Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Kelebihan manga One Piece dibanding animenya
Manga One Piece (dok. Shueisha/ One Piece)

Intinya sih...

  • Manga One Piece punya pacing lebih cepat dan fokus ke cerita utama.

  • Manga menyajikan cerita sesuai visi Eiichiro Oda, termasuk detail pertarungan yang lebih brutal dan emosional.

  • Manga One Piece jug disebut lebih efisien dan fleksibel untuk dinikmati ulang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Baik manga atau animenya, kedua versi serial One Piece menawarkan pengalaman berbeda bagi para penikmatnya. Manga memberikan kebebasan berimajinasi, sedangkan anime mempermudah penggemar lewat visualisasi yang epic.

Namun, sebagian orang setuju bahwa versi manga lebih bagus dari adaptasi animenya. Apa penyebabnya? Yuk, cek beberapa kelebihan manga One Piece dibanding animenya di sini!

1. Pacing lebih cepat tanpa filler

dok. Jump Comics/ One Piece

Episode filler adalah komponen umum yang biasa ditemukan dalam anime adaptasi manga shounen, apalagi jika manganya belum memiliki banyak materi untuk digarap. Dengan adanya episode pengisi, maka akan tercipta jarak antara kedua versi.

Episode filler memang punya fungsi lebih luas daripada sekadar menciptakan jeda. Sayangnya, hal ini justru berisiko merusak momen besar yang sebenarnya sedang disorot dalam cerita.

Anime One Piece memiliki banyak episode filler. Jadi, manganya menawarkan alur cerita dan ritme lebih cepat, cocok buat kamu yang hanya ingin mengikuti alur utamanya.

2. Manga punya cerita sampul yang menarik

One Piece menghadirkan semesta yang luar biasa kompleks. Alhasil, penggemar selalu haus akan detail apa pun mengenai peristiwa yang sedang terjadi. Di sinilah cerita sampul berperan.

Terkadang, Oda memang menyelipkan cerita sampul pada bagian awal chapter. Ilustrasi tersebut umumnya menampilkan hal yang dilakukan suatu karakter selama peristiwa tertentu. Menariknya, beberapa cerita sampul ternyata memberikan dampak besar terhadap perkembangan cerita

3. Manga menampilkan konten asli karya Oda

dok. Jump Comics/ One Piece

Adaptasi anime One Piece selalu berusaha agar tetap setiap pada materi sumbernya. Namun, ada saat-saat tertentu di mana pihak studio sedikit berkreasi, yakni membuat adegan tak sesuai dengan manganya atau bahkan dihilangkan sepenuhnya tanpa penjelasan.

Padahal para penggemar tentunya selalu ingin menikmati serial One Piece sebagaimana yang dimaksudkan oleh sang mangaka. Keputusan pihak studio tak sepenuhnya salah, tapi rasanya cukup menjadi alasan membaca manga akan terasa lebih mengesankan.

4. Tak ada sensor

Sebagai serial shounen, maka wajar jika One Piece sarat adegan aksi dan pertempuran. Pada manga aslinya sendiri, panel-panel yang menyoroti babak pertarungan dibuat begitu detail dan tak ragu-ragu menampilkan adegan gore.

One Piece adalah dunia yang berbahaya. Demi menekankan betapa brutalnya suatu pertarungan yang dilalui Luffy atau karakter lainnya, Oda akan menyertakan adegan berdarah.

Anime ingin menjangkau audiens lebih luas. Oleh karena itu, adegan kekerasan yang terlampau sadis pasti akan disensor. Alasannya dapat diterima, tapi di satu sisi malah mengurangi esensi yang dimaksudkan Oda.

5. Lebih mudah untuk dibaca ulang

komik One Piece (dok. Jump Comics/ One Piece)

Serial One Piece mulai diperkenalkan sejak tahun 90-an. Dengan alur cerita yang sudah sangat jauh, wajar saja jika beberapa penggemar ingin bernostalgia dengan menikmati kembali momen favorit mereka.

Fans bebas memilih antara menonton atau membaca ulang alur cerita tersebut. Namun, menonton anime pasti akan menghabiskan banyak waktu.

Lain halnya jika penggemar membaca manga. Pasalnya, mereka bisa menentukan sendiri kecepatan membacanya, misalnya dengan melewatkan dialog panjang yang tak penting atau sudah di luar kepala.

6. Menghargai waktu pembaca

Adaptasi anime biasanya akan memperpanjang adegan tertentu karena beberapa alasan, contohnya memperjelas momen emosional. Ini membuat adegan tersebut terasa lebih menonjol, tapi di sisi lain bisa terasa menyebalkan karena berlebihan.

Bukan berarti tak ada momen emosional yang ditonjolkan dalam manga. Namun, adegannya hanya disertakan lewat satu atau dua panel saja. Dengan begitu, pembaca tak perlu membuang lebih banyak waktu ketika membaca manga.

7. Manga memungkinkan fans berinteraksi dengan Oda

manga One Piece (dok. Jump Comics/ One Piece)

Eiichiro Oda dikenal sebagai salah satu mangaka yang tak mengumbar identitasnya. Meski begitu, bukan berarti ia enggan berinteraksi dengan para penggemar One Piece.

Salah satu cara yang Oda pakai untuk terhubung dengan fans-nya ialah melalui volume SBS. Itu merupakan buku data tentang informasi resmi karakter penting dalam cerita. Terkadang, ada pula halaman cover yang menampilkan kru Topi Jerami di lokasi acak.

Itulah beberapa kelebihan manga One Piece dibanding animenya. Kamu sendiri lebih suka membaca atau menonton, nih?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

FAQ seputar kelebihan manga One Piece dibanding animenya

Kenapa manga One Piece sering dianggap lebih baik dari animenya?

Karena manga merupakan sumber cerita asli langsung dari Eiichiro Oda.

Apakah pacing manga lebih unggul?

Ya. Manga menyajikan cerita dengan tempo cepat dan efisien, sementara anime sering melambat.

Mana yang lebih kuat secara emosional?

Banyak pembaca merasa momen emosional di manga lebih kuat karena fokus langsung ke inti adegan tanpa jeda recap.

Apakah anime tidak punya kelebihan?

Anime tetap unggul dari segi musik, suara karakter, dan visual pada momen klimaks.

Editorial Team