Ada fenomena menarik di dunia perfilman: sejumlah sutradara film horor yang mendapat respons positif dari kritikus ternyata punya latar belakang komedi.
Kok bisa?
Salah satu kemungkinan alasannya adalah karena komedi dan horor sebenarnya menggunakan beberapa “otot” yang sama. Keduanya mengandalkan timing, membangun ekspektasi, lalu memanipulasi ekspektasi penonton.
Bedanya, kalau komedi ingin penonton tertawa setelah kejutan tersebut, horor ingin penonton ketakutan.
Tentu saja, ini bukan satu-satunya alasan. Latar belakang, pengalaman, gaya visual, hingga ketertarikan pribadi masing-masing filmmaker tetap berpengaruh.
Lantas, siapa saja sutradara horor dengan latar belakang komedi?
