Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kemiripan Unik Film Exit 8 dan Resident Evil (2026)!
Exit 8 dan Resident Evil.
  • Exit 8 dan Resident Evil (2026) dibandingkan karena sama-sama menerjemahkan unsur spesifik game ke bahasa film.
  • Kedua film membuat cerita baru, tetapi tetap mempertahankan aturan, sensasi, atau mekanisme gameplay dari game asalnya.
  • The Lost Man dan Bryan sama-sama pria biasa yang menghadapi kehamilan pasangan serta gangguan komunikasi dalam situasi horor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Exit 8 atau Resident Evil (2026), mana pilihanmu?
Vote Now
2023

Game indie Exit 8 menjadi dasar adaptasi film dengan pendekatan horor psikologis dan konsep mencari anomali di koridor tanpa ujung.

2026

Resident Evil (2026) menghadirkan cerita baru tentang Bryan, seorang medical courier yang terjebak dalam kekacauan Raccoon City.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Exit 8 atau Resident Evil (2026), mana pilihanmu?
Vote Now
  • What?
    Exit 8 dan Resident Evil (2026) dibandingkan karena memiliki sejumlah kemiripan sebagai adaptasi game.
  • Who?
    The Lost Man, Bryan Hokudavich, Genki Kawamura, dan Zach Cregger menjadi tokoh yang terkait dalam dua film tersebut.
  • Where?
    Exit 8 berlatar koridor tanpa ujung, sedangkan Bryan dalam Resident Evil (2026) terjebak dalam kekacauan Raccoon City.
  • When?
    Exit 8 diadaptasi dari game indie 2023, sementara Resident Evil disebut sebagai Resident Evil (2026).
  • Why?
    Keduanya dinilai tidak mengadaptasi plot game secara literal, tetapi menjadikan game sebagai fondasi cerita film baru.
  • How?
    Exit 8 mempertahankan mekanisme mencari anomali, sementara Resident Evil (2026) mempertahankan bahasa visual dan mekanisme survival horror.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Exit 8 atau Resident Evil (2026), mana pilihanmu?
Vote Now

Exit 8 dan Resident Evil (2026) adalah dua film dari game. The Lost Man berjalan di koridor dan mencari anomali. Bryan adalah kurir medis di Raccoon City. Mereka sama-sama punya pasangan yang hamil. Ceritanya berbeda, tapi filmnya tetap memakai cara bermain dari game.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Exit 8 atau Resident Evil (2026), mana pilihanmu?
Vote Now

Perbandingan ini memperlihatkan ruang kreatif dalam adaptasi game. Exit 8 dan Resident Evil (2026) tidak sekadar memindahkan cerita asal ke layar, melainkan membangun karakter dan konflik baru sambil menjaga unsur permainan yang khas. Respons positif dari kritikus menunjukkan pendekatan tersebut dapat diterima pada dua skala franchise yang berbeda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Exit 8 atau Resident Evil (2026), mana pilihanmu?
Vote Now

Sebagai pembaca, kamu mungkin merasa komparasi ini random. Exit 8 adalah film adaptasi dari game indie 2023 dengan pendekatan horor psikologis dan konsep mencari anomali di sebuah koridor tanpa ujung. Sementara itu, Resident Evil (2026) merupakan adaptasi dari franchise survival horror legendaris milik Capcom yang penuh aksi, monster, dan body horror.

Tapi setelah menonton keduanya, saya justru merasa ada beberapa kemiripan unik di antara kedua film ini.

Bukan karena keduanya punya cerita yang mirip, melainkan karena keduanya berhasil menerjemahkan sesuatu yang sangat spesifik dari game ke dalam bahasa film.

Apa saja?

1. Sama-sama Adaptasi Game yang Mendapat Respons Positif

cuplikan dalam film Exit 8 (dok. Story Inc./Exit 8)

Mari mulai dari hal yang paling sederhana.

Exit 8 mengambil konsep game horor “temukan perbedaan” yang sebenarnya sangat minimalis. Game aslinya tidak ada cerita konvensional, tetapi sutradara Genki Kawamura mengembangkannya menjadi film yang memiliki karakter, konflik, dan lapisan emosional sendiri, termasuk melalui The Lost Man, The Walking Man, dan The Boy.

