Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Still01_Tolong Saya! Dowajuseyo.jpg
Dok. Heart Pictures (Tolong Saya (Dowajuseyo))

Intinya sih...

  • Horor Indonesia-Korea dengan latar belakang budaya

  • Cerita tentang arwah penasaran, cinta segitiga, dan trauma psikologis

  • Akting kuat, atmosfer menantang, dan horor yang tinggal di pikiran

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Awal 2026 dibuka oleh film horor yang memilih jalur berbeda. Tolong Saya! (Dowajuseyo), produksi Heart Pictures, tidak datang dengan janji teror berisik atau jumpscare beruntun. Film ini justru menawarkan horor yang dingin, pelan, dan penuh emosi, dengan latar lintas budaya Indonesia dan Korea Selatan.

Disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, film ini memadukan mitos urban, trauma psikologis, serta drama romantis cinta segitiga. Hasilnya adalah horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi batin penontonnya.

1. Ketika Arwah dan Rasa Bersalah Bertemu

Dok. Heart Pictures (Tolong Saya (Dowajuseyo))

Cerita berpusat pada Tania, mahasiswi Indonesia yang menjalani hidup di Korea Selatan. Hidupnya berubah ketika ia terhubung dengan arwah penasaran Min Yong, sosok yang terikat pada tragedi masa lalu yang belum terungkap. Gangguan demi gangguan membuat batas antara realitas dan halusinasi semakin kabur.

Dalam perjalanannya mencari kebenaran, Tania ditemani Dr. Park Min Jae, seorang dokter yang perlahan jatuh cinta padanya, serta Dion, pria misterius dengan masa lalu kelam. Ketiganya terjebak dalam pusaran cinta, rasa bersalah, dan teror yang kian menekan.

Alih-alih bergerak cepat, film ini memilih ritme perlahan. Misteri dibuka sedikit demi sedikit, membiarkan penonton ikut tenggelam dalam kecemasan dan kebingungan yang dirasakan tokoh utamanya.

2. Rapuh, Emosional, dan Cukup Meyakinkan

Dok. Heart Pictures (Tolong Saya (Dowajuseyo))

Penampilan Saskia Chadwick menjadi tulang punggung film ini. Ia berhasil menghadirkan sosok Tania sebagai karakter yang rapuh, lelah secara mental, dan perlahan kehilangan pegangan pada realitas. Ekspresi, gestur, dan bahasa tubuhnya konsisten menjaga emosi film tetap hidup.

Kim Geba tampil cukup solid sebagai Dr. Park Min Jae, sosok penenang di tengah kekacauan. Sementara Cinta Brian memberi nuansa gelap dan ambigu sebagai Dion, meski karakternya terasa masih bisa digali lebih dalam.

Aktor Korea Selatan lain, termasuk Kim Seoyoung, menambah rasa autentik, walau porsinya tidak selalu dominan. Secara keseluruhan, akting menjadi salah satu kekuatan film, meski beberapa relasi emosional terasa kurang diberi ruang bernapas.

3. Atmosfer Kuat, Ritme yang Menantang

Dok. Heart Pictures (Tolong Saya (Dowajuseyo))

Dari sisi penyutradaraan, Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca patut diapresiasi atas keberanian mereka mengandalkan atmosfer dibanding kejutan instan. Nuansa dingin, sunyi, dan rasa terancam dibangun konsisten melalui visual, tata suara, dan tempo yang tertahan.

Namun, pilihan ritme yang lambat ini bisa menjadi pedang bermata dua. Bagi penonton yang terbiasa dengan horor cepat, beberapa bagian mungkin terasa terlalu panjang dan repetitif. Meski demikian, pendekatan ini sejalan dengan visi film yang menempatkan horor sebagai pengalaman psikologis, bukan sekadar hiburan sesaat.

Keputusan melakukan syuting langsung di Korea Selatan juga memberi nilai lebih, memperkaya visual sekaligus memperkuat identitas lintas budaya film ini.

4. Horor yang Tinggal di Pikiran

Dok. Heart Pictures (Tolong Saya (Dowajuseyo))

Tolong Saya! (Dowajuseyo) bukan horor yang selesai ketika lampu bioskop menyala. Ia meninggalkan rasa tidak nyaman, pertanyaan, dan emosi yang terus mengendap. Film ini berbicara tentang trauma, keberanian menghadapi masa lalu, dan cinta yang tumbuh di situasi paling gelap.

Bagi penonton yang menyukai horor atmosferik dengan lapisan drama emosional dan pendekatan berbeda, film ini layak ditonton. Bukan karena terornya yang keras, tetapi karena kesunyian dan lukanya terasa nyata.

Sinopsis Film Tolong Saya! (Dowajuseyo) (2026)

Tania, seorang mahasiswi Indonesia yang menetap di Korea Selatan, menjalani hidup yang tampak normal hingga serangkaian kejadian aneh mulai menghantuinya. Gangguan tersebut semakin intens ketika Tania tanpa sengaja terhubung dengan arwah penasaran bernama Min Yong, sosok yang terikat pada tragedi kelam di masa lalu.

Sejak saat itu, Tania kerap mengalami halusinasi dan teror yang mengaburkan batas antara realitas dan dunia arwah. Dalam usahanya mencari jawaban, ia dibantu oleh Dr. Park Min Jae, seorang dokter yang perlahan menaruh perasaan padanya. Namun kehadiran Dion, pria misterius dengan masa lalu yang penuh rahasia, justru memperumit keadaan dan menyeret Tania ke dalam konflik batin yang semakin dalam.

Pencarian kebenaran membawa Tania menelusuri potongan demi potongan tragedi Min Yong, membuka luka lama yang belum sembuh, serta memaksanya menghadapi rasa bersalah yang selama ini ia pendam. Di tengah teror yang terus mengintai dan cinta yang saling bertabrakan, Tania harus memilih antara melarikan diri atau menghadapi kebenaran yang dapat mengubah hidupnya selamanya.

Tolong Saya! (Dowajuseyo) adalah kisah horor emosional tentang keberanian menghadapi masa lalu, pertemuan dua dunia, dan makna cinta yang diuji di tengah kegelapan.

Tolong Saya! (Dowajuseyo)
2026
3/5
Directed by Nur Muhammad Taufik, Sjahfasyat Bianca
ProducerHeart Pictures, Herty Purba
WriterNucke Rahma
Age Rating13+
GenreHoror, Drama, Romantis
Duration93 Minutes
Release Date29-01-2026
ThemeHoror psikologis urban lintas budaya, teror supranatural, cinta dan trauma.
Production HouseHeart Pictures
Where to WatchCinema XXI, CGV, Cinepolis
CastSaskia Chadwick, Cinta Brian, Kim Geba, Kim Seoyoung

Trailer Tolong Saya! (Dowajuseyo) (2026)

Editorial Team