Ryu tampak bersiap fist bump dengan Ken. (Dok. Paramount Pictures/Street Fighter)
Menurut Kitao Sakurai, pertanyaan mengenai apakah Ken dan Ryu bisa kembali memulihkan hubungan mereka menjadi salah satu inti cerita film ini.
Dan itu mungkin merupakan bagian paling menarik dari video promo tersebut. Sampai sekarang, kita memang belum mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya menyebabkan Ryu dan Ken berpisah.
Kita memiliki beberapa potongan informasi: masa lalu mereka sebagai sahabat dan partner latihan, sebuah kejadian yang membuat keduanya mengambil jalan berbeda, pertarungan mereka, serta Ryu yang tampaknya dihantui oleh sesuatu dari masa lalunya.
Tetapi konteks lengkapnya masih disimpan untuk film.
Yang jelas, kondisi mereka setelah persahabatan tersebut retak tidak ideal bagi keduanya. Ken tidak lagi dipandang sebagai petarung legendaris, sementara Ryu memilih hidup menyendiri dan meninggalkan dunia pertarungan.
Menariknya, justru keadaan yang mempertemukan mereka kembali. Dan kali ini, Ryu tidak kembali bertarung karena sekadar ingin menjadi juara. Ia kembali karena ia kira Ken membutuhkan pertolongannya.
Kita tentu belum tahu seperti apa hasil akhirnya dan apakah Street Fighter (2026) akan berhasil sebagai film secara keseluruhan. Namun dari sisi pendekatan cerita, keputusan untuk menjadikan hubungan Ken dan Ryu sebagai salah satu pusat emosional film terasa sangat masuk akal.
Karena kalau ada satu hubungan yang memang sulit dipisahkan dari identitas Street Fighter, ya hubungan dua sahabat yang terus bertarung satu sama lain ini.