"Namaku Na Willa," ungkap gadis kecil memakai baju merah polkadot dengan poni tengah bernama Na Willa (Luisa Adreena) (YouTube.com/Visinema Pictures)
Na Willa terasa seperti langkah awal dari cerita keluarga Indonesia yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Film ini memperlihatkan dinamika rumah tangga dari sudut pandang anak-anak. Konfliknya memang sederhana, tapi justru itu yang bikin ceritanya terasa nyata. Dari obrolan kecil, beda pendapat, sampai momen kebersamaan ditampilkan dengan cara yang apa adanya.
Menariknya lagi, Visinema Studios juga mengumumkan kalau film ini bakal jadi pembuka dari Na Willa Universe. Sebuah semesta cerita yang dirancang untuk terus berkembang dan menemani keluarga Indonesia lewat kisah-kisah yang hangat dan relevan.
Na Willa bukan cuma soal cerita seorang anak, tapi juga tentang bagaimana kita melihat kembali dinamika keluarga dari sudut pandang yang lebih sederhana dan jujur.
Kalau kisah seperti ini terus berlanjut, rasanya menarik melihat bagaimana karakter-karakternya tumbuh dan menghadapi tantangan baru.
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
Genre film Na Willa apa? | Na Willa termasuk film keluarga dengan sentuhan drama ringan yang fokus pada dinamika orang tua dan anak dari sudut pandang anak-anak. |
Apakah film Na Willa cocok untuk semua umur? | Ya, film ini dirancang sebagai tontonan keluarga yang bisa dinikmati anak-anak hingga orang dewasa, terutama saat momen Lebaran. |
Apakah Na Willa diangkat dari kisah nyata? | Karakter Na Willa terinspirasi dari karya sastra Reda Gaudiamo, yang menghadirkan potret masa kecil dengan pendekatan yang terasa personal dan dekat dengan keseharian. |
Di kota mana latar cerita Na Willa? | Kisahnya berlatar Surabaya pada era 1960–1970-an, dengan nuansa lingkungan gang yang sederhana dan penuh warna. |