TUTUP

Benarkah Bikini Bottom Dulunya Adalah Lokasi Uji Coba Nuklir!?

Wah! Jangan-jangan Spongebob dan kawan-kawan itu adalah efek dari mutasi radiasi nuklir!

Kota Bikini Bottom yang menjadi latar utama di serial TV animasi populer Spongebob Squarepants memang merupakan lokasi fiksional, tapi di dunia nyata, dulunya daerah perairan ini merupakan lokasi uji coba nuklir lho!

Meskipun merupakan lokasi fiksi, hampir semua orang -setidaknya mereka yang rajin menonton TV- pasti tahu dengan kota Bikini Bottom, yang merupakan latar utama di serial animasi Spongebob Squarepants yang sampai sekarang masih sangat populer di kalangan penikmat televisi Tanah Air. [duniaku_baca_juga] Bikini Bottom merupakan kota bawah laut yang menjadi tempat tinggal para tokoh-tokoh utamanya seperti Spongebob, Patrick, Tn. Krab, Squidward, dan Plankton. Kota ini merupakan rumah dari banyak lokasi ikonik di dalam serialnya seperti restoran Krusty Krab, pantai bawah laut Goo Lagoon, Jalan Keong yang menjadi lokasi tempat tinggal Spongebob dan teman-teman, dan berbagai macam tempat lainnya. [read_more id="355444"] Kalau misalkan penulis mengatakan bahwa kota bawah laut ini benar-benar ada, mungkin itu kurang tepat karena yang namanya peradaban bawah laut dan ikan-ikan yang bisa berbicara layaknya manusia biasa itu mustahil ada, namun lokasi spesifik Bikini Bottom ada di dunia nyata lho! Di dalam serial Spongebob Squarepants, sempat disebutkan beberapa kali bahwa Bikini Bottom berada di bawah perairan Samudera Pasifik, tepatnya di daerah Bikini Atoll. Dan tahukah kalian, bahwa dulunya Bikini Atoll ini merupakan daerah uji coba nuklir? Sumber: Wikipedia[/caption] Bikini Atoll atau Atol Bikini merupakan sebuah tempat yang berada di wilayah Mikronesia, bagian dari Kepulauan Marshall yang terletak di Samudera Pasifik. Negara Kepulauan Marshall sendiri pertama kali ditemukan oleh Spanyol dan kemudian oleh Jerman sekitar tahun 1600-an, yang kemudian dimanfaatkan sebagai tempat produksi Minyak Kopra dari Buah Kelapa. Pada masa Perang Dunia 2, wilayah Kepulauan Marshall termasuk daerah Bikini Atoll sempat diduduki oleh pasukan Jepang, sebelum akhirnya direbut oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah pertempuran sengit yang mengakibatkan banyaknya korban yang berjatuhan dari sisi tentara Jepang dan akhirnya berujung pada kekalahan mereka. Lalu pada bulan Desember tahun 1945, President Harry S. Truman memerintahkan pemimpin-pemimpin Angkatan Udara dan Laut Amerika Serikat untuk melakukan pengujian peledakan bom atom. Dikarenakan lokasinya yang jauh dari banyak peradaban dan tergolong bebas dari ancaman, akhirnya daerah Bikini Atoll terpilih menjadi situs uji coba senjata nuklir tersebut. [read_more id="354277"] Setelah mengevakuasi seluruh penduduk di daerah Bikini Atoll di bulan Februasi 1946, pada bulan Juli di tahun yang sama Amerika mengadakan sebuah uji coba senjata nuklir berskala besar di Bikini Atoll, yaitu dengan peledakan dua bom atom yang mereka beri nama "ABLE" dan "BAKER". Uji coba ini bertujuan untuk melihat efek dari peledakan bom atom terhadap kapal-kapal perang. Uji coba senjata nuklir di tahun 1946 ini menjadi uji coba pertama yang diumumkan secara formal kepada publik, sekaligus menjadi uji coba pertama dengan saksi mata dari berbagai pihak di luar militer sendiri, termasuk media-media yang diundang untuk meliputnya. Diberi nama Operation Crossroads, uji coba ini diabadikan lewat sebuah foto yang diambil oleh pihak Militer Amerika Serikat. Sumber: The National Security Archives[/caption] Dengan berakhirnya perang, Bikini Atoll kemudian ditinggalkan oleh Amerika Serikat dan tidak lagi menjadi situs uji coba nuklir. Daerah ini kemudian menjadi salah satu tujuan wisata favorit para penyelam karena perairan ini memiliki pemandangan bawah laut yang sangat indah, sebelum akhirnya pada tahun 2010 Bikini Atoll resmi menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.
Lalu, apa hubungannya sejarah Bikini Atoll dengan kota bawah laut Bikini Bottom di seri Spongebob Squarepants? Sebenarnya tidak ada, namun kalau anda penyuka teori konspirasi atau seorang "cocoklogist", tidak menutup kemungkinan bahwa ikan-ikan atau spons yang bisa berbicara itu merupakan efek dari mutasi genetik akibat radiasi nuklir bukan? Hehehehehehehehe. Ahem, bercanda, bercanda. Tapi yang jelas, semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan pembaca Duniaku.net! Diedit oleh Fachrul Razi