Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Momen Vision Kena Nerf di Marvel Cinematic Universe!
Wanda dan Vision di Civil War. (Dok. Marvel Studios/Captain America: Civil War)
  • Vision memiliki kemampuan lengkap, tetapi beberapa situasi membuatnya tidak dapat menggunakan seluruh kekuatannya di MCU.

  • Di Civil War, Vision menahan diri karena hubungan personal dengan Wanda dan tujuan untuk menghentikan lawan tanpa mencelakainya.

  • Infinity War memperlihatkan Vision terluka, sementara tantangan penulisannya terletak pada cara memberi ruang bagi karakter yang sangat kuat dalam film ensemble.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
setelah debutnya di Avengers: Age of Ultron

Vision beberapa kali terlihat tidak bisa mengeluarkan potensi penuhnya dalam film-film MCU.

Sejak bagian awal film

Vision disergap dan ditusuk oleh Corvus Glaive dalam Avengers: Infinity War. Serangan itu membuatnya terluka dan kesulitan menggunakan kemampuan secara optimal.

menjelang akhir film

Luka Vision membuat Wanda menghadapi dilema yang lebih berat.

nanti

Vision akan disajikan dalam VisionQuest.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Vision beberapa kali terlihat tidak dapat menggunakan seluruh kemampuannya secara optimal dalam film-film MCU.
  • Who?
    Vision, Wanda, Corvus Glaive, Thanos, dan para Avengers terlibat dalam situasi tersebut.
  • Where?
    Situasi itu terjadi dalam film-film MCU, termasuk konflik di bandara Leipzig.
  • When?
    Setelah debut Vision di Avengers: Age of Ultron, terutama dalam Captain America: Civil War dan Avengers: Infinity War.
  • Why?
    Vision menahan diri karena tidak ingin mencelakai Wanda, lalu terluka dan harus menghadapi keterbatasan sebagai karakter yang sangat kuat dalam film ensemble.
  • How?
    Ia menahan penggunaan kekuatannya, disergap dan ditusuk Corvus Glaive, serta harus dilindungi dan dibantu Wanda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Vision adalah superhero yang sangat kuat. Ia bisa terbang, menembus benda, dan menembakkan energi. Tetapi ia menahan diri saat melawan Wanda. Lalu Corvus Glaive menusuknya sehingga ia kesulitan bertarung. Wanda membantu Vision. Di WandaVision, Vision menghadapi masalah tentang ingatan, identitas, dan hubungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keterbatasan Vision justru membuka ruang bagi konflik yang tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik. Hubungan personal, identitas, ingatan, dan dilema membuat karakternya tetap memiliki tantangan ketika kemampuan bertarungnya sangat lengkap. Pendekatan ini terlihat dalam WandaVision, ketika persoalan Vision tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang lebih kuat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Vision adalah salah satu superhero dengan kemampuan paling komplet di Marvel Cinematic Universe (MCU). Tubuhnya sulit dihancurkan, ia bisa menembus benda padat, menembakkan sinar energi dahsyat dari Mind Stone, bahkan mampu mengangkat Mjolnir!

Namun, setelah debutnya di Avengers: Age of Ultron, Vision justru beberapa kali terlihat tidak bisa mengeluarkan potensi penuhnya. Terutama dalam film-film Avengers garapan Russo Brothers, sosok yang seharusnya menjadi salah satu powerhouse utama ini justru sering berada dalam situasi yang membuatnya kesulitan.

Apakah Vision memang terlalu kuat untuk cerita Avengers? Atau ada masalah lain ketika harus menempatkan karakter dengan kemampuan sekomplet dirinya dalam film yang juga harus memberi ruang bagi banyak superhero lain?

Mari kita lihat beberapa momen ketika Vision terasa kena nerf di MCU!

1. Captain America: Civil War – Vision Menahan Diri

Vision vs Hawkeye (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Captain America: Civil War)

Salah satu hal menarik dari Captain America: Civil War adalah Vision lebih sering berhadapan dengan superhero lain daripada musuh yang benar-benar harus ia kalahkan.

Konfliknya dengan Wanda menjadi contoh paling jelas. Keduanya berada di kubu yang berbeda dalam perdebatan mengenai Sokovia Accords, tetapi hubungan personal mereka membuat situasinya jauh lebih rumit daripada sekadar pertarungan antarsuperhero.

Vision punya kemampuan yang sangat berbahaya jika digunakan tanpa menahan diri. Ia bisa menembakkan sinar energi dari Mind Stone, menembus berbagai benda padat, dan memiliki tubuh yang sangat tangguh.

