Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tepatkah Keputusan Imu untuk Turun Langsung ke Elbaph di One Piece?
Imu Batuk Darah di One Piece Bab 1179
  • Imu turun langsung ke Elbaph setelah melihat Luffy sebagai ancaman dan Kesatria Dewa berada dalam kondisi terdesak.
  • Abyss di Elbaph memberi Imu serta pemilik kontrak dengannya akses teleportasi langsung dari Mary Geoise.
  • Keputusan tersebut dinilai memiliki dasar situasional, tetapi hasilnya bergantung pada kemampuan Imu mengalahkan Luffy dan mencapai tujuannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Empat belas tahun sebelumnya

Ketika Harald meninggal, Imu sempat ragu mengirim investigasi lanjutan karena tidak ingin kehilangan lebih banyak Kesatria Dewa.

sekitar 14 tahun lalu

Harald menciptakan sebuah Abyss di Elbaph sebelum menyadari motivasi sebenarnya di balik keinginan Imu menjadikannya Kesatria Dewa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Imu memutuskan turun langsung ke Elbaph untuk menghadapi situasi yang melibatkan Luffy dan Kesatria Dewa.
  • Who?
    Imu, Luffy, Kesatria Dewa, Gorosei, para raksasa, Topi Jerami, serta New Giant Warrior Pirates terlibat dalam situasi di Elbaph.
  • Where?
    Elbaph, dengan akses melalui Abyss dari Mary Geoise.
  • When?
    Situasi disebut terjadi di bab 1179 dan bab 1190. Abyss di Elbaph dibuat sekitar 14 tahun lalu.
  • Why?
    Imu melihat Luffy sebagai ancaman, sementara Kesatria Dewa berada dalam bahaya dan dapat kehilangan kesempatan mencapai tujuan mereka.
  • How?
    Imu menggunakan peluang akses Abyss untuk masuk ke Elbaph, membantu Kesatria Dewa, dan memperkuat mereka dengan Omen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Imu pergi sendiri ke Elbaph karena Luffy dan para raksasa ada di sana. Kesatria Dewa juga sedang dalam bahaya. Imu bisa memakai Abyss untuk datang dari Mary Geoise. Sekarang, keputusan Imu belum tentu berhasil, karena ia harus menang melawan Luffy dan menyelesaikan tujuannya di Elbaph.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keputusan Imu memberi kesempatan bagi Kesatria Dewa untuk mendapat bantuan saat kondisi mereka genting. Keberadaan Abyss yang tidak tersentuh juga memungkinkan Imu mencapai Elbaph secara langsung dari Mary Geoise. Dalam situasi ini, keterlibatan langsung membuka peluang menghadapi Luffy sebelum Topi Jerami meninggalkan Elbaph.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kita sebelumnya sudah membahas berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi karena Nerona Imu memutuskan turun langsung ke Elbaph.

Namun, kalau dilihat dari sudut pandang Imu sendiri, apakah keputusan tersebut sebenarnya tepat?

1. Imu Sendiri Sempat Menganggap Dirinya Gegabah

Nerona Imu lawan Scopper Gaban. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Ada satu dialog menarik dari Imu di bab 1190:

"Kau benar kita ini memang bodoh. Kita telah salah mengira berbagai kebetulan yang terjadi sebagai sebuah takdir. Karena itu mari kita akhiri saja semua ini."

Imu mengucapkan hal tersebut sebelum mencoba menyerang Luffy yang sedang terluka.

Menariknya, dialog ini bisa mengindikasikan bahwa Imu sendiri mulai mempertanyakan keputusan-keputusan yang telah dibuatnya.

Selama ini Imu tampaknya melihat berbagai kejadian yang berhubungan dengan Luffy, Nika, dan para D sebagai sesuatu yang mungkin merupakan bagian dari takdir.

Namun setelah melihat semuanya berkembang semakin jauh, Imu memilih untuk berhenti bermain aman.

Kalau memang Luffy adalah ancaman yang terus muncul, maka menurut Imu: lebih baik semuanya diakhiri sekarang.

Dan keputusan itulah yang akhirnya membuat Imu turun langsung ke Elbaph.

2. Tapi Apa yang Terjadi Kalau Imu Tidak Turun?

Roronoa Zoro dan Shepherd Sommers. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Ini bagian yang membuat keputusan Imu sebenarnya cukup bisa dipahami.

Di bab 1179, situasi di Elbaph sempat terlihat seperti sudah berakhir.

Gunko sudah dibekukan.

Shepherd Sommers tercerai-berai. Rimoshifu Killingham juga mengalami kondisi serupa.

Bahkan New Giant Warrior Pirates sudah menemukan jantung Sommers yang terbuat dari baja dan berbentuk mekanis.

Zoro kemudian menduga bahwa jika jantung tersebut dihancurkan, Sommers mungkin tidak akan bisa pulih lagi.

Dan reaksi ketakutan Sommers ketika jantungnya ditemukan semakin mengindikasikan bahwa dugaan Zoro bisa jadi benar.

Ini penting karena tampaknya Kesatria Dewa bukan pasukan yang bisa begitu saja dibuat oleh Imu tanpa konsekuensi.

Empat belas tahun sebelumnya, ketika Harald meninggal, Imu bahkan sempat ragu mengirim investigasi lanjutan karena tidak ingin kehilangan lebih banyak Kesatria Dewa.

Imu sendiri mengatakan: "Menciptakan perjanjian-perjanjian itu juga ada harga bagi Mu!"

Jadi, kalau Sommers benar-benar tewas di Elbaph dan Killingham kemudian menyusul, kerugiannya mungkin cukup besar bagi Imu.

