Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
8 Hal Menarik dari Brook Sebelum jadi Bajak Laut di One Piece!
Brook Sebelum jadi Bajak Laut di One Piece
  • Masa kecil Brook di Kerajaan Esperia penuh kemiskinan dan kehilangan keluarga akibat kelaparan, membentuk kepribadiannya yang kuat namun tragis sejak dini.
  • Pertemuan dengan Pangeran Reuven mengubah hidup Brook total, memberinya kesempatan belajar musik, pedang, dan pendidikan layak hingga menjadi sosok berpengaruh.
  • Sebelum jadi bajak laut, Brook sudah kehilangan segalanya—kerajaan, sahabat, dan muridnya Shuri—menjadikan perjalanannya di lautan sarat luka masa lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama bertahun-tahun, penggemar One Piece hanya mengenal Brook sebagai musisi Bajak Laut Rumbar yang kemudian bergabung dengan kru Topi Jerami. Masa lalunya memang pernah disinggung, tetapi tidak pernah dijelaskan secara mendalam.

Namun di arc Elbaph, terutama melalui bab 1183 dan 1184, Eiichiro Oda akhirnya membuka lebih banyak kisah hidup Brook sebelum menjadi bajak laut. Ternyata kehidupan Brook jauh lebih tragis, rumit, dan menarik dari yang banyak orang bayangkan.

Berikut delapan fakta mengejutkan masa lalu Brook yang baru terungkap!

1. Brook Tumbuh dalam Kemiskinan dan Kehilangan Keluarganya karena Kelaparan

Brook di Masa Kecilnya yang Miskin di One Piece Bab 1184

Masa kecil Brook ternyata jauh dari kata bahagia. Ia hidup dalam kemiskinan di Kerajaan Esperia dan bahkan tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah atau belajar musik seperti anak-anak lain.

Yang lebih tragis, ayah, ibu, dan adik Brook dikisahkan meninggal lebih dulu akibat kelaparan. Brook akhirnya harus bertahan hidup sendirian di tengah kondisi yang sangat sulit.

Latar belakang ini membuat karakter Brook terasa jauh lebih menyedihkan. Sebelum kehilangan kru Rumbar atau hidup puluhan tahun sendirian di Thriller Bark, Brook ternyata sudah mengalami kehilangan besar sejak masih kecil.

2. Brook Berteman dengan Pangeran yang Mengubah Hidupnya

Reuven dan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Saat masih berusia 11 tahun, Brook bertemu seorang pria bernama Reuven saat berlatih musik di tempat pembuangan barang Esperia.

Brook tidak tahu bahwa pria tersebut sebenarnya adalah Pangeran Esperia. Meski berasal dari dunia yang berbeda, keduanya cepat akrab dan sering menghabiskan waktu bersama.

Pertemanan inilah yang kemudian mengubah seluruh hidup Brook. Jika tidak pernah bertemu Reuven, mungkin Brook tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk sekolah, belajar pedang, atau menjadi sosok yang dikenalnya sekarang.

3. Brook Pernah Ditangkap dan Nyaris Dibunuh Angkatan Laut

Brook kecil dihajar Angkatan Laut One Piece

Salah satu fakta paling mengejutkan dari masa kecil Brook adalah ia pernah hampir dibunuh oleh Marine.

Semua bermula saat Brook mencuri bubuk kari dari kapal Marine. Namun karena kebetulan sedang ada penyelidikan terhadap operasi ilegal Keluarga Moulon, Brook dicurigai sebagai kurir yang terlibat dalam aktivitas kriminal tersebut.

Karena dianggap mengetahui terlalu banyak, Brook hampir dibungkam selamanya. Beruntung Reuven datang bersama Battle Convoy Esperia dan menyelamatkan nyawanya sebelum semuanya terlambat.

4. Hidup Brook Berubah Total Berkat Reuven

Reuven dan Candelle menolong Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Setelah diselamatkan, Reuven merasa bersalah karena tidak pernah memberitahu identitas aslinya kepada Brook.

Sebagai bentuk permintaan maaf, Reuven mengatur tempat tinggal bagi Brook di barak kerajaan dan memastikan temannya itu bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Dari titik inilah kehidupan Brook berubah drastis. Anak miskin yang hidup sendirian akhirnya mendapatkan kesempatan untuk sekolah, mengembangkan bakat musiknya, dan membangun masa depan yang lebih baik.

5. Brook Pernah Jatuh Cinta kepada Ratu Esperia

Candelle dan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Fakta ini mungkin menjadi salah satu yang paling lucu sekaligus tidak terduga dari flashback Brook.

Brook ternyata sangat menyukai Candelle, wanita yang kemudian menjadi Ratu Esperia setelah menikah dengan Reuven. Bahkan saat sudah dewasa, Brook tidak segan mengakui perasaannya secara terbuka.

Yang membuat situasinya makin kocak, Brook pernah mengatakan hal itu langsung di depan Reuven. Tentu saja sang raja tidak terlalu senang mendengar sahabatnya terang-terangan mengaku menyukai istrinya.

6. Putri Shuri Pernah Ingin Menikahi Brook

Shuri dan Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Hubungan Brook dengan Putri Shuri ternyata jauh lebih dekat daripada yang diduga banyak penggemar.

Saat masih kecil, Shuri sangat mengagumi Brook dan sering menghabiskan waktu bersamanya. Dalam salah satu momen, Shuri bahkan mengatakan bahwa ia ingin menikahi Brook ketika sudah dewasa nanti.

Tentu saja Brook langsung menolak karena menganggap Shuri seperti anak yang harus ia lindungi. Namun adegan ini memperlihatkan betapa dekat hubungan mereka sebelum tragedi yang menimpa Esperia.

7. Brook Adalah Guru Pedang Shuri

Putri Shuri 14 tahun. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Selain mengajarkan musik, Brook juga menjadi orang yang melatih kemampuan pedang Shuri sejak usia muda.

Berkat latihan tersebut, Shuri tumbuh menjadi petarung yang sangat berbakat. Bahkan saat remaja, ia mampu mengalahkan sejumlah pelamar yang datang untuk meminangnya.

Fakta ini membuat hubungan Brook dan Shuri di Final Saga terasa jauh lebih emosional. Sosok yang kini dikenal sebagai Gunko ternyata pernah menjadi murid yang dibimbing langsung oleh Brook dan hubungan mereka seperti keluarga.

8. Brook Kehilangan Segalanya Sebelum Menjadi Bajak Laut

Brook di Kerajaan Esperia One Piece

Banyak orang mengira tragedi terbesar dalam hidup Brook adalah kematian kru Rumbar dan kesendiriannya selama puluhan tahun.

Namun sebelum semua itu terjadi, Brook ternyata sudah lebih dulu kehilangan banyak hal. Ia menyaksikan konflik yang melibatkan God's Knights, melihat Shuri dituduh membunuh ayahnya sendiri, dan akhirnya kehilangan Kerajaan Esperia yang musnah dari dunia.

Saat Brook akhirnya berlayar sebagai bajak laut, ia bukan sekadar mengejar mimpi. Ia juga merupakan seseorang yang sudah kehilangan rumah, kerajaan, dan hampir seluruh kehidupan yang pernah ia kenal.

Editorial Team

Related Article