Mr. 8 Alias Igaram di One Piece Live Action season 2
Situasi di manga
Di Bab 113, Igaram mengambil keputusan nekat: ia menyamar mengenakan pakaian yang mirip dengan Nefertari Vivi untuk menjadi pengalih perhatian.
Aksinya sempat terasa kocak, pria bertubuh besar dengan kostum ala Vivi jelas bukan pemandangan normal. Tapi momen itu berubah tragis ketika kapal yang ia tumpangi meledak.
Saat bab itu terbit, pembaca benar-benar dibuat terpukul. Kita belum tahu bahwa Eiichiro Oda adalah tipe kreator yang sangat jarang membunuh karakter dan gemar memainkan “kematian palsu”. Bahkan insiden Pell pun belum terjadi saat itu.
Dan pelakunya? Nico Robin, yang saat itu masih dikenal sebagai Miss All Sunday.
Tentu saja, seperti banyak kasus lain di One Piece, Igaram kemudian terungkap masih hidup. Ia bahkan masih bertahan hingga kini di cerita utama—ironisnya, justru Nefertari Cobra yang tewas di tangan Imu.
Kenapa bisa mati di live-action
Secara realistis, peluang ini memang tidak sebesar kandidat lain. Kematian mendadak Igaram akan sangat mengejutkan, terutama jika pelakunya tetap Miss All Sunday. Itu bisa membuat perjalanan Robin menuju status anggota Topi Jerami terasa jauh lebih sulit diterima penonton.
Namun justru di situlah potensi dramanya.
Jika live-action ingin memberi dampak emosional yang lebih berat pada perjalanan Vivi, kematian Igaram bisa menjadi katalis kuat. Tanpa figur pelindung yang setia itu, Vivi akan terasa benar-benar sendirian di tengah konspirasi Baroque Works.
Dan kalau Netflix ingin menghindari citra Robin sebagai “pembunuh calon sahabat”, kematian itu bisa saja dialihkan ke pihak lain, misalnya duet Mr. 5 dan Miss Valentine.
Langkah ini memang berisiko, tapi juga bisa mempertegas bahwa versi live-action tidak main aman.
Dan kalau benar terjadi? Itu akan menjadi salah satu perubahan paling berani dari saga Arabasta.