Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Mitologi dan Kisah Dunia Nyata dari Pedang Imu di One Piece!
Pedang Gram Imu dan dan Mitologi Nordik

Dalam pertarungan di Arc Elbaph, Imu mulai memperlihatkan nama-nama teknik dan senjatanya, seperti Gram, Nemesis, hingga Bohu. Menariknya, nama-nama tersebut ternyata bukan sekadar karangan Eiichiro Oda.

Sebagian besar memiliki kemiripan dengan tokoh, senjata, maupun konsep dari berbagai mitologi dan kisah dunia nyata.

Berikut beberapa di antaranya.

1. Mitologi Nordik

Shepherd Sommers mengerahkan Gram. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Mitologi Nordik menjadi salah satu inspirasi yang paling jelas terlihat melalui teknik Gram.

Dalam kisah Völsunga Saga, Gram adalah pedang legendaris milik Sigurd yang digunakan untuk membunuh naga Fafnir. Pedang ini juga dikenal sebagai senjata yang hanya dapat digunakan oleh pahlawan dengan garis keturunan yang layak.

Di One Piece, Gram menjadi salah satu teknik pedang Imu yang menghasilkan tebasan area sangat besar. Meski efeknya berbeda, nama dan statusnya sebagai senjata legendaris sangat mirip dengan mitologi aslinya.

2. Mitologi Yunani

Imu lawan Loki dengan pedang Nemesis. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Inspirasi berikutnya datang dari mitologi Yunani melalui teknik Nemesis.

Nemesis merupakan dewi pembalasan ilahi yang bertugas menghukum mereka yang dianggap terlalu sombong atau melampaui batas. Ia menjadi simbol hukuman terhadap orang-orang yang menentang tatanan dunia.

Makna tersebut sangat selaras dengan karakter Imu, yang selalu berusaha menghancurkan siapa pun yang dianggap mengancam kekuasaan Pemerintahan Dunia, termasuk Joy Boy dan pewaris kehendaknya.

3. Mitologi Kelt

Nerona Imu mengerahkan Fragarach. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Mitologi Kelt juga memiliki senjata legendaris yang sering dikaitkan oleh penggemar dengan gaya penamaan Oda, yaitu Fragarach.

Pedang milik dewa laut Manannán mac Lir ini dijuluki The Answerer. Dalam legenda, tidak ada baju zirah yang mampu menahan serangannya, bahkan Fragarach juga dipercaya dapat memaksa lawannya mengungkapkan kebenaran.

4. Kisah dan Tradisi Kristiani

Rimoshifu Killingham mengerahkan Longinus. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Selain mitologi, ada pula inspirasi dari kisah dalam agama Kristen, yaitu Longinus.

Longinus dikenal sebagai tombak yang digunakan seorang prajurit Romawi untuk menusuk lambung Yesus saat penyaliban. Dalam berbagai legenda setelahnya, Tombak Longinus dipercaya memiliki kekuatan luar biasa dan membuat pemiliknya hampir tak terkalahkan.

5. Kitab Kejadian

Pedang Vohu Imu membuat pepohonan langsung kering. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Nama Tohu dan Bohu diduga berasal dari frasa Ibrani "tohu wa-bohu" yang muncul dalam Kitab Kejadian.

Frasa tersebut menggambarkan kondisi dunia sebelum penciptaan, yaitu kosong, tanpa bentuk, dan dipenuhi kehampaan atau kekacauan.

Makna itu sangat cocok dengan pedang Bohu milik Imu. Saat pedang tersebut dipanggil, pepohonan di Elbaph langsung layu dan mati, seolah membawa kehampaan yang menghapus kehidupan di sekitarnya.

6. Mitologi Tiongkok

Nerona Imu mengerahkan Axe of Xingtian. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Mitologi Tiongkok memiliki sosok legendaris bernama Xingtian.

Xingtian adalah raksasa yang tetap bertarung melawan Kaisar Kuning meski kepalanya telah dipenggal. Dalam legenda, ia menggunakan puting susunya sebagai mata dan pusarnya sebagai mulut agar bisa terus bertarung.

Walaupun belum ada teknik Imu yang menggunakan nama Xingtian, Eiichiro Oda dikenal gemar mengambil inspirasi dari berbagai mitologi dunia. Karena itu, banyak penggemar menganggap kisah Xingtian berpotensi menjadi referensi untuk karakter atau senjata lain di masa depan.

7. Legenda Jepang

Wajah Nerona Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Dari Jepang, terdapat nama Muramasa, salah satu pembuat pedang paling terkenal dalam sejarah.

Pedang-pedang Muramasa kemudian berkembang menjadi legenda karena dipercaya membawa kutukan. Konon, senjata tersebut dapat membuat penggunanya haus darah hingga kehilangan kendali.

Legenda Muramasa begitu terkenal hingga pedang-pedangnya sempat dikaitkan dengan berbagai tragedi pada era Tokugawa. Tidak menutup kemungkinan Oda juga mengambil inspirasi dari legenda Jepang ini ketika menciptakan berbagai senjata ikonik di One Piece.

8. Konsep Stigma dalam Yunani Kuno dan Kekristenan

Luffy Menghindari Stigma Imu di One Piece 1188

Nama Stigma berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu στίγμα (stígma) yang berarti tanda permanen pada tubuh seseorang. Pada masa itu, stigma digunakan sebagai cap yang dibakar, dilukai, atau ditato di kulit untuk menandai seorang kriminal, pengkhianat, atau budak.

Dalam tradisi Kekristenan, istilah stigmata memiliki makna yang berbeda. Stigmata merujuk pada luka atau bekas luka yang muncul di tubuh seseorang dan diyakini menyerupai luka-luka yang dialami Yesus Kristus saat disalibkan.

Makna tersebut sangat cocok dengan teknik Stigma milik Imu. Sebelum melancarkan tebasannya, Imu terlebih dahulu memberikan tanda berupa api hitam kepada target.

Setelah target ditandai, tebasan iblis Imu akan mengejar tanda tersebut secara otomatis, seolah "cap" yang diberikan menjadi penentu nasib korbannya. Ini membuat nama Stigma terasa selaras dengan makna aslinya sebagai sebuah tanda atau bekas yang melekat pada seseorang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article