Sementara itu, Resident Evil (2026) mengambil franchise survival horror yang sudah memiliki sejarah panjang dan mencoba menerjemahkannya melalui cerita baru tentang Bryan, seorang medical courier yang terjebak dalam kekacauan Raccoon City.

Menariknya, kedua film sama-sama mendapat respons positif dari kritikus.

Exit 8 saat ini memiliki 91% Tomatometer dari 176 review di Rotten Tomatoes. Resident Evil (2026) sendiri sempat mencapai 96% Tomatometer.

Jadi, dua game dengan skala yang sangat berbeda ternyata sama-sama bisa menghasilkan adaptasi film yang mendapat sambutan kritis kuat.

2. Keduanya Bukan Adaptasi Mentah dari Game

cuplikan dalam film Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil)

Ini bagian yang menurut saya paling menarik.

Exit 8 tidak memiliki cerita panjang untuk sekadar dipindahkan ke layar. Game aslinya pada dasarnya memberikan premis sederhana: berjalan melewati koridor, mencari anomali, lalu memutuskan apakah harus maju atau kembali.

Kawamura kemudian membangun cerita baru di sekeliling konsep tersebut. Film memberikan sorotan kepada The Lost Man yang diperankan Kazunari Ninomiya, termasuk persoalan hubungan, penyesalan, ketakutan terhadap masa depan, dan kemungkinan menjadi seorang ayah.

Koridornya juga diperpanjang sedikit hingga ada objek baru yang tak ada di game. Anomali-anomalinya pun ada yang baru, yang terutama mengincar persoalan pribadi The Boy, The Lost Man, dan The Walking Man.

Resident Evil (2026) bahkan mengambil kebebasan yang lebih ekstrem.

Resident Evil jelas memiliki lore dan cerita yang sangat luas. Namun Zach Cregger tidak memilih mengadaptasi kisah Resident Evil 2 atau Resident Evil 3 secara langsung. Ia membuat cerita baru dengan Bryan sebagai protagonis, sambil mengubah sejumlah aspek dunia dan infeksi.

Jadi, keduanya sama-sama melakukan hal yang cukup berani: mereka tidak hanya memindahkan game ke layar, tetapi menggunakan game tersebut sebagai fondasi untuk membuat cerita film mereka sendiri.

3. Gameplay-nya Tetap Dipertahankan

cuplikan dalam film Exit 8 (dok. Story Inc./Exit 8)

Nah, ini bagian yang menurut saya paling lucu.

Exit 8 memang menambahkan karakter dan cerita yang tidak ada di game. Namun mekanisme dasarnya tetap menjadi inti film:

  • Lewati koridor.

  • Perhatikan apakah ada anomali.

  • Kalau ada, putar balik.

  • Kalau tidak ada, terus maju.

Kesalahan kecil tetap bisa membuat karakter kembali ke titik awal. Bahkan ketika konsep tersebut diterjemahkan menjadi drama, kita bisa merasakan frustrasi yang sama: satu kesalahan dapat membuat semua kemajuan sebelumnya terasa sia-sia.

Resident Evil (2026) melakukan hal yang berbeda tetapi memiliki prinsip serupa.

Cregger mengambil cerita yang sama sekali baru, tetapi mempertahankan banyak bahasa visual dan mekanisme yang terasa seperti permainan Resident Evil: perspektif kamera, eksplorasi, keterbatasan amunisi, perkembangan persenjataan, pintu/gerbang terkunci, berbagai easter egg, hingga rasa panik ketika karakter harus bertahan hidup dengan sumber daya terbatas.

Jadi, meskipun cerita game-nya tidak diadaptasi secara mentah, “cara bermainnya” masih terasa.

4. Protagonisnya Sama-sama Pria Biasa yang Berhadapan dengan Kemungkinan Menjadi Ayah

Bryan dalam Resident Evil (dok. Columbia Pictures/Resident Evil)

Dan di sinilah komparasinya mulai terasa sangat random tetapi juga sangat spesifik.

The Lost Man di Exit 8 mengetahui bahwa mantan pasangannya sedang hamil. Kabar tersebut membuatnya menghadapi ketakutan dan keraguan mengenai hubungan serta masa depannya.

Sementara itu, Bryan Hokudavich di Resident Evil (2026) juga bukan tentara, polisi, atau veteran monster. Dia hanya kurir medis biasa yang pacarnya, Michelle, sedang hamil.

