Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Raja Harald one piece. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Raja Harald one piece. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Intinya sih...

  • Harald membuat kesalahan fatal dengan terlalu fokus pada diplomasi dan perdamaian, sehingga Elbaf tidak siap menghadapi invasi.

  • Kematian Ida di Desa Brewers menimbulkan pertanyaan apakah Harald mengetahui siapa yang membunuhnya, atau informasi itu ditutupi.

  • Shanks hilang di saat hampir mendapat promosi menjadi Kesatria Dewa, mengundang pertanyaan besar tentang bagaimana ia tahu konsekuensi promosi tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

One Piece chapter 1168 telah rilis di Manga Plus, dan kelanjutan perjalanan Raja Harald menuju posisi Kesatria Dewa akhirnya ditampilkan dengan lebih jelas. Namun seperti yang sudah diantisipasi sejak beberapa chapter sebelumnya, langkah Harald untuk mengejar gelar ini justru berujung menjadi kesalahan fatal baginya.

Mengapa keputusan Harald berbuah tragedi?

Apa yang membuat upayanya menjadi Kesatria Dewa justru membuka pintu kehancuran yang lebih besar?

Simak analisis dan pembahasan lengkap One Piece 1168 berikut ini!

1. Sisi positif dari aksi Harald, dan keberadaan raksasa di Angkatan Laut

Raja Harald one piece. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Sebelum reformasi Harald, kaum raksasa kerap dipandang dunia sebagai ancaman: makhluk besar yang berbahaya, mudah mengamuk, dan sulit dikendalikan. Namun ketika beberapa raksasa mulai bergabung dengan Angkatan Laut, citra itu perlahan berubah. Dunia mulai melihat bahwa bangsa raksasa tidak selalu identik dengan kekerasan, bahwa mereka bisa berperan dalam menjaga stabilitas global.

Perdagangan pun ikut berkembang. Kita diperlihatkan bahwa makanan laut Elbaf, keju Elbaf, dan komoditas lainnya laku keras ketika diekspor. Elbaf yang dulu terisolasi, bahkan terancam kelaparan saat musim dingin panjang, akhirnya membuka pintu menuju hubungan internasional yang lebih sehat.

Dengan kata lain, keputusan Harald untuk menjalin hubungan dengan Pemerintah Dunia tidak sepenuhnya buruk. Ada hasil positif yang nyata: reputasi membaik, perdagangan tumbuh, citra bangsa raksasa dipulihkan.

Namun di balik itu, terdapat satu masalah besar.

Harald tampaknya terlalu condong pada idealisme perdamaian hingga mengabaikan kebutuhan akan kekuatan militer. Ia begitu fokus memperbaiki citra raksasa di mata dunia, sampai lupa bahwa dunia One Piece tetaplah brutal dan penuh pihak yang siap menaklukkan.

Akibatnya terlihat jelas 15 tahun kemudian, ketika God’s Knight menyerbu Elbaf:

-Pasukan yang bisa melawan dengan efektif hanyalah Dorry dan Brogy beserta kelompok veteran, yang sudah kuat bahkan sebelum era reformasi Harald.

-Dari generasi muda, yang tampil menonjol hanya kelompok Hajrudin, sementara sebagian besar raksasa muda tampak kurang siap menghadapi ancaman sebesar itu.

Dengan demikian, keputusan Harald yang terlalu fokus pada diplomasi justru meninggalkan celah besar: Elbaf menjadi makmur, tetapi tidak siap menghadapi invasi.

Bisa dibilang, dalam upaya menebus “dosa masa lalu kaum raksasa”, Harald justru mengorbankan keseimbangan fundamental negeri mereka

2. Kematian Ida

Raja Harald kematian Ida. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Di bab 1167, terungkap kalau warga Desa Brewers, desanya Estrid sang ratu lama Elbaf, meracun Ida untuk mencegah ibu Hajrudin itu naik jadi ratu baru.

Racun itu tidak langsung membunuh tapi tidak bisa disembuhkan. Dan Ida akhirnya mati di bab ini.

Yang tragis adalah Loki yang menghancurkan Desa Brewers justru dipenjara dan bahkan tampaknya tidak diizinkan keluar ketika Ida mati.

Pertanyaannya:

Apakah Harald tahu bahwa penduduk Desa Brewers-lah yang membunuh Ida?

Ataukah informasi itu sengaja ditutupi, hingga Loki menanggung seluruh dosa, dan disangka menghancurkan Desa Brewers tanpa alasan?

