Lanskap perfilman Indonesia kembali kedatangan sebuah drama keluarga yang tidak hanya sekadar menjual air mata, melainkan mengajak penonton untuk masuk ke dalam ruang kontemplasi yang sangat personal. Dijadwalkan tayang pada 9 April 2026, film yang diadaptasi dari novel karya Khoirul Trian ini hadir pada momen yang sangat krusial, yakni pasca-Lebaran, di mana isu keluarga sedang menjadi pusat perhatian emosional masyarakat.
Melalui lensa sutradara Kuntz Agus, kita diajak menyelami realita sebuah keluarga sederhana yang tampak hangat di luar, namun menyimpan kekosongan besar di dalam. Narasi yang dibangun tidak terburu-buru, memberikan ruang bagi penonton untuk merasakan setiap helaan napas karakter-karakternya yang terjebak dalam rutinitas namun kehilangan arah komunikasi yang esensial.
