Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Im mengambil alih tubuh Gunko
Im mengambil alih tubuh Gunko. (dok. Shueisha/One Piece)

Intinya sih...

  • Gunko sudah terikat dengan Imu selama 56 tahun atau lebih, memutus hubungan itu bisa menjadi hukuman mati.

  • Bagi yang melihat kematian Harald, pembunuhan dianggap sebagai satu-satunya solusi untuk Kesatria Dewa yang terikat Imu.

  • Kesatria Dewa mungkin tak bisa dibebaskan seperti korban Domi Reversi, kekuatan Nika bisa jadi penentu supaya tragedi tak terulang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak pertama muncul, Gunko diperlihatkan sebagai Kesatria Dewa yang dingin dan kejam. Ia tanpa ragu menyiksa Loki yang terikat Batu Laut, dan kemudian bahkan menjadikan putra Scopper Gaban sebagai sandera demi mendapatkan “free hit” pada mantan navigator Bajak Laut Roger itu.

Citra yang terbentuk jelas: antagonis tanpa empati.

Namun bab 1149 mengubah perspektif itu.

Di momen ketika Gunko seolah terbebas sesaat dari kendali Imu, muncul kilasan masa lalu: hubungannya dengan Brook. Ingatan itu menunjukkan bahwa Gunko bukanlah monster sejak awal. Sosok dingin yang kita lihat sekarang bisa jadi hanyalah hasil dari kendali dan manipulasi kejam Imu.

Bahkan, sebelum Imu kembali membajak tubuhnya, Gunko sempat terlihat hendak mendekati Brook, tapi sayang terlambat.

Karena itulah, ketika di bab 1172 Jinbe berkata, “Brook juga sepertinya kepikiran sesuatu dan pergi entah ke mana,” banyak fans langsung menduga bahwa Brook menyadari kebenaran tentang Gunko dan bergerak sendirian untuk menemuinya.

Secara emosional, ini membuka kemungkinan penyelamatan. Namun secara realistis?

Menyelamatkan Gunko kemungkinan besar tidak akan mudah. Kenapa? Mari kita bahas satu per satu.

1. Gunko sudah terlalu lama terikat dengan Imu

Rocks D. Xebec ketemu Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Salah satu detail paling mencurigakan muncul di kilas balik 56 tahun lalu, ketika Rocks D. Xebec menemui Imu di Mary Geoise. Di sana, terlihat sosok yang sangat mirip Gunko berdiri dekat Imu, bertindak seperti pelayan setia.

Jika itu memang Gunko, berarti ia sudah berada di bawah kendali Imu sejak 56 tahun lalu atau bahkan lebih lama.

Itu bukan waktu yang singkat. Itu setengah abad lebih!

Sekarang mari kita hubungkan dengan kasus Jaygarcia Saturn di Egghead. Setelah mengecewakan Imu, Saturn berubah menjadi tulang belulang, dan itu diduga karena keabadiannya dicabut. Mengingat Saturn telah hidup lebih dari dua abad, masuk akal jika tubuhnya tak mampu bertahan begitu “perpanjangan usia” itu diambil.

Pertanyaannya sekarang: Jika Gunko memang sudah hidup setidaknya sejak 56 tahun lalu (atau lebih lama) dan jika keabadiannya juga berasal dari kontrak dengan Imu… apa yang terjadi jika ikatan itu diputus?

Apakah ia akan menua secara instan? Melemah drastis? Atau bahkan langsung tewas seperti Saturn?

Inilah dilema terbesarnya.

Menyelamatkan Gunko mungkin bukan hanya soal membebaskannya dari kendali Imu. Bisa jadi, memutuskan hubungan itu sendiri adalah hukuman mati.

Dan perhatikan bahwa Harald bahkan sudah tidak bisa ditolong meski dia baru terikat kontrak dalam relatif singkat.

Gimana dengan Gunko yang sudah dekade hitungannya?

2. Bagi mereka yang melihat kematian Harald, pembunuhan adalah satu-satunya solusi untuk Kesatria Dewa

Loki membunuh Harald di One Piece Bab 1170

Di Elbaph, ada dua sosok yang menyaksikan langsung tragedi paling pahit 14 tahun lalu: Loki dan Jarul.

Mereka melihat momen ketika Raja Harald, seorang raja yang pada dasarnya baik, kehilangan kendali karena terikat Perjanjian Laut Dalam dengan Imu. Dan yang lebih menyakitkan, mereka juga melihat saat Harald akhirnya sadar sejenak… lalu meminta Loki membunuhnya.