3. Shanks hilang di saat dia hampir dapat promosi

bekas luka shanks. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Shanks diperkenalkan kepada Harald 15 tahun lalu, dan hanya setahun setelahnya ia sudah berada di ambang promosi menjadi Kesatria Dewa. Kecepatannya ini sangat mencolok jika dibandingkan dengan Harald, yang telah menyandang tato Perjanjian Laut Dangkal lebih lama namun baru dipertimbangkan untuk promosi jauh belakangan.

Namun, tepat ketika Shanks tinggal selangkah lagi mendapat gelar bergengsi itu, dia hilang.

Gorosei mengatakan bahwa bila ia menuntaskan misi terakhirnya, Shanks akan langsung naik tingkat. Tapi ia justru lenyap begitu saja.

Dan ketika melihat apa yang terjadi pada siapapun yang menjadi Kesatria Dewa (yang kita bahas di poin berikut) hilangnya Shanks justru terasa sangat strategis. Ia menghindari jebakan yang menimpa Harald: tubuhnya dikendalikan Imu.

Di sinilah misterinya semakin menarik.

Apakah Shanks sudah mengetahui konsekuensi promosi itu sejak awal?

Jika iya, muncul pertanyaan yang jauh lebih besar:

  • Bagaimana Shanks tahu?

  • Apakah ia membongkar rahasia Mary Geoise lewat investigasi mandiri?

  • Apakah ia mendapatkan bocoran dari seseorang di dalam?

  • Atau justru ia mengikuti agenda rahasia yang sudah dimulai jauh sebelum ia kembali ke Mary Geoise?

Karena melihat pola geraknya, Shanks tidak sekadar menghindari promosi, ia menghindarinya tepat pada detik terakhir, seolah tahu momen mana yang paling berbahaya bagi dirinya.

Menghilangnya Shanks bukan keputusan impulsif. Itu terasa seperti gerakan seorang infiltrator yang tahu kapan harus berhenti.

4. Kekuatan Kesatria Dewa

Raja Harald one piece. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

One Piece 1168 juga menegaskan: upgrade dari Pedang Dewa menjadi Kesatria Dewa memang memberi penambahan kekuatan.

"Sekarang dia menjadi abadi," begitu kata Marcus Mars setelah Harald dapat "anugerah" Imu. Seperti kita tahu sebelumnya, para Kesatria Dewa memang punya kemampuan regenerasi yang seakan tak terbatas. Dan Harald pun kini memilikinya.

Harald juga bisa menciptakan pentagram Abyss, yang bisa digunakan God's Knight dan Gorosei (pemilik Ikatan Laut Dalam dan Ikatan Laut Sangat Dalam) untuk teleportasi instan.

Pentagram yang sayangnya belum dihapus bahkan setelah kematian Harald, memungkinkan God's Knight seperti Shamrock dan Gunko untuk datang instan ke Elbaf.

Sebuah “anugerah” yang terus membahayakan Elbaf bahkan setelah Harald tidak lagi hidup.

Namun sekuat apa pun kekuatan Kesatria Dewa, chapter ini juga menunjukkan dengan tegas: Setiap kekuatan dari Imu selalu memiliki konsekuensi besar.

5. Harald kehilangan kendali dirinya

Raja Harald dan Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Sebagai Kesatria Dewa, Harald bisa mendengar suara telepatis Imu langsung ke kepalanya. Dan dia mendapat perintah untuk menggnakan Elbaf untuk membangun pasukan raksasa yang sampai bisa menandingi Angkatan Laut, demi "Dunia."

Harald tentu menolak mengingat ia ingin membawa Elbaf menuju perdamaian. Tapi Imu berkata, "Kau tidak bisa membangkang dari Imu! Mereka yang memperoleh Ikatan Laut Dalam diberi kekuatan dan keabadian, tapi harus mematuhi perintah!"

Harald pun mendapati tubuhnya bergerak sendiri.

Dengan kekuatan tekadnya, Harald masih sempat meminta para prajuritnya untuk mengikatnya ke pilar, sementara Jarul dan Loki (mungkin dua orang terkuat di Elbaf yang tersisa, di saat Dory dan Broggy masih bertarung di Little Garden) dipanggil ke kastel.

Di bab 1152, awal dari flashback panjang ini, kita lihat Jarul dan Loki datang saat Harald dikeroyok oleh prajuritnya. Tampaknya inilah alasan situasi itu.

Dan mungkin... di bab 1169 kita akan melihat momen tragis dimana Harald akan menemui ajal.

Nah itu hal menarik dari One Piece 1168.

Gimana menurutmu?

Sampaikan di kolom komentar!

Editorial Team