Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Toei Animation/One Piece
Toei Animation/One Piece

Intinya sih...

  • Luffy mampu mengalahkan Kaido, seorang Yonko yang luar biasa

  • CP0 sempat ragu melawannya karena Luffy sudah diperhitungkan sebagai Yonko

  • Dikenal sebagai pemimpin armada 5600 orang, dan bisa bertambah pula sekutunya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Monkey D. Luffy kini resmi menyandang gelar Yonko di dunia One Piece. Dan dia sepenuhnya pantas menyandangnya!

Setelah Whole Cake Island Arc, ketika Luffy sempat dijuluki “Yonko Kelima”, banyak penggemar (bahkan karakter lain di dalam cerita) merasa sebutan itu terlalu dini. Kekuatan Luffy saat itu masih terasa belum selevel para Kaisar, dan julukan tersebut lebih terlihat sebagai hasil dramatisasi serta salah tafsir Big News Morgans terhadap situasi yang terjadi.

Sekarang? Ceritanya berubah total.

Luffy bukan hanya kuat secara fisik. Ia memancarkan aura seorang Yonko: pengaruh, keberanian, dan keberadaan yang mampu mengguncang musuh maupun sekutu hanya dengan berdiri di medan tempur. Ia tidak lagi sekadar menantang Kaisar… ia menjadi salah satunya.

Berikut ini enam momen yang paling menegaskan bahwa Monkey D. Luffy memang layak disebut Yonko di dunia One Piece.

1. Bisa mengalahkan Kaido, seorang Yonko yang luar biasa

Bajrang Gun Luffy mengenai Kaido. (Dok. Toei Animation/One Piece)

Salah satu momen yang menegaskan Luffy layak disebut Yonko ya kemenangannya dari Kaido.

Kaido itu salah satu karakter tertangguh di One Piece.

Bahkan dia masih terasa lebih sulit dilukai dibanding admiral seperti Kizaru, atau mantan admiral seperti Kuzan.

Yang akhirnya menjatuhkannya adalah Bajrang Gun Luffy! 

Mampu menjatuhkan seorang Yonko yang begitu tangguh, Luffy ya pantas disebut Yonko.

2. CP0 sempat ragu melawannya

Duel Luffy dan Lucci ronde kedua. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)

Bab 1069 memberi sinyal jelas bahwa Monkey D. Luffy sudah benar-benar diperhitungkan sebagai Yonko, bukan hanya oleh bajak laut lain, tetapi juga oleh Pemerintah Dunia.

Dalam bab tersebut, Kaku mengingatkan Rob Lucci bahwa karena Luffy kini berstatus Yonko, CP0 tidak bisa sembarangan melawannya tanpa perintah langsung dari atasan. Ini bukan soal takut secara personal, melainkan soal konsekuensi politik dan militer.

Penegasan itu diperkuat oleh Stussy, yang menyebut bahwa seorang Yonko selalu datang bersama “ekosistem”-nya sendiri. Mereka punya anak buah, aliansi, dan pengaruh luas, sehingga konflik kecil saja bisa berubah menjadi perang besar.

Dan inilah inti auranya.

Luffy tidak lagi dipandang sebagai individu kuat yang bisa “diamankan” jika diperlukan. Ia adalah figur yang kehadirannya saja sudah mengubah perhitungan strategi pihak lawan.

Memang, pada akhirnya Luffy dan Lucci tetap bertarung. Namun fakta bahwa CP0 sempat ragu, berhitung, dan menahan diri sebelum bertindak sudah cukup untuk menegaskan satu hal:

Luffy kini bukan lagi target biasa. Ia adalah Yonko yang setiap langkahnya bisa mengguncang keseimbangan dunia.

3. Dikenal sebagai pemimpin armada 5600 orang, dan bisa bertambah pula sekutunya

Armada Besar Topi Jerami bertukar cawan sake. (Toei Animation/One Piece)

Jika melihat narasi di bab 1058, posisi Monkey D. Luffy sebagai Yonko tidak hanya diukur dari kekuatan pribadi, tetapi juga dari skala pengaruhnya. Ia kini dikenal dunia sebagai pemimpin Armada Besar Topi Jerami dengan kekuatan sekitar 5.600 orang, meski faktanya armada tersebut belum pernah ia panggil secara resmi.

Dan yang membuatnya semakin terasa sebagai Yonko sejati: jumlah sekutunya justru terus bertambah secara organik.

Di Egghead, bantuan datang dari Dorry dan Brogy yang membawa Giant Warrior Pirates, kelompok legendaris dari Elbaph yang langsung turun tangan demi membantu Luffy. Kehadiran mereka bukan simbolis: mereka menghancurkan banyak kapal Angkatan Laut, membuka jalan pelarian dari Egghead dengan cara yang sangat “Yonko”.

Dan itu belum berhenti di sana.

Di Elbaph, bahkan ada potensi Loki, sang pangeran terkutuk, akan berujung menjadi sekutu. Jika itu terjadi, maka kekuatan politik dan militer di balik nama Luffy bisa melonjak jauh melampaui angka awal 5.600 orang.

Seperti yang sudah disinggung di poin sebelumnya, menurut Stussy, Yonko bukan hanya individu kuat, mereka adalah pusat gravitasi konflik. Sekali bergerak, dampaknya bisa berubah dari insiden kecil menjadi perang skala besar.

Kedatangan Giant Warrior Pirates ke Egghead menjadi bukti nyata dari pernyataan itu. Tanpa perlu dipanggil, tanpa deklarasi perang, sekutu-sekutu Luffy datang dengan sendirinya

4. Dalam wujud Gear 5, Luffy mampu mengalahkan Lucci dengan mudah

(Dok. Toei Animation/One Piece)

Sejumlah Yonko punya momen mereka dengan mudah menghajar musuh yang kuat.