Bukan karena ingin mati. Tapi karena tidak ada jalan lain untuk benar-benar bebas.

Itu pengalaman yang membekas.

Jika Loki dan Jarul ditanya bagaimana cara menghadapi Kesatria Dewa, sangat mungkin jawaban mereka sederhana dan brutal: bunuh.

Bagi mereka, ini bukan teori. Mereka sudah melihat sendiri: bagaimana seorang raja berubah menjadi alat, bagaimana kendali Imu merusak jiwa Harald, dan bagaimana Harald pun tak bisa memikirkan solusi lain.

Karena itu, jika situasi memaksa Brook menghadapi pilihan antara membunuh atau mencoba menyelamatkan Gunko, Loki dan Jarul kemungkinan besar akan berdiri pada sisi yang keras.

Bukan karena mereka kejam. Tapi karena pengalaman mengajari mereka satu hal: Kesatria Dewa yang terikat Imu mungkin tidak bisa diselamatkan dan menunda keputusan hanya akan memperpanjang penderitaan.

3. Kesatria Dewa mungkin tak bisa dibebaskan seperti korban Domi Reversi

Rocks D. Xebec tumbang. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

One Piece 1166, yang merupakan bagian akhir dari Insiden God Valley di flashback epik Elbaph arc, mengungkap hal menarik.

Di bab 1165 memang Garp dan Roger menyerang Rocks bersamaan dengan jurus terkuat mereka: Hi-no-Kagutsuchi no Eisu untuk Roger, Infinitum Explosion untuk Garp. Serangan kuat yang diperkuat seluruh Haki mereka untuk bisa menembus armor Haoshoku Haki Rocks versi iblis.

Tapi di bab 1166, Rocks masih hidup. Namun uniknya dia tampaknya terbebas dari Domi Reversi! Ia hanya mati karena kemudian Figarland Garling mengeksekusinya saat Garp dan Roger sudah pingsan.

Kejadian itu memberi petunjuk: untuk korban Domi Reversi, serangan berlapis Haoshoku Haki yang pas (cukup untuk melukai tapi tidak sampai membunuh korban) bisa saja membebaskan sang iblis dari kendali Imu.

Tapi Domi Reversi itu kontrak paksa yang diberikan Imu dengan kekuatan kegelapannya. Perjanjian Laut Dalam itu kontrak yang sejauh ini terasa lebih mengikat.

Jadi sekedar "hajar musuh dengan Haoshoku Haki yang pas" mungkin tidak lagi cukup. Itu bisa digunakan untuk Dorry dan Brogy, tapi bisa jadi tak tepat digunakan untuk Gunko.

Kekuatan Nika bisa jadi satu-satunya penentu supaya tragedi tak terulang?

Nika dan Imu di One Piece

Tapi siapa sosok yang tidak ada di God Valley 38 tahun lalu, maupun Elbaph 14 tahun lalu, namun sekarang ada di Elbaph arc?

Luffy, dengan kekuatan Nikanya.

Kita sudah melihat batas dari kekuatan “konvensional”. Di Elbaph, satu-satunya solusi yang bisa Loki dengan kekuatan gila-gilaannyha dan Harald pikirkan adalah membunuh ayahnya sendiri demi memutus kendali Imu.

Artinya, dalam tragedi besar itu, hasil terbaik yang bisa dicapai adalah kematian untuk kebebasan.

Lalu datanglah Nika.

Kekuatan Nika bukan sekadar lebih kuat. Ia seperti mempermainkan realita itu sendiri, mengubah medan tempur menjadi kartun, mematahkan hukum fisika, dan menertawakan keteraturan yang kaku.

Jika Imu adalah simbol kontrak gelap, kontrol absolut, dan keterikatan yang tak terputus… maka Nika adalah kebalikannya: kebebasan murni yang tak bisa diatur.

Pertanyaannya menjadi sangat menarik:

Mungkinkah kekuatan Nika tidak hanya melukai tubuh, tapi juga memutus kontrak gelap tanpa harus membunuh korbannya?

Karena jika itu mungkin, jika Nika bisa menghancurkan ikatan Perjanjian Laut Dalam atau Domi Reversi tanpa menelan nyawa, maka tragedi seperti Harald… tidak perlu terulang untuk kasus Gunko.

Dan kalau itu benar?

Saya akan benar-benar paham kenapa Imu begitu mewaspadai Joy Boy sejak awal.

Bukan karena ia kuat.

Tapi karena ia adalah satu-satunya kekuatan yang bisa menghancurkan sistem Imu… tanpa bermain menurut aturan Imu.

Editorial Team