TUTUP

Review Dolittle, Film Keluarga yang Dipenuhi dengan Fantasi dan Hewan

Dolittle kembali sekali lagi ke layar lebar bersama RDJ

Mungkin yang pertama kali kamu lakukan ketika membaca review film ini adalah, membuang jauh-jauh sosok Eddie Murphy yang pernah memerankan sosok Doctor Dolittle di tahun 1998. Sebab film kali ini merupakan adaptasi bebas dari novel karya Hugh Lofting yang berjudul The Voyages of Doctor Dolittle.

Ya, walaupun bisa disebut sebagai adaptasi bebas, tapi Dolittle masih menggunakan latar, kebangsaan, dan karakter yang sama dengan novel The Voyages of Doctor Dolittle. Jadi tidak terlalu meleset ketimbang film yang dibintangi Eddie Murphy sebelumnya.

1. John dan Lily Dolittle yang melegenda

dolittlethemovie.com

Film Dolittle dibuka dengan sebuah eksposisi yang menjelaskan nasib Doctor Dolittle (Robert Downey Jr.) sebelum cerita utama bergulir.

John Dolittle menikah dengan seorang petualang paling ulung di dunia, Lily Dolittle (Kasia Smutniak). Sayang dalam sebuah perjalanan, kapal Lily tergulung badai dan menghilang. Dolittle yang mendengar kabar tersebut dari Polynesia (Emma Thompson) sang burung Macaw, sangat sedih dan terpukul. Sejak saat itu Dolittle tidak pernah membuka diri lagi pada manusia dan dunia.

Pada kisah lainnya, Tommy Stubbins (Harry Collett) sang anak tukang sepatu, diajari menembak oleh ayahnya. Stubbins bukanlah anak kecil biasa yang suka menembak hewan sembarangan. Dia adalah anak yang sangat menyukai hewan dan tidak berniat melukai mereka. Sayang, dalam perburuan tersebut peluru Stubbin tidak sengaja mengenai seekor tupai.

Merasa sangat bersalah karena perbuatannya, Stubbin memungut tupai tersebut dan berusaha mengobatinya. Polynesia yang berada di dekat lokasi, mengajak Stubbin untuk masuk ke halaman rumah Doctor Dolittle. Di sana dia bertemu dengan Lady Rose (Carmel Laniado).

Ternyata Lady Rose membaca berita yang kurang mengenakkan bagi Dolittle. Rose bercerita kalau ratu Victoria (Jessie Buckley) sakit keras. Kalau sang ratu sampai meninggal, maka lahan yang digunakan oleh Dolittle akan disita oleh kerajaan Inggris dan dijadikan tanah negara.

Mendengar kalau rumahnya terancam, mau tidak mau Dolittle harus bertemu sang ratu dan mengobatinya. Dalam pertemuan singkat tersebut, Jip (Tom Holland) si anjing mencium kalau sang ratu diracun dengan Nightshade yang berasal dari bagian Sumatra Indonesia, dan untuk mengobatinya Dolittle harus mencari buah Eden.

Dari sini petualangan Doctor Dolittle dimulai. Tapi sayangnya Stubbins tidak boleh ikut dan terpaksa tinggal di rumah, hingga akhirnya Polynesia, Betsy (Selena Gomez), dan Tutu (Marion Cotillard) menjemputnya dan menyuruhnya mengejar kapal milik Dolittle yang bersandar di pelabuhan.

2. Penuh dengan nama-nama beken

dolittlethemovie.com

Kalau kamu perhatikan sinopsis yang ada di atas, kamu akan menemukan berbagai nama beken ikut terlibat di film ini. Mulai dari Robert Downey Jr., Emma Thompson, Selena Gomez, Tom Holland, hingga ke Marion Cotillard.

Tapi sejatinya kamu akan menemukan kalau film ini benar-benar dibanjiri dengan artis beken begitu memeriksa nama-nama pengisi suara para hewannya. Selain nama-nama di atas, kamu akan menemukan Rami Malek, John Cena, Kumail Nanjiani, Octavia Spencer, dan Craig Robinson.

Untungnya nama-nama beken tersebut berhasil mengisikan suara mereka dengan baik. Meskipun beberapa terasa memiliki line yang terlalu sedikit dan pendek. Sebagai contoh, Jip yang suaranya diisikan oleh Tom Holland, hanya memiliki beberapa line dan kebanyakan tidak penting. Begitupun dengan Tutu si Rubah yang seperti membuang kemampuan akting dari seorang Marion Cotillard.

Pengisi suara yang paling bersinar di Dolittle adalah Craig Robinson yang memerankan Kevin sang tupai, dan tentunya Emma Thompson. Keduanya mendapatkan line dan punch yang sangat baik sehingga bisa sangat eksis sepanjang film.

3. Seabrek pesan moral dan nasihat

dolittlethemovie.com

Dolittle tampaknya diplot sebagai film keluarga yang menyenangkan. Jadi jangan heran kalau kamu akan menemukan seabrek pesan moral dan nasihat di dalamnya.

Beberapa nasihat tersebut melibatkan masa lalu Dolittle dan Lily. Bagaimana dia menutup diri dari manusia lain, dan bagaimana masa lalu tersebut membawa masalah tersendiri di masa depan. Pada intinya sebuah masalah akan tetap menjadi masalah, kalau kamu tidak menyelesaikannya.

Selain itu kamu juga akan diajari untuk jangan mudah menyerah melalui sosok Stubbins. Walaupun dirinya ditolak berkali-kali oleh Dolittle, tetapi Stubbins tetap mengikuti Dolittle ke manapun hingga akhirnya dia diterima sebagai seorang murid.

Oh iya, karena film ini memiliki format film keluarga, maka kamu tidak akan menemukan adegan kekerasan apapun di film ini. Jadi bisa dipastikan kalau film ini aman dikonsumsi siapa saja tanpa terkecuali.

4. Kesimpulan akhir? Pantas dapat 4 dari bintang!

dolittlethemovie.com

Kami sedikit heran dengan nilai yang diberikan oleh para reviewer film luar terhadap Dolittle. Bagaimana mungkin mereka berani memberikan nilai jelek pada sebuah film yang sepertinya mereka tidak pahami marketnya.

Bagi kami film ini memiliki kasus yang sama dengan Anna karya Luc Besson. Film itu mendapatkan nilai buruk di mana-mana hanya karena sentimen negatif yang menerpa sang sutradara. Tapi sejak kapan sebuah film dinilai dengan sentimen negatif?

Begitupun dengan Dolittle ini. Banyak kritikus yang mengeluhkan cerita, karakter yang kurang berkembang, dan sebagainya. Tapi bagi kami keluhan itu kosong saja tanpa makna. Mereka lupa kalau Dolittle adalah sebuah film keluarga yang dikhususkan untuk anak-anak. 

Bagi kami Dolittle ini merupakan sebuah film yang dibuat untuk menggantikan Pirate of Carribean yang semakin hari semakin pudar pesonanya. Tentunya minus tema bajak laut dan kekerasan di mana-mana. Sebagai gantinya kamu mendapatkan sebuah film yang memiliki tema dan materi yang sederhana, dengan lelucon yang sanggup mengocok perut. Khususnya bagi penonton Indonesia.

Melalui seluruh pesonanya, Dolittle kami ganjar dengan nilai 4 dari 5 bintang review yang biasa kami berikan. Film anak-anak yang sangat menarik meskipun terasa sedikit canggung, dan memiliki kesempatan yang banyak terbuang.