dua pekan pertama sepenuhnya bermain di nostalgia era Phase 1, dengan sorotan pada Steve Rogers dan Thor. Pekan ketiga lalu mengambil belokan menarik dengan menghadirkan X-Men, membuka pintu nostalgia lintas semesta yang terasa berbeda bobotnya.

Lalu bagaimana dengan pekan keempat?

Alih-alih kembali ke figur individual, teaser terbaru justru mempertemukan dua dunia besar: Wakanda dan Fantastic Four, lewat perwakilan satu anggota mereka.

Apa makna pertemuan ini?

Apakah ini sekadar pancingan visual, atau petunjuk awal soal aliansi besar yang akan terbentuk di Doomsday?

Simak ulasannya di bawah ini.

1. Dibuka dengan dialog sendu Shuri

M'Baku dan Shuri. (Dok. Marvel/Avengers: Doomsday)

Teaser pekan keempat Avengers: Doomsday dibuka dengan nada yang jauh lebih muram. Shuri terdengar berbicara dengan suara tenang namun sarat beban, sementara ia melangkah di gurun. “Aku kehilangan semua orang yang penting bagiku.”

Kalimat itu langsung menegaskan kondisi batin Shuri, seorang sosok muda yang telah kehilangan terlalu banyak dalam waktu singkat. Di sela narasinya, teaser memperlihatkan kilasan bangsa Talokan, termasuk Namor.

Shuri kemudian melanjutkan: “Raja punya tugasnya untuk mempersiapkan orang-orang kami untuk akhirat. Dan aku punya tugasku.”

Lalu terungkap: Shuri ternyata tidak berjalan sendiri. Raja M’Baku melangkah di sisinya, begitu pula pasukan Wakanda yang bergerak teratur di belakang mereka.

Namun ke mana Wakanda sedang bergerak? Siapa yang cukup penting untuk mereka temui, hingga raja dan pasukan turun langsung ke gurun?

2. Kontras lucu

Ben Grimm The Thing. (Dok. Marvel/Avengers: Doomsday)

“Raja M’Baku dari Wakanda,” M’Baku memperkenalkan diri dengan wibawa penuh.

Lawan bicaranya terdiam sejenak, lalu menjawab santai: “Ben… uh, Yancy Street. Di antara Broome dan Grand.”

Yup. Itu Ben Grimm, sang The Thing.

Kontrasnya langsung terasa.

Kalau saja M’Baku bertemu Reed Richards, percakapannya mungkin akan penuh istilah ilmiah dan strategi kosmik. Jika yang ia hadapi Sue Storm, besar kemungkinan adegannya bernuansa diplomasi resmi, mengingat di The Fantastic Four: First Steps Sue memang sering tampil sebagai juru bicara di forum internasional.

Namun Marvel justru memilih jalan lain.

M’Baku, seorang raja dari peradaban paling maju di dunia, dipertemukan dengan anggota Fantastic Four yang paling “membumi”. Tidak ada gelar. Tidak ada basa-basi kenegaraan. Hanya perkenalan ala warga New York.

Hasilnya bukan merendahkan salah satu pihak, tapi menciptakan momen yang hangat sekaligus absurd. Dua dunia besar bertabrakan… lewat dua sosok yang sama-sama blak-blakan dan apa adanya.

Dan ya, ini tetap heboh. Karena pertanyaan besarnya bukan cuma “kenapa lucu”, tapi: bagaimana caranya Fantastic Four bisa sampai berhadapan langsung dengan perwakilan Wakanda?

3. Kok bisa Ben Grimm nyasar ke teritori Wakanda?

kapan Fantastic Four memasuki orbit Bumi di Earth-616 (dok. Marvel Studios/Thunderbolts)

Ini adalah salah satu hal paling menarik: ingat, Bumi Fantastic Four itu beda dari semesta utama Marvel.

Ini beda dari teaser X-Men kemarin dimana semua karakter mulai dari Professor X, Magneto, Cyclops, bahkan petunjuk Sentinel di latar belakang itu semuanya karakter semestanya sendiri.

Teaser ini crossover. The Thing, dari Earth-828, ketemu dengan Wakanda dari Bumi utama MCU.

Yah kita tahu bahwa di post-credits Thunderbolts, pesawat luar angkasa Excelsior terlihat oleh kelompok New Avengers, bikin cliffhanger epik. Apa ini kelanjutannya? Pesawat itu jatuh ke Bumi dan Fantastic Four terpisah?

