Edward Newgate alias Shirohige (dok. Toei Animation/One Piece)
Di One Piece bab 964, ketika Kozuki Oden ingin ikut berlayar bersama Shirohige, pria berkumis putih itu menolak dengan alasan sederhana namun sarat makna. “Kau bukan tipe orang yang bisa mengabdi pada siapa pun. Dan aku tahu apa yang terjadi kalau kau mengumpulkan terlalu banyak orang seperti itu dalam satu kelompok.”
Ucapan itu, jika kita cermati sekarang, adalah refleksi langsung dari masa lalunya bersama Bajak Laut Rocks.
Dalam flashback God Valley, hanya tiga orang yang benar-benar tetap berdiri di sisi kapten mereka ketika Imu muncul: Kaido, Big Mom, dan Shirohige. Itu pun Big Mom tampaknya datang karena mengejar Kaido yang sudah merebut buahnya, sebelum ia ikutan menyerang Imu dulu.
Mereka bertiga masih percaya pada Rocks, ketika banyak rekan mereka (seperti John, Ganzui, dan Shiki) lebih memilih menimbun harta ketimbang membantu.
Namun tragedinya… Rocks kemudian dikendalikan pihak lain.
Ketika dikendalikan Imu, Rocks justru menyerang ketiga pengikut paling setianya itu.
Shirohige, yang saat itu belum memahami apa yang terjadi, berteriak dengan kemarahan dan kekecewaan luar biasa:
“Apakah kami hanya penghalang bagimu, Rocks?!” Dan Rocks menjawab datar, “Benar.”
Bisa dibayangkan, betapa hancurnya perasaan Shirohige saat itu. Ia yang selalu menilai Rocks sebagai kapten kuat dan berani, kini harus melihat idolanya berubah menjadi monster yang menebasnya tanpa ragu.
Mungkin jika tragedi itu tidak terjadi, Shirohige akan mengenang masanya di Bajak Laut Rocks sebagai masa penuh konflik tapi juga kehormatan. Namun setelah God Valley, saya tak akan kaget kalau masa itu berubah menjadi kenangan kelam yang ingin ia lupakan.
Maka tak heran, bertahun-tahun kemudian, Shirohige menolak ide membentuk kru besar dengan orang-orang berkepribadian keras seperti dirinya. Bagi Shirohige, satu kapal dengan banyak “raja” hanya akan berakhir dalam kehancuran, seperti yang pernah ia saksikan di bawah panji Rocks.