Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Karakter Street Fighter (1994) yang Tersaji Lebih Baik dari 2026
Guile. (Dok. Capcom, Paramount Pictures/Street Fighter)
  • M. Bison versi Raúl Juliá unggul melalui wibawa, karisma, dan penyampaian dialog yang kuat.

  • Zangief 1994 terasa lebih hadir dalam cerita, sementara versi 2026 belum mendapat cukup ruang untuk bersinar.

  • Guile 1994 memiliki posisi sentral dan fungsi jelas, meski versi 2026 lebih mirip karakter game.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1994

Film Street Fighter menghadirkan M. Bison, Zangief, dan Guile dengan peran yang dinilai lebih berkesan dalam beberapa aspek.

2026

Versi terbaru menghadirkan M. Bison, Zangief, dan Guile dengan pendekatan berbeda, tetapi beberapa karakter dinilai belum mendapat cukup kesempatan untuk menonjol.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perbandingan karakter Street Fighter dalam film 1994 dan 2026 menunjukkan M. Bison, Zangief, serta Guile versi 1994 lebih berkesan.
  • Who?
    M. Bison, Zangief, dan Guile, termasuk pemeran Raúl Juliá, Jean-Claude Van Damme, David Dastmalchian, Olivier Richters, dan Cody Rhodes.
  • Where?
    Perbandingan berlangsung dalam film Street Fighter 1994 dan 2026, termasuk adegan markas Shadaloo, kelab malam, bar, dan turnamen.
  • When?
    Film yang dibandingkan berasal dari tahun 1994 dan 2026.
  • Why?
    Versi 1994 dinilai lebih berkesan karena memiliki wibawa, fungsi cerita, atau kesempatan tampil yang lebih kuat.
  • How?
    Perbandingan dilakukan melalui penilaian terhadap akting, penampilan fisik, adegan pertarungan, karisma, serta posisi karakter dalam cerita.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film Street Fighter punya karakter yang dibandingkan dari tahun 1994 dan 2026. M. Bison, Zangief, dan Guile versi lama dianggap lebih berkesan. Raúl Juliá, Jean-Claude Van Damme, dan pemain lainnya membuat mereka terasa penting. Versi baru terlihat bagus, tetapi beberapa karakternya belum banyak mendapat kesempatan untuk bersinar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perbandingan ini memperlihatkan bahwa kualitas karakter tidak hanya ditentukan oleh kemiripan fisik dengan versi game. Wibawa, karisma, fungsi dalam cerita, dan kesempatan untuk tampil juga berpengaruh terhadap kesan penonton. Karena itu, beberapa karakter dari film 1994 tetap dapat terasa kuat meski adaptasinya memiliki banyak kelemahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kita membahas karakter Street Fighter (2026) yang disajikan lebih baik daripada versi film 1994, wah, daftarnya bisa panjang!

Blanka, Dhalsim, Ryu, Ken, Balrog, dan masih banyak lagi. Bahkan, perbandingan itu bisa menjadi artikel tersendiri.

Namun, bagaimana kalau kita membalik pertanyaannya? Adakah karakter Street Fighter (1994) yang justru lebih baik daripada versi 2026?

Ternyata ada juga!

Meski film 1994 punya banyak kelemahan sebagai adaptasi, beberapa karakternya justru terasa lebih berkesan dibandingkan versi terbaru. Berikut tiga pilihan saya!

1. M. Bison

Raul Julia M. Bison. (Dok. Capcom/Street Fighter 1994)

Raúl Juliá memerankan M. Bison dalam kondisi kesehatan yang buruk. Karena itu secara fisik, penampilannya memang jauh dari sosok Bison yang kita kenal melalui game.

Namun, kalau berbicara soal wibawa dan penyampaian dialog bombastis, Juliá terasa berada di level yang berbeda dibandingkan sebagian besar pemeran lainnya.

Ini mungkin tidak mengherankan. Juliá adalah aktor berpengalaman yang mampu membuat dialog absurd sekalipun terdengar meyakinkan berkat karisma dan totalitas aktingnya.

Bison versinya bisa tampil menggelikan, tetapi tetap terasa seperti seorang diktator yang benar-benar percaya bahwa dirinya adalah pusat alam semesta. Ia mampu memadukan kegilaan, kesombongan, dan ancaman dalam satu penampilan.

Sementara itu, M. Bison versi David Dastmalchian dalam film 2026 mengambil pendekatan yang berbeda. Sayangnya, bagi saya, keeksentrikannya belum diimbangi dengan wibawa dan karisma yang membuat Bison versi Juliá begitu ikonik.

Saya merasa, dengan arahan dan naskah yang lebih kuat, Dastmalchian sebenarnya berpotensi menghadirkan Bison yang unik. Mungkin sekuel nanti bisa memberinya kesempatan untuk menyajikan karakter yang lebih definitif.

Namun, untuk sekarang, Bison versi Raúl Juliá masih unggul jauh dalam hal wibawa dan penyampaian dialog.

