TUTUP

Profil 12 Ilmuwan Ternama di Oppenheimer, Dari Strauss Hingga Einstein

Memiliki peran hebat dalam penemuan bagi dunia

Sebelum kalian menonton film biopik garapan Christopher Nolan ini tentu kalian wajib menelisik lebih dalam tentang pengetahuan akan beberapa ilmuwan ternama di Oppenheimer. Film yang diangkat dari buku American Prometheus ini cukup menarik perhatian banyak penggemar.

J. Robert Oppenheimer merupakan bapak bom atom dunia. Ia adalah ilmuwan hebat yang merancang bom atom dalam Manhattan Project pada Perang Dunia II. Ia memiliki banyak rekan ilmuwan hebat seperti Lewis Strauss hingga Albert Einstein. Mari kita simak lebih dalam profil 11 ilmuwan ternama di Oppenheimer berikut ini!

1. Lewis Strauss

dok. Wikimedia Commons

Lewis Strauss merupakan fisikawan Amerika Serikat yang mengembangkan senjata nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Ia bergabung dengan Biro Persenjataan Angkatan Laut Amerika yang memproduksi senjata selama Perang Dunia II berlangsung.

Strauss ditunjuk oleh Presiden Truman untuk menjadi anggota Komisi Energi Atom yang membuat Strauss melakukan pengembangan bom hidrogen, disini Oppenheimer menjadi saingannya. Strauss melihat Oppenheimer sebagai sosok yang dapat menjadi ancaman bagi Amerika.

Baca Juga: 11 Fakta Oppenheimer, Film Thriller Biopik Karya Christopher Nolan!

2. Hans Bethe

dok. Wikimedia Commons

Hans Bethe merupakan fisikawan yang memiliki kontribusi hebat untuk fisika nuklir, astrofisika, dan elektrodinamika kuantum. Selama Perang Dunia II berlangsung, ia menjabat sebagai kepala Divisi teoritis di laboratorium Los Alamos dimana Manhattan Project dijalankan.

Ia berperan besar atas metode peledakan bom yang melenyapkan Nagasaki pada 1945 dengan mengembangkan teori yang digunakan dalam bom tersebut. Hans Bethe juga mengembangkan bom hidrogen.

3. Niels Bohr

dok. Wikimedia Commons

Niels Bohr merupakan seorang ilmuwan fisika dan seorang filsuf asal Denmark. Ia memberi kontribusi besar atas pemahaman struktur atom dan kuantum. Bohr bahkan mengembangkan model atom Bohr sendiri.

Walau digantikan oleh model atom lain, ilmu dasar yang Bohr temukan tetap digunakan. Ia bersama Max Planck menemukan dan mengembangkan teori fisika kuantum yang mengantarnya kepada penghargaan Nobel Fisika pada 1922.

4. Ernest Lawrence

dok. Wikimedia Commons

Ernest Lawrence merupakan seorang ilmuwan nuklir asal Amerika. Ia cukup terkenal karena dapat memisahkan isotop uranium untuk Manhattan Project. Ia juga menemukan siklotron yang membuatnya memenangkan Nobel Fisika pada 1939. 

Setelah itu, ia mendirikan Lawrence Berkeley National Laboratory dan The Lawrence Livermore National Laboratory.

5. Kurt Godel

dok. Wikimedia Commons

Kurt Godel merupakan ilmuwan yang lahir di Brünn, Austria-Hungaria yang sekarang dikenal sebagai Brno, Republik Ceko. Saat kekaisaaran Austria-Hungaria pecah saat Perang Dunia I, otomatis Kurt Godel menjadi warga negara Ceko.

Namun, ia menganggap bahwa dirinya orang Austria yang diasingkan ke Ceko dan pada usianya yang ke-23, ia memilih untuk menjadi warga negara Austria. Setelah Perang Dunia II pecah, Kurt memilih untuk menjadi warga negara Amerika.

Ia merupakan ahli matematika, filsuf dan logika. Ia memiliki karya berupa buku yang berjudul "On Russell's Mathematical Logic", "What is Cantor's Hipotesis Kontinuum?", dan "A Remark on the Relationship between Relativity Theory and Idealistic Philosophy." Godel juga merupakan kerabat Albert Einstein selama di Institute of Advanced Study.

Baca Juga: Potret Perbandingan Karakter Film Oppenheimer dan yang Asli

6. Enrico Fermi

dok. Wikimedia Commons

Enrico Fermi merupakan fisikawan Italia yang mengubah kewarganegaraannya menjadi kewarganegaraan Amerika Serikat. Ia juga memimpin proyek pembuatan reaktor nuklir Chicago Pile-1. Di proyek tersebut, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Enrico Fermi menciptakan reaksi berantai nuklir pertama yang dikendalikan dan mandiri oleh manusia.

