TUTUP

Apakah Sistem Mentor di Film Spider-Man Justru Membuatnya Jadi Buruk?

Kamu sadar tidak kalau sistem mentor ini seakan menjadi khas

Kalau membandingkan film-film live action Spider-Man rasanya memang tidak akan ada habisnya.

Salah satu yang paling sering dibandingkan adalah Spider-Man Tom Holland di MCU dengan Spider-Man Tobey Maguire yang sangat berbekas di hati penggemarnya.

Tapi ada satu perbedaan mencolok dari Spider-Man Tom Holland, apa itu?

1. Semua filmnya memiliki sosok mentor, yaitu pahlawan lain yang sudah jago

slashfilm.com

Film Spider-Man MCU rasanya punya ciri khas yang sama. Setiap filmnya menghadirkan Peter dengan mentor yang ikut terlibat secara langsung maupun tidak dalam masalahnya Spidey.

Mentor ini adalah mereka, pahlawan yang sudah lebih dulu hadir dan berpengalaman.

Di film pertama ada Tony Stark, di film kedua ada Nick Fury (Talos), dan di film ketiga dikonfirmasi Doctor Strange yang akan mengisi posisi ini.

Baca Juga: Electro Hadir di Spider-Man 3, Apakah Sinister Six Akan Hadir di MCU?

2. Spider-Man selalu di bawah bayang-bayang pahlawan lain

cbr.com

Salah satu poin yang membuat Spider-Man Tom Holland dan Tobey Maguire dibanding-bandingkan adalah ini.

Bukan hanya di film kolaborasi, bahkan di film tunggalnya sendiri Spidey masih ada di bawah bayang-bayang pahlawan lain, yang di sini kita sebut mentor.

Apakah hal ini menjadi hal yang buruk? Jawabannya tergantung sudut pandangmu.

Kalau kamu melihat ini sebagai "cara" untuk Spider-Man membaur dengan dunia MCU, maka wajar saja hadir karakter MCU lainnya.

Tapi porsi karakter MCU tersebut yang takutnya dirasa terlalu berlebihan bagi sebagian orang membuat film tunggal Spider-Man jadi kurang terasa.

3. Spidey yang berjuang sendiri jadi bukan poin utama filmnya

cbr.com

Kalau kita ingat kembali, Spider-Man Maguire bahkan Garfield itu punya poin menarik di mana mereka adalah pahlawan tunggal yang mengalahkan musuh-musuhnya sendiri.

Tidak ada bantuan, tidak ada yang menggurui atau menjadi mentor, apalagi memberikan perlengkapan canggih.

Nah ini yang memang terasa kurang di versi MCU. Menurut saya pribadi, sistem mentor ini memang membuat film Spider-Man MCU jadi terasa berbeda.

Tapi berbeda tidak selalu buruk. Menarik juga melihat Spidey berinteraksi dengan para pahlawan lain, meskipun memang kalau bisa porsinya jangan terlalu banyak.

Untungnya meskipun ada mentor, pada akhirnya tetap Peter yang berjuang sendiri melawan musuh-musuhnya. Yang semoga di film ketiga bukan musuh yang dendam dengan Tony Stark lagi.

Nah kalau menurutmu, sistem mentor di film Spider-Man ini poin positif atau negatif?

Baca Juga: Jamie Foxx Dikabarkan Perankan Electro di Film Spider-Man MCU Ketiga