Kaido (dok. Toei Animation/ One Piece)
Saya pribadi merasa ini bukan kebetulan.
Oda suka memainkan ironi simbolik. Dan memang situasi mereka ini terasa ironis. Naga Asia yang ilahi jatuh ke tangan tiran, sementara Naga Barat yang pembawa kiamat justru membawa harapan.
Dan di bab 1174, naga hitam raksasa itu turun bersama petir dan salju… membawa Dewa Matahari di punggungnya.
Jadi pertanyaannya bukan cuma: Apakah buah mereka tertukar?
Tapi mungkin justru: Apakah ironi itu memang bagian dari tema besar One Piece?
Karena kali ini, makhluk yang tampak seperti kiamat… justru adalah awal kebebasan.
Bikin mikir juga apakah benda-benda lain yang punya reputasi sebagai penghancur, seperti Pluton, pun punya sisi positif, karenanya Kozuki Oden ingin membuka Wano meski risikonya Pluton akan "bebas."