Namun, ia tidak sedang berusaha menghancurkan lawannya. Vision masih peduli kepada Wanda dan ingin menghentikannya tanpa mencelakainya.

Situasi serupa juga terasa dalam konflik besar di bandara Leipzig. Vision memang ikut bertarung, tetapi tujuan utamanya bukan menghabisi para Avengers yang berseberangan dengannya.

Dengan kata lain, Vision tidak selalu kalah karena kurang kuat. Ada kalanya ia memang tidak bisa menggunakan seluruh kemampuannya tanpa mengorbankan tujuan yang ingin dicapainya.

2. Avengers: Infinity War – Ditusuk Corvus Glaive

Wanda dan Vision (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Avengers: Infinity War)

Kalau ada film yang paling membuat potensi Vision terasa terbuang, Avengers: Infinity War adalah kandidat kuatnya.

Sejak bagian awal film, Vision disergap dan ditusuk oleh Corvus Glaive. Serangan tersebut membuatnya terluka dan kesulitan menggunakan kemampuannya secara optimal.

Padahal, Vision seharusnya menjadi salah satu aset terpenting Avengers dalam menghadapi Thanos. Ia memiliki Mind Stone, kemampuan manipulasi kepadatan tubuh, daya tahan tinggi, dan serangan energi yang bisa memberikan ancaman serius kepada lawan.

Namun, akibat luka yang dideritanya, Vision menghabiskan sebagian besar film dalam kondisi tidak optimal. Ia harus dilindungi dan dibantu oleh Wanda, sementara ancaman Thanos dan pasukannya terus meningkat.

Dari sudut pandang cerita, kondisi ini memang memberikan alasan mengapa Vision tidak bisa langsung menyelesaikan pertarungan sendirian. Luka tersebut juga membuat Wanda harus menghadapi dilema yang lebih berat menjelang akhir film.

Tetapi dari sudut pandang penonton, situasinya cukup ironis. Karakter yang diperkenalkan sebagai salah satu makhluk terkuat di Avengers justru tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk menunjukkan potensinya ketika tim paling membutuhkannya.

Vision punya Mind Stone yang menjadi salah satu target utama Thanos, tetapi ia sendiri lebih sering berada dalam posisi harus diselamatkan.

3. Tantangan Menulis Vision: Terlalu Kuat untuk Film Ensemble?

Vision di Avengers: Infinity War (dok. Marvel Studios/Avengers: Age of Ultron)

Mungkin masalah terbesar Vision bukan semata-mata seberapa kuat dirinya, melainkan bagaimana menempatkannya dalam cerita yang harus membagi perhatian kepada banyak karakter.

Coba lihat film-film besar yang menampilkan Vision: Avengers: Age of Ultron, Captain America: Civil War, dan Avengers: Infinity War.

Ketiganya merupakan film ensemble dengan banyak superhero yang masing-masing harus mendapatkan momen untuk bersinar.

Sementara itu, Vision memiliki kombinasi kemampuan yang sangat komplet. Ia bisa terbang, menembakkan energi, menembus benda padat, dan bertahan dari serangan yang mungkin akan melumpuhkan karakter lain.

Kalau semua kemampuan tersebut digunakan secara optimal dalam setiap pertarungan, Vision berpotensi menyelesaikan sejumlah konflik dengan jauh lebih mudah. Akibatnya, penulis harus mencari alasan mengapa ia tidak langsung menggunakan kemampuan terbaiknya, entah melalui kondisi fisik, keterbatasan situasi, atau konflik personal.

Di sinilah tantangan menulis Vision terasa. Karakter yang terlalu kuat bukan berarti tidak bisa menarik, tetapi cerita harus memberinya masalah yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menembakkan sinar energi atau menembus tembok.

Menariknya, WandaVision menunjukkan salah satu pendekatan yang berbeda. Konflik Vision di sana tidak semata-mata bergantung pada siapa yang lebih kuat dalam pertarungan. Identitas, ingatan, hubungan personal, dan pertanyaan tentang apa yang membuat seseorang tetap menjadi dirinya sendiri justru menjadi bagian penting dari ceritanya.

Vision tidak harus mengalahkan musuh yang lebih kuat untuk menjadi karakter yang menarik. Ia juga bisa menghadapi dilema yang tidak memiliki solusi sederhana melalui kekuatan fisik.

Makannya, akan menarik melihat gimana nanti Vision bakal disajikan di VisionQuest!

Curated For You

Editorial Team

Related Article