Reuven dan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Ah yes.
Classic Eiichiro Oda.
Brook muda yang sedang flashback… tahu-tahu flashback lagi saat bercerita ke Shuri.
Dan kisah masa kecil Brook ternyata cukup pahit.
Saat berusia 11 tahun Brook adalah anak miskin, tinggal di tempat rongsokan, dan hanya bisa melihat anak-anak kaya belajar musik secara formal.
Bahkan biola pertamanya pun hanyalah botol dan kawat yang dirakit seadanya.
Tapi dari situ terlihat satu hal: Brook memang sudah kreatif sejak kecil. Dia membuat lagu sendiri, menulis lirik sendiri, dan terus bermain musik meski hidupnya keras.
Yang menarik adalah hubungan awalnya dengan Reuven.
Brook awalnya mengira Reuven hanya pria berwajah tua biasa. Ia bahkan tidak sadar kalau Reuven sebenarnya bangsawan.
Sementara Reuven sendiri diam-diam terguncang melihat kontras hidup mereka dirinya makan makanan mewah, sementara Brook hidup dari sup belalang, kodok, dan bubuk kare.
Dan jujur? Ini terasa seperti fondasi kenapa Reuven kemudian begitu peduli pada Brook.