TUTUP

Batman V Superman Kurang Laku, Warner Bros Kurangi Jumlah Produksi Film!

Apakah ini juga akan berdampak pada kelangsungan DC Entertainment Universe?

Menyusul kurang lakunya film-film yang dirilis pada 2015 dan kurang lakunya penjualan salah satu project film terbesarnya tahun ini, Batman V Superman: Dawn of Justice. Pihak Warner Bros pun mengumumkan akan mengurangi produksi film mereka.

[read_more id="246723"]CEO Warner Bros Kevin Tsujihara mengatakan bahwa studionya akan berfokus pada 3 project film mereka yang paling potensial, yaitu: DC Comics, LEGO dan spin-off Harry Potter. Ketiga project film ini diharapkan dapat menjadi tumpuan dana untuk beberapa project film original lainnya. Pada tahun sebelumnya beberapa film besar yang cukup banyak menghabiskan dana seperti Jupiter Ascending, Pan dan In The Heart of The Sea tidak mendapatkan keuntungan yang cukup. Tidak terkecuali dengan Batman V Superman yang merupakan project besar perdana Warner Bros di tahun 2016 ini. Dikabarkan film yang menurut [outbound_link text="imdb" link="http://www.imdb.com/title/tt2975590/"] menghabiskan dana lebih dari $250 juta ini hanya mendapatkan $166,1 juta di Amerika dan hanya $422 juta di seluruh dunia terhitung sejak penayangannya hingga akhir Maret lalu.

Beberapa pihak berpendapat bahwa kendati Batman V Superman akan meraup keuntungan, namun masih dirasa tidak mampu sebagai sumber dana utama bagi Warner Bros. Terlebih beberapa sumber menyebutkan bahwa film ini tidak hanya menghabiskan dana di kisaran $250-300 juta melainkan mencapai lebih dari $400 juta. Lebih lanjut ada pihak yang memprediksi bahwa film perdana yang mempertemukan tokoh-tokoh utama dari DC Universe ini bahkan tidak akan bisa melampaui Jurassic World yang mencapai $1 miliar di seluruh dunia. Bahkan film terakhir dari sang kompetitor, Avengers: Age of Ultron berhasil [outbound_link text="mencapai" link="http://www.boxofficemojo.com/franchises/chart/?id=avengers.htm"] total $1,4 miliar di seluruh dunia.

Keterkejutan pihak Warner atas kurang berhasilnya BvS membuat beberapa pihak mulai berspekulasi bahwa Warner akan mulai melakukan penyesuaian pada film dari rangakaian DCEU yang telah dijadwalkan hingga 2020 mendatang. Penyesuaian tersebut tentunya akan melibatkan banyak hal termasuk kelangsungan Zack Snyder sang sutradara BvS yang juga akan menjadi sutradara untuk dua film Justice League mendatang. Kendati sebuah pihak yang dekat dengan Warner Bros mengatakan hal tersebut adalah pilihan terakhir dan mereka akan lebih berfokus untuk mengevaluasi apa yang membuat BvS kurang laris di pasaran. Lebih lanjut pembatasan film ini lebih kepada film-film lokal seperti yang banyak mereka rilis sebelumnya. Warner juga masih akan bergantung pada film-film dari para sutradara andalannya seperti Affleck, Clint Eastwood, Christopher Nolan dan Todd Phillips. Dikabarkan Warner akan merilis total 18 film pada tahun ini dan 19 film pada 2017 mendatang.

Terpuruknya Warner Bros ini disinyalir sebagai buntut keputusan Jeff Bewkes selaku pimpinan TimeWarner mengenai pergantian pucuk kepemimpinan Warner Bros yang mendadak dari Alan Horn ke Kevin Tsujihara dan pergantian kepala di beberapa bagian lainnya pada 2011 lalu. Hal ini memicu ketidak stabilan dan berujung pada menurunnya kualitas film yang diproduksi oleh Warner yang justru menjadi celah bagi sang kompetitor, Disney untuk memperbaiki kondisi keuangan mereka yang juga sempat memburuk pada saat itu.

Kesempatan terbesar kedua bagi Warner jika masih ingin berharap pada film adaptasi dari DC Comics untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya datang melalui Suicide Squad yang dijadwalkan dirilis pada 5 Agustus mendatang. Apakah nantinya film regu para penjahat ini justru lebih sukses dibanding para heronya? Atau mungkin justru akan muncul perubahan-perubahan jadwal tayang atau bahkan perubahan staff untuk film-film DC mendatang? Menarik untuk kita nantikan!

source: [outbound_link text="Hollywood Reporter" link="http://www.hollywoodreporter.com/news/warner-bros-mulls-releasing-films-881265"]