Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Gimana Jadinya Kalau Loki, Bukan Hajrudin yang ke Dressrosa One Piece?
Loki dan Doflamingo. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
  • Artikel ini membayangkan skenario alternatif di mana Loki, bukan Hajrudin, datang ke Dressrosa untuk mengikuti turnamen Corrida Colosseum demi Mera Mera no Mi.
  • Kekuatan luar biasa Loki digambarkan mampu menghancurkan arena dan membuat Doflamingo serta CP0 menganggapnya ancaman besar yang bisa memicu konflik global lebih cepat dari rencana cerita asli.
  • Kesimpulannya, Loki dianggap terlalu kuat dan besar secara naratif untuk arc Dressrosa, sehingga kemunculannya lebih cocok ditunda hingga Elbaph agar seimbang dengan kekuatan Luffy.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kita semua sudah tahu ceritanya.

Hajrudin datang ke Dressrosa untuk memenangkan Mera Mera no Mi di Corrida Colosseum. Motivasinya jelas: ia ingin menjadi “Raja Semua Raksasa,” dan power-up itu mungkin bisa membantunya diakui, bahkan mungkin bisa memberinya harapan untuk mengalahkan Loki.

Tapi gimana kalau situasinya beda?

Gimana kalau yang datang ke Dressrosa justru Loki?

Mari kita berandai-andai.

1. Blok C langsung jadi zona kiamat

Gomu Gomu no Thor Elephant Gun. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Hajrudin ada di Blok C.

Salah satu momen bersinarnya di sana adalah dia sempat terasa dominan hingga ia melakukan kesalahan: dia menghajar Ucy, banteng brutal yang bersahabat dengan Luffy. Ia lalu di-K.O satu pukulan oleh Luffy.

Kalau yang berdiri di arena itu Loki?

Jadinya... akan lebih horor.

Kontestan Blok C yang menonjol selain Ucy adalah Chinjao, Sai, Boo, dan Ideo.

Semua itu kemungkinan besar bukan lawan yang cocok untuk Loki. Dan Loki bahkan belum tentu perlu berubah jadi Nidhoggr.

Dengan tubuh Ancient Giant + Ragnir saja, dia bisa menghancurkan arena dalam satu ayunan, memanggil petir atau Membekukan lantai (bahkan lawan!) dengan es.

Blok C bukan lagi turnamen. Itu jadi bencana alam.

Bahkan Luffy saat itu, yang belum menguasai level tinggi Haki sama sekali, mungkin terpaksa langsung lompat ke Gear 4.

Dan itu pun belum tentu cukup.

Kita sudah lihat bagaimana Gear 4 awal tidak cukup melawan Kaido… dan Loki levelnya sebanding dengan Yonko itu.

2. Doflamingo bakal langsung sadar ini ancaman serius

Donquixote Doflamingo (dok. Toei Animation/One Piece)

Donquixote Doflamingo itu bukan orang bodoh.

Dia tidak cari gara-gara dengan Kaido karena tahu levelnya beda.

Nah, Loki?

Secara mentah kekuatan, dia terasa seperti “Kaido versi upsized.”
Bahkan mungkin lebih mengerikan dalam bentuk naga kolosal.

Kalau Loki masuk radar Doflamingo, kemungkinan besar ada dua opsi:

  • Doflamingo pura-pura ramah dan menghindari konflik

  • Atau mencoba manipulasi politik dulu. Atau bahkan sekedar memberikan langsung yang Loki inginkan jika itu bisa dia bantu.

Tapi kalau sampai bentrok?

Dengan kemungkinan kena hantam Ragnir + Busoshoku + Haoshoku + sambaran petir? Ito Ito no Mi mungkin tidak cukup untuk menyelamatkan Doflamingo dari kerusakan level begitu.

Dressrosa bisa tamat lebih cepat dari yang Oda rencanakan.

3. CP0 akan bikin situasi naik level

CP0 di anime One Piece. (Dok. Toei Animation/CP0)

Ini bagian yang bikin kacau total.

CP0 sempat berada di Dressrosa. Nah, sekarang kita tahu Imu mencari Nidhoggr.

Kalau Loki sampai berubah jadi wujud naga di sana?

CP0 akan mencoba lapor ke Gorosei. Dan Gorosei mungkin akan lanjut lapor ke Imu.

Dan kemungkinan besar:

-Kesatria Dewa turun lebih awal supaya Imu bisa menggunakan tubuh mereka untuk mencoba menghadapi "Niddhoggr"

-Konflik global meledak jauh sebelum Final Saga

Fujitora dari Angkatan Laut pun mungkin bisa terlibat dengan memanggil lebih banyak bantuan karena Loki akan jadi ancaman absurd yang bahkan mungkin cukup kuat untuk mengalahkannya.

Dressrosa bisa berubah dari “arc pembebasan kerajaan” jadi medan perang antara Loki, Pemerintah Dunia, Doflamingo, Luffy.

Itu bukan lagi arc 100 chapter. Itu sudah semi-Ragnarok.

4. Tapi… Loki sebenarnya tidak butuh Mera Mera no Mi

Loki Nidhoggr. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Hajrudin datang demi power-up.

Loki? Dia sudah overpowered dan tak punya alasan nyoba-nyoba makan dua Buah Iblis.

Kalau dia ke Dressrosa, kemungkinan motivasinya bukan Buah Iblis. Mungkin dia ingin mengorek informasi tentang Pemerintah Dunia atau mencari jejak siapa dalang di balik nasib Harald

Dan Doflamingo?

Dia tahu terlalu banyak, dan dia itu pragmatis. Bisa jadi dia justru memilih bicara daripada dihancurkan.

Dan bahkan Doflamingo mungkin akan menikmati mengirim Loki ke Mary Geoise.

5. Kesimpulan: Loki terlalu besar untuk Dressrosa

Loki Nidhoggr. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Secara literal dan naratif, Loki terlalu besar untuk arc itu.

  • Luffy saat itu belum cukup kuat

  • Doflamingo bukan tandingannya

  • Pemerintah Dunia bisa turun tangan terlalu cepat

Kalau Loki muncul di Dressrosa, keseimbangan cerita rusak.

Jadi mungkin memang keputusan terbaik secara naratif adalah: Loki “ditahan” sampai Elbaph.

Supaya ketika dia akhirnya muncul, dia bertemu Luffy yang sudah setara.

Dua monster. Dua simbol legenda. Dan dua sosok yang mungkin nantinya jadi sekutu.

Editorial Team