Bahkan ketika film 1994 membuat Bison menjadi sosok yang konyol, Juliá tetap membuat kita percaya bahwa karakter ini punya wibawa yang pas untuk seorang diktator.

2. Zangief

Zangief. (Dok. Capcom/Street Fighter)

Ini sebenarnya cukup tragis.

Zangief merupakan salah satu karakter yang paling berhasil disajikan dalam film Street Fighter (1994). Ia bukan penjahat yang kejam, melainkan sosok lugu yang setia kepada Bison karena tidak sepenuhnya memahami situasi di sekelilingnya.

Namun, keluguan tersebut tidak membuatnya kehilangan kesan sebagai petarung yang sangat kuat.

Salah satu momen terbaiknya adalah ketika Zangief berhadapan dengan E. Honda di tengah miniatur kota yang digunakan sebagai properti di markas Shadaloo. Pertarungan itu terasa kocak sekaligus keren, seperti menyaksikan dua kaiju bertarung di tengah kota mini.

Zangief mungkin tidak selalu memahami apa yang sedang terjadi, tetapi ketika ia mulai bertarung, kita tetap bisa melihat kekuatan fisiknya.

Bandingkan dengan Zangief versi 2026, yang diperankan oleh Olivier Richters. Dari segi fisik, Richters terasa seperti pilihan yang sangat tepat. Postur tubuhnya yang luar biasa besar membuatnya cocok untuk menghidupkan pegulat legendaris ini.

Adegan perkelahiannya di kelab malam juga menunjukkan potensi tersebut. Saya bisa membayangkan Richters menghadirkan Zangief dengan perpaduan kekuatan fisik dan komedi yang sama menariknya dengan versi 1994.

Sayangnya, film 2026 tidak memberinya cukup banyak kesempatan untuk bersinar.

Setelah kemunculannya dalam adegan tersebut, Zangief tidak memiliki peran berarti dalam cerita. Ia bahkan terasa kurang menonjol dibandingkan E. Honda, yang juga hanya tampil sebentar tetapi setidaknya memiliki fungsi yang lebih jelas.

Zangief versi 1994 mungkin bukan adaptasi yang sempurna, tetapi ia benar-benar terasa seperti karakter yang hadir dalam film.

Sementara itu, versi 2026 terasa seperti karakter yang punya potensi besar, tetapi filmnya tidak tahu harus diolah seperti apa.

3. Guile

Jean Claude Van Damme Guile 1994. (Dok. Capcom/Street Fighter)

Nah, perbandingan ini cukup lucu.

Di satu sisi, kita punya Guile versi Jean-Claude Van Damme dalam film 1994: seorang pria dengan aksen Belgia, rambut yang tidak terlalu menyerupai gaya khas Guile di game, dan tinggi sekitar 1,77 meter.

Di sisi lain, kita punya Guile versi Cody Rhodes dalam film 2026. Tubuhnya kekar, tingginya sekitar 1,88 meter, dan ia tampil dengan rambut khas Guile serta tank top hijau yang langsung mengingatkan kita pada penampilan karakter tersebut dalam game.

Secara visual, Rhodes terasa seperti pilihan yang sangat tepat untuk Guile. Ia memiliki postur dan penampilan yang membuat kita mudah membayangkan karakter tersebut keluar dari layar permainan.

Karena itu, saya sempat berharap versi 2026 akan menghadirkan Guile yang lebih berkesan daripada versi Van Damme.

Bahkan, film tidak perlu menjadikannya tokoh utama seperti dalam film 1994. Cukup berikan Guile satu pertarungan penting, misalnya ketika ia mencoba menghadapi Bison lalu dikalahkan. Adegan seperti itu saja bisa membuatnya terasa sebagai petarung tangguh yang memiliki fungsi jelas dalam cerita.

Sayangnya, Guile versi 2026 lebih banyak beraksi dalam perkelahian di bar. Setelah itu, ia kalah dari Vega pada ronde pertama turnamen dalam adegan yang berlangsung di luar layar.

Alih-alih menjadi salah satu petarung yang paling menonjol, Guile justru lebih sering berfungsi sebagai comic relief melalui komentar-komentar jenakanya.

Memang, film ini tampaknya masih menyiapkan peran penting bagi Guile dalam perburuan Bison. Bukan tidak mungkin sekuelnya nanti akan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi Cody Rhodes untuk menunjukkan kemampuan karakternya.

Namun, untuk sekarang, saya justru merasa Guile versi Van Damme lebih berkesan.

Setidaknya, Guile versi 1994 memiliki posisi sentral dalam cerita dan kesempatan untuk menghadapi Bison secara langsung. Terlepas dari berbagai masalah adaptasi film tersebut, kita tidak perlu bertanya-tanya apa fungsi Guile dalam ceritanya.

Ironisnya, Guile versi 2026 terlihat jauh lebih mirip dengan karakter game, tetapi Guile versi 1994 justru terasa lebih penting dalam filmnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article