Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
King Ghidorah di film Godzilla Minus Zero. Dok. TOHO
  • King Ghidorah di Godzilla Minus Zero berawal dari material putih misterius dari luar angkasa yang mampu menyerap DNA serta karakteristik biologis makhluk hidup.
  • Awalnya berkepala satu, Ghidorah gagal dimusnahkan dan justru berevolusi setelah menyerap listrik menjadi naga emas berkepala tiga dengan Gravity Beam.
  • Setelah menyerap sel Godzilla, Ghidorah memperoleh ciri dan serangan mirip Atomic Breath, tetapi akhirnya dikalahkan Godzilla saat kesulitan mengendalikan kekuatan barunya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Godzilla Minus Zero menghadirkan salah satu musuh paling ikonis dalam sejarah franchise Godzilla, yaitu King Ghidorah. Monster naga berkepala tiga ini akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berhadapan langsung dengan Godzilla dalam film garapan Takashi Yamazaki tersebut.

Namun, King Ghidorah dalam Godzilla Minus Zero ternyata memiliki asal-usul yang cukup berbeda dibandingkan beberapa versi sebelumnya. Ia tidak langsung muncul sebagai naga raksasa berwarna emas dengan tiga kepala, melainkan mengalami proses evolusi yang membuatnya semakin mengerikan.

Lantas, bagaimana asal-usul King Ghidorah dalam Godzilla Minus Zero?

1. King Ghidorah Berasal dari Material Misterius yang Jatuh dari Luar Angkasa

King Ghidorah di film Godzilla Minus Zero. Dok. TOHO

Dalam Godzilla Minus Zero, asal-usul Ghidorah bermula dari sebuah material berwarna putih misterius yang jatuh ke Bumi di antara peristiwa Godzilla Minus One dan sekuelnya.

Material tersebut kemudian menarik perhatian para peneliti. Ketika diteliti, mereka menemukan bahwa benda tersebut memiliki kemampuan untuk menyelimuti dan menyerap karakteristik biologis makhluk hidup yang berada di sekitarnya.

Dengan kata lain, material misterius tersebut mampu mengintegrasikan DNA dan karakteristik organisme lain ke dalam tubuhnya.

Kemampuan inilah yang membuat Ghidorah menjadi makhluk yang sangat berbahaya. Ia bukan sekadar monster dengan bentuk fisik tertentu, melainkan organisme yang bisa terus berkembang melalui proses penyerapan karakteristik makhluk lain.

Para ilmuwan kemudian memberikan nama Ghidorah dari gabungan dua istilah, yaitu Chimera dan Hydra. Nama tersebut menggambarkan kemampuan biologis Ghidorah yang menjadi salah satu ancaman terbesarnya dalam film ini.

2. Ghidorah Awalnya Hanya Memiliki Satu Kepala

King Ghidorah di film Godzilla Minus Zero. Dok. TOHO

Salah satu hal menarik dari King Ghidorah dalam Godzilla Minus Zero adalah bentuk awalnya yang sangat berbeda dari desain ikonisnya.

Ketika pertama kali muncul dan menyerang Matsumoto, Ghidorah hanya memiliki satu kepala. Tubuhnya juga belum memiliki penampilan naga emas berkepala tiga yang selama ini dikenal penggemar Godzilla.

Meski demikian, Ghidorah sudah memiliki kemampuan menghasilkan serangan energi menyerupai petir dari mulutnya. Pemerintah Jepang kemudian berusaha menghentikan monster tersebut menggunakan berbagai persenjataan. Salah satu rencana mereka melibatkan bom khusus yang disediakan militer Amerika Serikat. Namun, serangan tersebut tidak berhasil membunuh Ghidorah.

Manusia kemudian mencoba strategi lain dengan memasang penangkal petir pada tubuhnya untuk menarik energi listrik dari badai. Awalnya, metode tersebut terlihat berhasil karena Ghidorah sempat dilumpuhkan

Sayangnya, energi listrik yang diserap justru membuatnya semakin kuat. Ghidorah kemudian berevolusi menjadi monster raksasa dengan tiga kepala, dua ekor, serta tubuh bersisik keemasan. Dalam bentuk tersebut, ia juga mendapatkan kemampuan Gravity Beam, serangan energi yang dapat menghancurkan bangunan dan mengangkat berbagai objek di sekitarnya.

3. Ghidorah Mendapatkan Kekuatan Baru Setelah Menyerap Sel Godzilla

King Ghidorah di film Godzilla Minus Zero. Dok. TOHO

Evolusi Ghidorah ternyata belum berhenti setelah mendapatkan tiga kepala. Dalam pertarungan melawan Godzilla, salah satu kepala Ghidorah sempat terputus. Namun, bagian tubuh tersebut kemudian bersentuhan dengan sel Godzilla atau G-Cells.

Hal ini menghasilkan perubahan baru pada tubuh Ghidorah. Ia mendapatkan karakteristik biologis Godzilla, termasuk sisik, sirip punggung, dan kemampuan menghasilkan serangan panas yang menyerupai Atomic Breath.

Perkembangan ini membuat Ghidorah semakin berbahaya karena ia tidak hanya memiliki kemampuan evolusi dari material misterius yang membentuk tubuhnya, tetapi juga bisa memperoleh kekuatan dari organisme lain yang diserapnya.

Meski demikian, pada akhirnya, Godzilla berhasil mengalahkan Ghidorah dengan serangan Atomic Breath setelah monster berkepala tiga tersebut kesulitan mengendalikan kekuatan barunya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article