Film animasi Garuda Di Dadaku akhirnya merilis informasi perdana mereka seperti trailer, poster, dan juga original soundtrack perdana. Yang menarik, Atta Halilintar menjadi salah satu orang yang terlibat dalam film ini sebagai Executive Producer. Apa alasannya Atta Halilintar tertarik untuk turut serta dalam film animasi Garuda Di Dadaku ini?
Ini Alasan Atta Halilintar Tertarik Terlibat Dalam Garuda di Dadaku!

1. Kontribusi dan investasi untuk anaknya dan anak-anak lainnya di Indonesia
Atta Halilintar memiliki hobi yang sama dengan Bayu dan Putra, yaitu ingin menjadi pemain sepak bola. Sedari kecil, ia sangat suka bermain sepak bola, seperti layaknya banyak anak laki-laki di seluruh Indonesia. Dari kecil sampai sudah menikah seperti sekarang pun, kecintaan Atta Halilintar pada sepak bola belum berubah.
Bahkan kini ia memiliki tim bermain sepak bola sendiri. Meskipun demikian, Atta Halilintar kerap kali suka ditegur istrinya yang khawatir ketika ia terus-terusan bermain sepak bola tanpa memikirkan anaknya. Dengan keterlibatannya pada proyek ini, Atta Halilintar jadi bisa berkontribusi kepada anak-anaknya, memberikan sebuah tontonan yang mendidik mengenai sepak bola yang dicintainya.
2. Warisan untuk anak-anak di Indonesia
Melalui film animasi Garuda Di Dadaku ini juga, Atta Halilintar ingin memberikan warisan untuk anak-anak di Indonesia. Memacu anak-anak Indonesia untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi pemain sepak bola, melahirkan mimpi anak muda di Indonesia untuk membela Indonesia di kancah sepak bola internasional.
Selain itu, juga bisa memacu anak-anak di Indonesia dalam dunia animasi, melahirkan dan melestarikan animasi baru di Indonesia.
3. Ajarkan untuk berani bermimpi
Mengejar mimpi memang tidak mudah, namun dengan film ini, diharapkan ia mampu menyemangati anak-anak untuk berani bermimpi dan mengejar mimpinya, mengajarkan proses mengejar mimpi ke generasi selanjutnya.
Menurut Atta Halilintar, ini juga sekaligus investasi dirinya untuk anak-anaknya di masa mendatang. Serta bisa memberikan hiburan kepada anak-anaknya mengenai sepak bola tidak mengenal gender, kepada kedua anaknya yang perempuan.