Menariknya, begitu turun ke Elbaph, hal pertama yang dilakukan Imu justru membantu para Kesatria Dewa dan memperkuat mereka dengan Omen.

Ini bisa menjadi indikasi bahwa situasi mereka memang sudah cukup genting.

Kalau Imu tetap berada di Mary Geoise, ada kemungkinan Kesatria Dewa kehilangan dua anggota penting.

Dan setelah itu, Topi Jerami bisa saja meninggalkan Elbaph.

Artinya, Imu mungkin kehilangan kesempatan untuk menghadapi Luffy secara langsung.

3. Elbaph Juga Memiliki Abyss

Grup Luffy menemukan lingkaran Abyss (Dok. Toei/One Piece)

Ada faktor lain yang membuat Elbaph menjadi target yang sangat penting bagi Imu yaitu Abyss.

Abyss merupakan lingkaran dengan pentagram yang dapat digunakan Imu dan pemilik kontrak dengannya untuk melakukan teleportasi dari Mary Geoise langsung menuju lokasi tersebut.

Harald diketahui menciptakan sebuah Abyss di Elbaph sekitar 14 tahun lalu, sebelum akhirnya menyadari motivasi sebenarnya di balik keinginan Imu menjadikannya Kesatria Dewa.

Dan Abyss tersebut ternyata tidak tersentuh.

Inilah yang kemudian menjadi celah bagi Kesatria Dewa dan Imu untuk masuk langsung ke Elbaph.

Jadi, kalau Imu tidak turun saat itu, ada kemungkinan situasinya justru menjadi lebih sulit.

Topi Jerami bisa saja meninggalkan Elbaph.

Para Kesatria Dewa mungkin kehilangan kesempatan untuk mencapai tujuan mereka.

Dan Imu tidak akan bisa begitu saja mengejar "penerus Joy Boy" yang selama ini terus mengusiknya.

Dari perspektif tersebut, keputusan Imu untuk turun memang memiliki dasar yang cukup kuat.

4. Tapi Ada Masalah Besar dari Keputusan Imu

Di panel kanan Imu terlihat batuk darah. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Meski begitu, tetap ada beberapa masalah unik.

Pertama, Gorosei sebelumnya sudah menawarkan untuk turun sendiri. Namun Imu menolak.

Ini menunjukkan bahwa Imu memang secara sadar memilih untuk terlibat langsung dalam konflik tersebut.

Kedua, kalau tujuan utamanya adalah menaklukkan Elbaph, sebenarnya ada pilihan yang lebih aman.

Imu bisa saja menunggu sampai Topi Jerami pergi.

Setelah itu, Pemerintah Dunia bisa melanjutkan operasi terhadap Elbaph tanpa harus menghadapi Luffy sekaligus.

Ironisnya, dengan cara seperti itu, Imu mungkin justru bisa menaklukkan Elbaph dengan lebih mudah.

Ketiga: tampaknya ada risiko dari Imu meninggalkan Mary Geoise. Dia batuk darah setelah pertama mendarat, dan dia batuk darah lagi ketika bicara dengan Gaban. Jadi turun langsung benar-benar membahayakan dirinya sendiri.

Tapi tentu saja ada masalah lain.

Kesatria Dewa saat itu sedang berada dalam bahaya.

Gorosei juga sebelumnya gagal mengatasi Luffy di Egghead.

Jadi dari sudut pandang Imu, mungkin sudah tidak cukup hanya mengandalkan bawahannya.

Kali ini dia ingin turun sendiri dan memastikan masalah tersebut selesai.

5. Jadi, Apakah Keputusan Imu Tepat?

Nerona Imu menusuk Luffy. (dok. Shueisha/One Piece)

Menurut saya, jawabannya adalah: secara situasional, iya. Secara strategis, belum tentu.

Setelah sosok seperti Luffy, Loki, dan berbagai pihak lain terus mengusik rencananya, wajar kalau Imu mulai melihat mereka sebagai bahaya yang harus diselesaikan secepat mungkin.

Apalagi saat itu Kesatria Dewa berada dalam kondisi terdesak, sementara tampaknya memang ada harga yang harus dibayar Imu setiap kali membuat perjanjian dengan mereka.

Kalau Imu berhasil turun ke Elbaph, membunuh Luffy, menyelamatkan Kesatria Dewa, lalu membuat penculikan anak-anak raksasa berjalan sukses sehingga Elbaph akhirnya tunduk... keputusan tersebut akan terlihat sebagai tindakan berisiko, tetapi tepat.

Masalahnya adalah itu semua bergantung pada satu hal yaitu Imu harus menang.

Kalau Imu gagal membunuh Luffy, situasinya berubah.

Kalau Kesatria Dewa gagal mencapai tujuan mereka menculik anak-anak Elbaph, situasinya akan lebih buruk lagi.

Dan kalau Elbaph justru mengetahui bahwa Imu adalah sosok di balik penderitaan Harald, lalu para raksasa akhirnya berdiri di sisi Luffy... maka Imu mungkin tidak sedang menyelesaikan masalah. Dia justru sedang menciptakan masalah yang jauh lebih besar.

Itulah yang membuat keputusan Imu untuk turun langsung ke Elbaph menarik.

Imu mungkin benar bahwa Luffy harus dihentikan secepatnya. Tapi bisa jadi dia salah memilih tempat dan cara untuk melakukannya.

Dia turun ke Elbaph untuk memadamkan satu api sebelum membesar.

Kalau dia gagal, justru bisa jadi Elbaph adalah tempat api itu mulai menyebar ke seluruh dunia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article