Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Membedah Foto Joe Manganiello Sebagai Crocodile One Piece!
Joe Manganiello Crocodile Mr. 0. (facebook.com/JoeManganiello)
  • Joe Manganiello mengunggah foto dirinya sebagai Crocodile sehari setelah perilisan One Piece live-action Season 2, memicu antusiasme penggemar terhadap kemunculan karakter ini di musim berikutnya.
  • Foto tersebut menampilkan detail kostum Crocodile yang sangat akurat, mulai dari mantel bulu hijau, cerutu, tangan kait prostetik, hingga cincin khas yang setia pada versi manga dan anime.
  • Wajah Crocodile sengaja diselimuti asap cerutu untuk menjaga aura misteriusnya, sekaligus menyembunyikan bekas luka panjang dan tampilan tanpa janggut yang sesuai dengan karakter aslinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Meski Sir Crocodile, alias Mr. 0 dari Baroque Works, diperkirakan baru akan benar-benar beraksi di Season 3, ia sudah sempat muncul dan berbicara sedikit di One Piece live-action Season 2.

Menariknya, pada 11 Maret 2026, satu hari setelah hari perilisan Season 2, Joe Manganiello mengunggah foto dirinya dalam kostum Crocodile di media sosial.

Ada beberapa detail menarik dari foto tersebut. Mari kita bedah!

1. Caption misterius: “Heavy is the head…”

Caption yang ditulis Joe untuk foto ini menarik:

“Heavy is the head…”

Kalimat ini jelas merujuk pada idiom terkenal:

“Heavy is the head that wears the crown.”

Ungkapan ini biasanya menggambarkan beratnya tanggung jawab seorang pemimpin.

Pilihan caption ini terasa sangat cocok dengan Crocodile. Ia bukan hanya Shichibukai, tetapi juga pemimpin dari salah satu organisasi kriminal paling berbahaya di wilayah Paradise Grand Line, yaitu Baroque Works.

2. Banyak detail kostum yang akurat

Joe Manganiello Crocodile Mr. 0. (facebook.com/JoeManganiello)

Jika melihat fotonya, banyak elemen ikonik Crocodile yang berhasil diterjemahkan dengan baik ke versi live-action.

Beberapa detail yang langsung terlihat antara lain:

  • mantel bulu hijau khas Crocodile

  • cerutu yang selalu ia hisap

  • tangan kait prostetik yang menggantikan tangannya yang hilang

  • berbagai cincin di jemarinya

Perbedaan kecil yang cukup menarik adalah kemeja Crocodile. Di versi live-action, kemejanya terlihat lebih berkilau dengan warna keemasan, sementara di anime biasanya terlihat seperti kemeja formal berbahan kain biasa.

Namun secara keseluruhan, desain kostumnya tetap sangat setia pada versi manga dan anime.

Sejak Season 2, One Piece live-action memang konsisten mencoba mempertahankan desain karakter yang mendekati sumber aslinya. Jika Mr. 3 bahkan tampil dengan rambut berbentuk angka 3, tidak mengherankan jika sang bos juga mendapat kostum yang sangat ikonik.

Crocodile dihajar Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)

Oh ya, itu perbandingan kostum Crocodile versi anime kalau kamu butuh untuk membandingkannya langsung.

3. Wajah Crocodile sengaja disembunyikan asap

Joe Manganiello Crocodile Mr. 0. (facebook.com/JoeManganiello)

Hal yang paling menarik dari foto ini adalah wajah Crocodile tidak diperlihatkan sepenuhnya.

Asap dari cerutu menutupi sebagian wajahnya secara strategis.

Di satu sisi, ini memperkuat aura misterius Crocodile. Dalam cerita, bahkan banyak anggota Baroque Works tidak tahu bahwa Crocodile (seorang Shichibukai) sebenarnya adalah pemimpin organisasi mereka.

Di sisi lain, ada kesan seperti pesan tidak langsung:

“Kalau ingin melihat Crocodile sepenuhnya, silakan tonton serinya.”

Asap itu juga menyembunyikan beberapa detail lain, yang sudah saya lihat berhubung saya sudah nonton episode 8 Season 2.

Manganiello tampil tanpa janggut untuk peran Crocodile ini, sesuatu yang jarang terlihat karena ia biasanya tampil dengan janggut dalam banyak perannya dan bahkan dalam acara promo One Piece Season 2 dulu. Ini terasa dilakukan karena Crocodile versi manga memang berwajah bersih.

Selain itu, di balik asap tersebut juga tersembunyi bekas luka panjang misterius di wajah Crocodile, salah satu ciri khas karakter ini sejak awal kemunculannya di One Piece.

Editorial Team