TUTUP

Benarkah Ada Hubungannya Antara Demo FPI dengan Film V for Vendetta?

Remember, Remember The 4th of November!

Jakarta bergejolak. Sejumlah ormas Islam termasuk FPI berencana akan melakukan demo besar-besaran di depan Istana Merdeka pada Jumat, 4 November nanti. Hal ini terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur petahana DKI Basuki T Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu. Kejadian ini bermula ketika Ahok menyambangi warga di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Dalam dialog antar warga tersebut, Ahok sempat menyinggung isu agama yang sering dibawa-bawa saat kampanye pemilihan kepala daerah Jakarta tahun 2017. Kontroversi pun mencuat ketika Ahok mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa warga Jakarta "jangan sampai dibodohi pakai surat Al-Maidah ayat 51". Sontak saja pernyataan itu langsung mendapat beragam respons dari masyarakat, termasuk tuduhan penistaan ayat suci Al-Quran dan agama yang dilakukan oleh gubernur Jakarta tersebut. Meskipun dalam sebuah kesempatan berikutnya Ahok sudah meminta maaf dan memberi penjelasan mengenai maksud dari ucapannya, namun hal itu tidak membuat sejumlah ormas Islam termasuk FPI untuk berhenti menuntut Ahok supaya diproses secara hukum terkait tuduhan penistaan agama. Puncaknya, kegeraman umat muslim yang tergabung lewat berbagai ormas ini mungkin akan terjadi pada tanggal 4 November nanti, di mana seluruh umat muslim di Indonesia akan bersatu dan berkumpul di Jakarta dalam aksi demo besar-besaran menuntuk supaya Ahok segera ditindak secara hukum. Bukan tak mungkin, demo yang katanya akan dihadiri oleh lebih dari 1 juta orang tersebut sekaligus sebagai agenda menggulingkan tahta kekuasaan Gubernur DKI Basuki T Purnama dari singgasananya. Andaikan rencana menggulingkan kekuasaan ini benar-benar terjadi pada tanggal 4 November nanti, apakah hal tersebut memiliki hubungan dengan sebuah sejarah kelam bangsa Inggris yang terjadi tanggal 5 November? [read_more id="245613"] Jika kamu pernah menonton film V for Vendetta, mungkin tak akan asing mengenai kejadian 5 November. Bermula pada tahun 1605 dimana terjadi sebuah rencana atau plot untuk menggulingkan kekuasaan Raja King James I dan anggota parlemen Inggris waktu itu dengan menggunakan gun powder yang ditimbun di bawah tanah Houses of Parliament. Peristiwa itu pun dikenal dengan sebutan Gun Powder Plot. Tujuan Gun Powder Plot sendiri sebenarnya untuk meniadakan sistem parlemen dan parlementer dan  mengembalikan kejayaan monarki Katolik. Namun sayang, Guy Fawkes, salah seorang yang terlibat dalam plot tersebut tertangkap hidup-hidup bersama tujuh rekan lainnya. Padahal mereka bukanlah otak di balik Gun Powder Plot, melainkan hanya seorang eksekutor. Guy Fawkes dan tujuh rekan lainnya didakwa bersalah dan dan dihukum mati atas tuduhan  pengkhianatan kepada raja. Kemudian kepala mereka ditancapkan di atas tiang dan dipajang di Westminster Bridge sebagai peringatan kepada orang-orang yang berusaha berkhianat kepada kerajaan. Sampai saat ini, peristiwa usaha pengkhiatan itu masih sering diperingati setiap tanggal 5 November dengan pesta kembang api, yang melambangkan ledakan gun powder. Hanya berbeda sehari, apakah demo FPI yang dilakukan di depan Istana Merdeka ini akan mengulang keberanian Guy Fawkes dalam menggulingkan kekuasaan pemerintah Inggris? Jika berhasil, bukan tak mungkin sebuah tagline akan bergelora di depan Istana Merdeka, “Remember, Remember The 4th of November!” Diedit oleh Arya W. Wibowo