Fermi mendapatkan penghargaan Nobel Fisika pada 1938 atas karyanya tentang radioaktivitas buatan yang dihasilkan oleh neutron dan untuk reaksi nuklir yang ditimbulkan oleh neutron lambat.

Fermi pernah mengajukan hak paten akan penggunaan tenaga nuklir bersama teman-temannya, tetapi penemuan miliknya justru diambil alih oleh pemerintah Amerika.

7. Werner Heisenberg

dok. Wikimedia Commons

Werner Heisenberg merupakan fisikawan teoretis asal Jerman. Ia merupakan salah satu pelopor dari teori mekanika kuantum yang mengantarnya kepada penghargaan Nobel Fisika pada 1932. Ia juga merupakan ilmuwan yang mengembangkan senjata nuklir bagi Jerman selama Perang Dunia II berlangsung.

Dilansir Oxford Reference, Heisenberg membantu mendirikan Institut Fisika Max Planck serta menjabat sebagai direkturnya, pertama di Göttingen dan tahun 1955 di Munich. Heisenberg juga memperjelas posisinya sendiri tentang senjata nuklir, menyatakan pada tahun 1957 bahwa dia tidak akan mengambil bagian dalam pengujian atau produksinya.

8. Albert Einstein

dok. Wikimedia Commons

Profil ilmuwan ternama di Oppenheimer selanjutnya adalah ilmuwan yang paling berpengaruh pada abad ke 20 atas penemuannya akan hukum efek fotolistrik. Albert Einstein dikenal dengan teori relativitasnya. Ia juga mengembangkan teori mekanika kuantum, statistik, dan kosmologi.

Ia sempat memberi saran terhadap Presiden Amerika, Franklin D. Roosevelt untuk mempercepat penelitian nuklir agar tidak kalah cepat dari Jerman. Ia juga merupakan rekan baik Robert Oppenheimer.

9. Luis Walter Alvarez

dok. Wikimedia Commons

Luis Walter Alvarez merupakan fisikawan eskperimental dan juga seorang Profesor Amerika yang berhasil memenangkan Nobel Fisika pada 1968. Ia juga merupakan seorang penemu teknologi yang cukup berguna bagi Perang Dunia II. Ia membuat radar, mendesain lensa peledak, dan juga mengembangkan detonator untuk Manhattan Project.

Alvarez juga melihat langsung peristiwa pengeboman kota Hiroshima dari pesawat The Great Artiste sebagai peneliti yang mengobservasi bom atom. Setelah Manhattan Project, ia mengembangkan hipotesis jatuhnya asteroid yang jadi penyebab punahnya dinosaurus bersama anaknya.

10. Edward Teller

dok. Wikimedia Commons

Edward Teller merupakan fisikawan teoretis yang memiliki julukan "bapak bom hidrogen". Teller juga menciptakan senjata termonuklir modern. Teller memiliki kontribusi besar di fisika nuklir, molekuler, dan spektroskopi.

Ia juga membuat teori peluruhan beta Enrico Fermi menjadi sempurna seutuhnya. Ia menjadi salah satu penemu teori Brunauer-Emmett-Teller yang menjadi dasar evaluasi data adsorpsi gas dan menghasilkan hasil luas permukaan tertentu.

11. Patrick Blackett

dok. Wikimedia Commons

Patrick Blackett adalah ilmuwan fisika eksperimental asal Inggris yang cukup terkenal karena eksperimennya dalam kamar kabut, sinar kosmik, dan paleomagnetisme. Pada awal Perang Dunia II, Blackett bertugas di berbagai komite dan menghabiskan waktu di Royal Aircraft Establishment (RAE) Farnborough. Di sana, ia memberikan kontribusi besar terhadap desain pembidik bom Mark XIV.

Ia juga sempat menjadi mentor bagi Robert Oppenheimer saat masih menjadi sarjana muda di Cambridge. Bahkan Oppenheimer hampir saja meracuni mentornya tersebut karena sering berselisih.

12. Isidor Rabi

dok. Wikimedia Commons

Isidor Isaac Rabi merupakan fisikawan asal Amerika Serikat yang menemukan resonansi magnet inti. Pada tahun 1942, Oppenheimer berusaha merekrut Isdor Rabi dan Robert Bacher demi bekerja di Laboratorium Los Alamos. Pada akhirnyam Isdor Rabi tidak berangkat, tetapi tetap menjadi konsultan Proyek Manhattan.

Itu dia profil 12 ilmuwan ternama di Oppenheimer yang wajib kalian tahu sebelum menonton filmnya! Gimana menurut kalian?

Penulis: Zaki Narayan Satria

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut: 

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Baca Juga: Kenapa Ada Adegan Hitam Putih di Oppenheimer? Ini Penjelasannya