Soalnya memang saat ini hanya Ben yang terlihat bertemu dengan Wakanda.

4. Patut dinantikan gimana reaksi Shuri ketemu Reed Richards

Pedro Pascal sebagai Reed Richards (instagram.com/fantasticfour)

Jika benar Fantastic Four yang “tersesat” di Bumi utama MCU akan dipandu, atau bahkan dilindungi, oleh Wakanda, maka satu pertemuan terasa sangat layak dinantikan: Shuri dan Reed Richards.

Perlu diingat, Earth-828 adalah dunia dengan tingkat teknologi yang luar biasa maju. Secara visual dunianya masih terjebak di estetika tahun 1960-an, tetapi di baliknya tersaji jelas berbagai lompatan teknologi besar, sebuah dunia retro-futuristik yang terasa hidup. Penyebab utamanya jelas: Reed Richards.

Di semesta tersebut, Fantastic Four adalah satu-satunya pahlawan yang diketahui eksis. Tidak ada Tony Stark. Tidak ada Hank Pym. Reed sendirian menjadi motor kemajuan dunia. Bahkan dalam film The Fantastic Four: First Steps, ia diperlihatkan mampu merancang konsep pemindahan Bumi ke bagian lain semesta demi menghindari kehancuran oleh Galactus, sebuah gagasan yang nyaris tak terbayangkan skalanya dan memang tak pernah dicoba atau bahkan dipikirkan di Bumi utama MCU.

Kini bayangkan ia bertemu Shuri.

Jika ini Shuri di era awal Black Panther, penuh rasa ingin tahu dan semangat bereksperimen, pertemuan itu mungkin akan langsung berubah menjadi dialog intelektual penuh antusiasme. Namun Shuri yang kita lihat sekarang adalah pemimpin yang telah kehilangan kakak dan ibunya, seseorang yang membawa luka mendalam di balik kejeniusannya.

Apakah Shuri akan menyambut Reed dengan sikap dingin dan penuh kewaspadaan? Ataukah justru kecerdasan Reed yang nyaris “gila” untuk standar Bumi utama MCU akan kembali menyalakan api intelektual Shuri, memberinya alasan untuk kembali terpesona pada kemungkinan, bukan sekadar bertahan dari kehilangan?

Dan ada satu kemungkinan lain yang membuat pertemuan ini semakin menarik: bagaimana jika Reed Richards diberi akses ke Vibranium?

Kolaborasi antara otak paling brilian di multiverse dengan sumber daya paling berharga di MCU berpotensi menghasilkan sesuatu yang sangat, sangat berbahaya, atau sangat menentukan bagi masa depan Avengers: Doomsday.

5. Doomsday Clock

Yang satu ini sebenarnya bukan bagian langsung dari teaser, tetapi dirilis berdekatan waktunya oleh Marvel di YouTube dan justru karena itu menarik untuk dibahas.

Kalau kamu perhatikan, di setiap teaser Avengers: Doomsday (termasuk yang terbaru ini) selalu ada satu elemen penutup yang konsisten: jam hitung mundur menuju tanggal rilis film.

Marvel lalu membawa gimmick itu selangkah lebih jauh dengan merilis sebuah livestream berjudul DOOMSDAY CLOCK. Bukan video teaser, bukan trailer, melainkan live streaming yang hanya menampilkan hitung mundur epik lebih dari 11 bulan menuju 18 Desember.

Dan ya… ini benar-benar livestream.

Lengkap dengan kolom live chat yang, saat saya cek, dipenuhi campuran spam, kebingungan, dan kekaguman.

Secara konsep, ini sederhana. Tapi secara simbolik, cukup kuat. Marvel seolah ingin menegaskan bahwa Doomsday bukan sekadar judul film, melainkan titik waktu yang terus mendekat, tak peduli kita siap atau tidak.

Yang bikin penasaran tentu satu hal: apa yang akan terjadi ketika hitung mundur ini mencapai nol?

Apakah hanya berakhir begitu saja di tanggal rilis film? Atau Marvel sedang menyiapkan kejutan tambahan, entah trailer final, pengumuman besar, atau sesuatu yang benar-benar di luar dugaan?

Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu.

Oh dan sambil menunggu kamu bisa cek video teasernya Wakanda ketemu Ben Grimm di bawah ini.

Editorial Team