Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Momen Roronoa Zoro Telat Memahami Ajaran Gurunya di One Piece
Koushirou, guru Zoro. (Dok. Shueisha/One Piece)
  • Zoro cepat memahami teknik konkret, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk menangkap pelajaran gurunya yang bersifat filosofis.

  • Ajaran Koushirou baru dipahaminya saat menghadapi Mr. 1 di Arabasta, sedangkan penjelasan Mihawk tersambung di Elbaph.

  • Zoro bukan lupa, melainkan membutuhkan konteks yang tepat; ia tetap mampu mengingat perkataan gurunya dengan tepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, Zoro murid yang seperti apa?
Vote Now
ketika masih kecil

Koushirou memberikan pelajaran tentang kemampuan pendekar pedang untuk memilih apa yang ingin dipotong dan tidak dipotong kepada Zoro.

selama dua tahun

Mihawk memberikan penjelasan mengenai Haoshoku Haki kepada Zoro selama masa latihan mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, Zoro murid yang seperti apa?
Vote Now
  • What?
    Zoro terlambat memahami ajaran filosofis dari Koushirou tentang memilih apa yang dipotong dan ajaran Mihawk tentang Haoshoku Haki.
  • Who?
    Roronoa Zoro, Shimotsuki Koushirou, Dracule Mihawk, Mr. 1, Shepherd Sommers, dan Scopper Gaban.
  • Where?
    Zoro memahami ajaran Koushirou ketika menghadapi Mr. 1 di Arabasta dan ajaran Mihawk ketika menghadapi Shepherd Sommers di Elbaph.
  • When?
    Ajaran Koushirou diberikan ketika Zoro masih kecil, sedangkan penjelasan Mihawk diberikan selama dua tahun masa latihan Zoro.
  • Why?
    Zoro membutuhkan konteks yang tepat untuk memahami pelajaran yang bersifat filosofis, meski dapat mengingat kembali perkataan gurunya.
  • How?
    Zoro memahami ajaran tersebut saat berada dalam situasi genting, menghadapi lawan kuat, lalu menghubungkan kembali perkataan gurunya dengan kemampuannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, Zoro murid yang seperti apa?
Vote Now

Zoro adalah pendekar pedang yang hebat. Ia cepat belajar gerakan pedang, tetapi agak lama mengerti nasihat yang dalam dari gurunya. Koushirou dan Mihawk sudah mengajarinya sejak dulu. Zoro baru paham saat melawan musuh kuat di Arabasta dan Elbaph. Ia ternyata tidak lupa, hanya menunggu keadaan yang tepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, Zoro murid yang seperti apa?
Vote Now

Cara belajar Zoro menunjukkan bahwa memahami sesuatu tidak selalu terjadi saat pelajaran diberikan. Ia mampu menyimpan perkataan Koushirou dan Mihawk, lalu mengingatnya dengan tepat ketika menghadapi situasi yang sesuai. Hal ini memperlihatkan bahwa keterlambatan memahami ajaran bukan berarti kehilangan pelajaran, karena konteks akhirnya membantu Zoro menggunakannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, Zoro murid yang seperti apa?
Vote Now

Roronoa Zoro dikenal sebagai pendekar pedang yang sangat berbakat.

Dia bahkan pernah mempelajari teknik Foxfire Style milik Kin'emon hanya dengan melihatnya sekali, lalu mengadaptasinya ke gaya bertarung sendiri.

Tapi ada satu kelemahan menarik dalam cara Zoro belajar.

Kalau yang diajarkan adalah teknik konkret, Zoro bisa menangkapnya dengan cepat.

Namun kalau pelajarannya bersifat filosofis?

Zoro tampaknya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk benar-benar memahaminya.

Setidaknya ada dua contoh menarik di One Piece!

1. Ajaran Koushirou baru dia cerna di Arabasta

Zoro mengalahkan Daz Bones. (dok. Toei Animation/One Piece)

“Dengar, Zoro. Di dunia ini, ada ahli pedang yang tak mampu memotong apa pun. Ahli pedang yang sama itu juga memiliki kemampuan untuk memotong baja. Dan itu semua dilakukan dengan senjata yang sama.”

“Puncak dari ilmu pedang adalah kekuatan untuk melindungi apa yang ingin kita lindungi, dan memotong apa yang ingin kita potong. Bilah pedang yang melukai segala sesuatu yang disentuhnya bukanlah pedang yang sesungguhnya.” — Shimotsuki Koushirou

Pelajaran ini sebenarnya sudah diberikan Koushirou kepada Zoro ketika dia masih kecil.