Misalnya Big Mom, yang sempat terasa tak terhentikan di Whole Cake Island dan jadi ancaman lagi di Onigashima. Bahkan Ancient Zoan seperti Page One pun dia K.O dengan mudah.

Atau Kaido, yang pernah menang dari Luffy, Eustass Kid, sebagian Akazaya Nine dan Izo, serta banyak nama lain.

Atau Shanks, yang pernah mengalahkan Eustass Kid dengan mudah. 

Lalu datang bab 1070 dan giliran Monkey D. Luffy menunjukkan momen Yonko-nya sendiri.

Dalam wujud Gear 5, Luffy mengalahkan Rob Lucci dengan relatif mudah. Bukan tanpa perlawanan, tapi jelas tanpa tekanan berarti. Lucci, yang dulu merupakan tembok besar di Enies Lobby, kini tidak lagi berada di level yang sama.

Padahal ini bukan Lucci sembarangan. Ia telah berlatih keras selama dua tahun, naik jadi anggota CP0, dan bahkan mencapai Awakening Zoan sempurna. Versi terkuatnya.

Namun di hadapan kekuatan absolut Gear 5, semua itu… tidak cukup.

Ironisnya, situasi ini terasa sangat familiar.

Dulu, di awal Wano Arc, kekuatan Luffy sama sekali tidak berarti di hadapan Kaido. Sekarang, peran itu berbalik. Luffy berdiri di posisinya Kaido dulu, sosok yang terlalu besar untuk ditantang oleh petarung yang dulu selevel dengannya.

5. Dia bisa menjatuhkan admiral

Luffy gunakan Gomu Gomu no Star Gun pada Kizaru. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)

Arc Sabaody dan Marineford dulu dengan tegas menunjukkan satu hal: Borsalino (Kizaru) adalah ancaman kelas dunia.

Di masa itu, fakta bahwa Silvers Rayleigh mampu menahan Kizaru agar tidak memburu kru Topi Jerami saja sudah terasa sebagai prestasi luar biasa. Rayleigh bukan mengalahkan lho, ia hanya menahan. Dan itu sudah cukup untuk menunjukkan betapa mengerikannya seorang Admiral.

Namun di Egghead, struktur kekuatan itu benar-benar berubah.

Dalam wujud Gear 5, Monkey D. Luffy menjatuhkan Kizaru. Memang, sang Admiral masih bisa bangkit, tetapi ia tidak mampu bergerak selama beberapa waktu setelah menerima pukulan Luffy. Untuk pertama kalinya, seorang Admiral terlihat benar-benar out of action akibat serangan langsung Luffy.

Momen ini juga mengonfirmasi bahwa Luffy tidak sesumbar ketika di bab 1091 ia mengatakan dirinya sudah “100 kali lebih kuat” dibanding sebelumnya. Itu bukan metafora, itu pernyataan yang terbukti di medan tempur.

Jika Kizaru saja bisa dipukul hingga tak berkutik, maka secara realistis, jumlah Admiral yang bisa menghadapi Luffy dalam duel satu lawan satu kini sangat terbatas, dan nama yang paling masuk akal tersisa hanyalah Sakazuki.

Dan puncaknya datang di bab 1109.

Kizaru kembali tumbang ketika Luffy menggunakan Dawn Cymbal, menghantam Jaygarcia Saturn dan Kizaru sekaligus, membuat keduanya gepeng lalu melempar mereka seperti cakram mainan.

Kizaru akhirnya mendarat di kapal Angkatan Laut. Dalam kondisi kelelahan fisik dan mental (terutama setelah dipaksa menjalankan perintah membunuh Vegapunk, sahabatnya) ia memilih tiduran dulu.

6. Bahkan Kesatria Dewa tidak mau sembarangan konflik besar dengan Topi Jerami

Man-Beast Rimoshifu Killingham. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Kesatria Dewa (God’s Knights) adalah unit elit Mary Geoise, kelompok yang berada di atas hukum dunia biasa. Terikat oleh Perjanjian Laut Dalam dengan Imu, mereka memiliki peningkatan kekuatan luar biasa serta regenerasi nyaris abadi, yang hanya bisa dihentikan oleh serangan berlapis Haoshoku Haki... dan itu jelas bukan sesuatu yang bisa dilakukan sembarang orang.

Nah, ini yang bikin momen di bab 1147 menarik!

Di bab 1147, Gunko, salah satu Kesatria Dewa, berhasil menangkap beberapa anggota Topi Jerami: Jinbe, Usopp, Nami, dan Brook. Melihat itu, Shepherd Sommers bertanya apakah mereka sekalian saja membawa para Topi Jerami tersebut pulang.

Respons yang datang justru sangat mencolok.

Rimoshifu Killingham langsung menegur keras: “Jangan bodoh, Sommers! Apa kau dan Gunko mau membuat Luffy si Topi Jerami murka?! Ayo kita selesaikan misi ini saja dan pulang!”

Kalimat itu sudah memberi gambaran yang sangat menarik.

Sebelumnya, fakta bahwa CP0, agensi intelijen tertinggi Pemerintah Dunia, sudah ragu untuk sembarangan berurusan dengan Luffy saja terasa luar biasa. Kini, bahkan Kesatria Dewa, para “bangsawan langit bersenjata” yang nyaris abadi, memilih untuk tidak memicu konflik besar hanya demi menghindari amarah Monkey D. Luffy.

Dan yang paling gila?

Pada momen itu, Luffy bahkan tidak berada di lokasi. Namun status Bajak Laut Topi Jerami membuat Killingham menyadari bahwa tidak sebaiknya bikin Luffy semakin marah.

Inilah puncak dari aura Yonko sejati.

Editorial Team