Momen One Piece ketika Shuri membunuh Raja Reuven, disaksikan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Bagian inilah yang paling menyakitkan.
Sepanjang bab, Oda terus menyorot kedekatan Brook dan Shuri.
Kita melihat mereka tumbuh bersama. Kita melihat mereka berduka bersama saat Candelle meninggal. Kita melihat berbagai momen yang menunjukkan bahwa hubungan mereka sebenarnya sangat hangat.
Lalu Oda menghancurkan semuanya dalam satu adegan.
Di akhir bab, Shuri terlihat berdiri di dekat jasad Reuven dan tersenyum. Mengatakan, "Perang akan selesai Brook. Tidakkah kau senang?"
Sekilas, adegan itu tampak mengonfirmasi tuduhan Brook bahwa Shuri adalah "putri pembunuh ayah."
Namun jika diperhatikan lebih teliti, ada keanehan besar.
Baik jasad Reuven maupun Shuri sang pembunuhnya memiliki tanduk dan sayap. Ciri yang sangat mirip dengan para korban Domi Reversi. Teknik yang kini kita tahu digunakan Imu untuk mengubah orang menjadi prajurit iblis yang tunduk sepenuhnya kepada kehendaknya.
Situasinya terasa sangat mirip dengan apa yang sempat ingin dilakukan Imu kepada Luffy dan Loki di Elbaph.
Bedanya? Luffy dan Loki berhasil menolak.
Shuri dan Reuven tampaknya tidak seberuntung itu.
Dan ada detail lain yang sangat mencurigakan.
Tak jauh dari lokasi kematian Reuven terlihat sosok besar yang sedang merokok cerutu. Sosok yang jelas bukan bagian dari keluarga kerajaan Esperia karena dia mengenakan seragam Kesatria Dewa.
Jika teori ini benar, maka Shuri bukanlah dalang tragedi tersebut. Ia hanyalah korban lain. Korban yang dipaksa membunuh ayahnya sendiri.
Sementara dalang sebenarnya adalah Imu dan pihak Pemerintah Dunia yang membawa Domi Reversi ke Esperia.
Yang membuat tragedi ini semakin pahit adalah selama puluhan tahun Brook tampaknya menyalahkan orang yang salah.
Ia melihat Shuri membunuh Reuven. Ia melihat senyum di wajah Shuri. Namun ia tidak pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Dan sekarang, setelah melihat sendiri bagaimana Domi Reversi bekerja di Elbaph, Brook mungkin akhirnya mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan di balik kehancuran Kerajaan Esperia.