(Dok. Sayako Nagai, Toei Company/Samurai Vengeance)
Samurai Vengeance bukan film untuk semua orang.
Jika kamu datang dengan ekspektasi mendapatkan aksi balas dendam berdarah seperti Lady Snowblood, saya rasa kamu berisiko kecewa. Bahkan, bukan tidak mungkin kamu malah ketiduran di tengah pemutaran.
Sebenarnya, tempo film ini cukup terjaga. Namun, penyajiannya memang lebih banyak mengandalkan dialog, interaksi antarkarakter, serta sejumlah momen sunyi yang memberi ruang bagi penonton untuk mengamati dan mencerna kejadian. Bagi mereka yang mengharapkan pertarungan pedang secara rutin, pendekatan ini mungkin terasa terlalu lambat.
Tapi bagaimana dengan saya?
Mungkin sudah terlihat dari sejumlah review film yang pernah saya tulis, saya memang suka membedah karakterisasi dan interaksi antartokoh. Dan dalam aspek tersebut, Samurai Vengeance sangat memuaskan. Deretan karakter yang menarik, percakapan yang punya bobot, serta kecerdikan Kase dalam mengungkap misteri menjadi daya tarik utama bagi saya. Visualnya yang begitu cantik pun menjadi nilai tambah luar biasa.
Oh, dan tentu saja, twist-nya!
Ketika paruh kedua film mulai membuka tabir mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam Kikunosuke mengalahkan Sakubei, roller coaster emosinya terasa luar biasa. Saya memang sudah memiliki dugaan mengenai beberapa aspek misterinya, tetapi melihat kembali adegan pertarungan pembuka dengan konteks yang jauh lebih lengkap memberikan pengalaman tersendiri. Ada momen ketika saya hanya bisa tersenyum menyadari bagaimana semua potongan cerita tersebut akhirnya terhubung.
Namun, saya juga menyadari bahwa pengungkapan ini mungkin tidak akan memuaskan penonton yang lebih menyukai film balas dendam konvensional. Justru karena itulah saya berulang kali menekankan pentingnya memahami identitas Samurai Vengeance sebelum memutuskan untuk menontonnya.
Jangan datang dengan ekspektasi film aksi samurai. Datanglah untuk menikmati sebuah misteri berlatar Jepang era Tokugawa, dengan karakter-karakter menarik, drama manusia, dan visual yang memanjakan mata.
Untuk saya pribadi, Samurai Vengeance mendapatkan 4 dari 5 bintang.
Sebuah pengalaman menonton yang sangat menyenangkan, sekaligus pembuka yang menarik menjelang penyelenggaraan Japanese Film Festival 2026 pada 12 November mendatang!