Bahkan ada kemiripan kecil lainnya: keduanya sempat berkomunikasi dengan pasangan mereka melalui telepon sebelum komunikasi tersebut terganggu.

Perbedaannya, The Lost Man kemudian memiliki pengalaman yang berkaitan langsung dengan sosok pasangannya di dalam koridor, sementara Michelle tidak pernah benar-benar ditampilkan secara fisik dalam cerita Bryan.

Dan tentu saja, kedua film menggunakan kehamilan tersebut dengan cara yang sangat berbeda.

Tapi tetap saja... dua pria biasa, dua pacar hamil, dua film horor, dan keduanya mengalami gangguan komunikasi sebelum hidup mereka berubah menjadi neraka.

Ini mirip hanya saja hasilnya beda.

5. Ada Kengerian yang Berhubungan dengan Keluarga dan Bayi

Fakta Film Exit 8 (screenrant.com)

Kemiripan terakhir ini bahkan lebih gelap.

Di Exit 8, terdapat sejumlah anomali yang berkaitan dengan kehidupan personal The Lost Man. Salah satunya adalah komunikasi palsu dari pasangannya yang membuatnya melakukan kesalahan dan kembali ke awal. Ada pula anomali berupa suara tangisan bayi yang muncul dari deretan coin locker.

Sementara itu, Resident Evil (2026) memiliki salah satu bagian paling mengerikan di Maternity Ward, ketika Bryan berhadapan dengan konsekuensi mengerikan dari infeksi terhadap orang-orang dan bayi di tempat tersebut.

Ada juga satu bagian yang masuk interpretasi dan belum disampaikan gamblang oleh Cregger.

Salah satu hal yang menarik dari Resident Evil (2026) adalah konsep para infected yang dapat bergabung satu sama lain menjadi bentuk biologis yang mengerikan.

Apakah ini memang dimaksudkan sebagai metafora mengenai ketakutan Bryan terhadap keluarga dan menjadi seorang ayah?

Belum tentu. Film tidak memberikan konfirmasi eksplisit mengenai interpretasi tersebut.

Namun secara tematik, konsep tersebut menarik untuk dibaca demikian: Bryan menghadapi gambaran keluarga yang berubah menjadi sesuatu yang kehilangan batas antara satu individu dengan individu lainnya.

Kalau dibaca bersama ketakutannya terhadap kehamilan Michelle, konsep keluarga dalam film ini bisa terasa jauh lebih mengganggu daripada sekadar “monster yang kebetulan bisa bergabung.”

Dan justru di situlah dua film ini terasa punya hubungan yang tidak biasa.

Exit 8 menggunakan anomali untuk memvisualisasikan kecemasan personal The Lost Man.

Resident Evil (2026) menggunakan body horror untuk menghadirkan ketakutan Bryan terhadap situasi yang semakin berada di luar kendalinya.

Keduanya mengambil sesuatu yang sangat sederhana dari game (koridor yang terus berulang dan monster yang terus mengejar) lalu menggunakannya sebagai wadah untuk persoalan yang jauh lebih personal.

Jadi, Kenapa Exit 8 dan Resident Evil (2026) Bisa Dibandingkan?

cuplikan dalam film Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil)

Kalau kita lihat hanya sekilas, keduanya memang terasa seperti dua film yang tidak mungkin dibandingkan.

Satu tentang pria yang berjalan melewati koridor stasiun dan mencari anomali.

Satu lagi tentang medical courier yang dikejar monster di Raccoon City.

Tetapi keduanya menunjukkan pendekatan adaptasi game yang menurut saya menarik: tidak harus mengadaptasi plot game secara literal untuk terasa seperti game.

Exit 8 mempertahankan aturan dan sensasi gameplay sambil membangun drama baru.

Resident Evil (2026) mempertahankan bahasa visual dan mekanisme survival horror sambil membangun cerita baru yang sangat jauh dari lore game klasik.

Dan mungkin justru itu salah satu alasan kenapa kedua film ini terasa seperti adaptasi game yang memahami medium asalnya, meskipun keduanya mengambil kebebasan yang cukup besar.

Pilih adaptasi game yang paling menarik buatmu

Exit 8 atau Resident Evil (2026), mana pilihanmu?

See More
Exit 8
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Resident Evil (2026)

Curated For You

Editorial Team

Related Article