Saat itu, Zoro bertanya mengenai pendekar pedang yang mampu memotong baja. Koushirou kemudian menjelaskan bahwa kemampuan seorang pendekar pedang bukan sekadar membuat pedangnya mampu memotong apa pun.

Justru seorang pendekar pedang sejati harus mampu memilih apa yang ingin dipotong dan apa yang tidak ingin dipotong.

Filosofi ini kemudian terasa mirip dengan konsep Ryuo yang dijelaskan Hyogoro kepada Luffy di Wano.

Menariknya, Zoro ternyata baru benar-benar memahami kembali perkataan gurunya tersebut ketika menghadapi Mr. 1 di Arabasta.

Zoro saat itu kesulitan melukai tubuh baja Mr. 1. Dalam kondisi terdesak, dia akhirnya mengingat kembali ajaran Koushirou dan memahami bahwa inti dari teknik pedang bukanlah sekadar kemampuan memotong.

Hasilnya?

Zoro akhirnya mampu memotong baja.

Jadi Koushirou sebenarnya sudah memberikan petunjuknya sejak Zoro kecil.

Zoro cuma butuh bertahun-tahun dan satu pertarungan hidup-mati untuk berkata: “Ohhh... maksudnya begitu.”

2. Ajaran Mihawk baru Zoro cerna di Elbaph

Roronoa Zoro mengingat nasihat Dracule Mihawk saat melawan Shepherd Sommers. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Hal yang hampir serupa terjadi dengan Mihawk.

Saat melatih Zoro selama dua tahun, Mihawk sudah memberikan penjelasan mengenai Haoshoku Haki:

“Dengarkan baik-baik, Roronoa. Segala sesuatu senantiasa berubah. Namun, ada satu hal yang mampu bertahan melawan segala perubahan itu. Itu adalah jenis Haki lain, tetapi yang satu ini tidak dipelajari melalui latihan disiplin. Ada satu hal yang dimiliki bersama oleh para Penguasa Tertinggi, sesuatu yang tak tergoyahkan. Ingatlah ini: Haoshoku Haki itu begitu dahsyat hingga mereka yang lemah takkan sanggup tetap berdiri di hadapannya. Sebuah jati diri.” — Dracule Mihawk

Mihawk tampaknya sudah memberikan fondasi filosofis mengenai Haoshoku Haki kepada Zoro selama masa latihan mereka.

Namun Zoro tidak langsung menghubungkan penjelasan tersebut dengan dirinya sendiri.

Baru ketika berada di Elbaph dan menghadapi Shepherd Sommers, perkataan Mihawk itu kembali memiliki konteks baginya.

Terlebih lagi, Scopper Gaban sebelumnya sudah menyatakan secara gamblang bahwa Zoro memiliki Haoshoku Haki.

Barulah Zoro seperti mendapatkan potongan puzzle yang selama ini hilang.

Perkataan Mihawk tentang “jati diri”, statusnya sebagai seorang Supreme King, dan Haoshoku Haki yang selama ini muncul dalam dirinya akhirnya tersambung.

Dan Zoro pun mulai menggunakan Haoshoku Haki tersebut dengan lebih sadar.

Jadi lagi-lagi, gurunya sudah memberikan materi lebih dulu.

Zoro-nya saja yang baru benar-benar “ngeh” ketika situasinya sudah genting.

3. Setidaknya Zoro punya memori yang bagus

Zoro dilatih Mihawk (dok. Toei Animatio/One Piece)

Dua kasus ini mungkin membuat Zoro terlihat seperti murid yang kurang cocok dengan pelajaran filosofis.

Tapi sebenarnya ada satu hal yang justru patut diapresiasi: Zoro punya memori yang sangat bagus.

Dia mungkin membutuhkan waktu lama untuk memahami maksud ajaran gurunya. Namun ketika akhirnya membutuhkan jawaban tersebut, Zoro masih mampu mengingat kembali perkataannya dengan tepat.

Artinya, masalah Zoro mungkin bukan lupa.

Dia hanya membutuhkan konteks yang tepat untuk memahami apa yang sudah dia pelajari.

Dan konteks tersebut biasanya datang dengan cara yang sangat Zoro: situasi hidup atau mati, lawan yang jauh lebih kuat, dan tidak ada pilihan selain memahami ajarannya saat itu juga.

Pilih pendapatmu tentang cara belajar Zoro

Menurutmu, Zoro murid yang seperti apa?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article