Roronoa Zoro mengingat nasihat Dracule Mihawk saat melawan Shepherd Sommers. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
Hal yang hampir serupa terjadi dengan Mihawk.
Saat melatih Zoro selama dua tahun, Mihawk sudah memberikan penjelasan mengenai Haoshoku Haki:
“Dengarkan baik-baik, Roronoa. Segala sesuatu senantiasa berubah. Namun, ada satu hal yang mampu bertahan melawan segala perubahan itu. Itu adalah jenis Haki lain, tetapi yang satu ini tidak dipelajari melalui latihan disiplin. Ada satu hal yang dimiliki bersama oleh para Penguasa Tertinggi, sesuatu yang tak tergoyahkan. Ingatlah ini: Haoshoku Haki itu begitu dahsyat hingga mereka yang lemah takkan sanggup tetap berdiri di hadapannya. Sebuah jati diri.” — Dracule Mihawk
Mihawk tampaknya sudah memberikan fondasi filosofis mengenai Haoshoku Haki kepada Zoro selama masa latihan mereka.
Namun Zoro tidak langsung menghubungkan penjelasan tersebut dengan dirinya sendiri.
Baru ketika berada di Elbaph dan menghadapi Shepherd Sommers, perkataan Mihawk itu kembali memiliki konteks baginya.
Terlebih lagi, Scopper Gaban sebelumnya sudah menyatakan secara gamblang bahwa Zoro memiliki Haoshoku Haki.
Barulah Zoro seperti mendapatkan potongan puzzle yang selama ini hilang.
Perkataan Mihawk tentang “jati diri”, statusnya sebagai seorang Supreme King, dan Haoshoku Haki yang selama ini muncul dalam dirinya akhirnya tersambung.
Dan Zoro pun mulai menggunakan Haoshoku Haki tersebut dengan lebih sadar.
Jadi lagi-lagi, gurunya sudah memberikan materi lebih dulu.
Zoro-nya saja yang baru benar-benar “ngeh” ketika situasinya sudah genting.