momen Shanks vs Eustass Kid dari anime One Piece Episode 1112 (dok. Toei Animation)
Mungkin inilah faktor yang paling sering pahit.
Pada awalnya, Shanks sama sekali tidak terlihat agresif. Ia masih bersikap tenang dan rasional: menanyakan pada Yasopp apakah Kid sudah benar-benar pulih dari luka-lukanya di Wano, lalu membaca laporan intel dari Hongo mengenai latar belakang dan rekam jejak Kid. Semua ini menunjukkan bahwa Shanks belum berniat memulai konflik. Atau mungkin masih terbuka untuk penyelesaian konflik yang lebih aman.
Namun situasinya berubah drastis ketika Kid mulai mempersiapkan Railgun.
Dengan Kenbunshoku Haki level tinggi, yang memungkinkan Shanks melihat potongan masa depan singkat, ia menyadari satu hal: tembakan Railgun itu akan menghancurkan kapal-kapal pengikutnya. Kapal-kapal bajak laut lemah yang bertahan di New World hanya karena berada di bawah perlindungan bendera Rambut Merah.
Di titik ini, konteksnya menjadi sangat penting.
Sejak lama, One Piece konsisten menggambarkan prinsip Shanks: Ia tidak keberatan dihina oleh bandit yang jauh lebih lemah, namun ia bereaksi keras ketika orang-orang yang ia lindungi disakiti.
Dan di momen itu, Kid mengincar tepat sasaran yang paling sensitif bagi Shanks, yaitu mereka yang berada di bawah proteksinya.
Di titik ini, situasinya bukan lagi duel antar bajak laut ambisius. Ini adalah pelanggaran prinsip.
Maka wajar jika pendekatan Shanks terhadap Kid sangat berbeda dari Kaido. Di Onigashima, Kaido masih menikmati pertarungan. Ia tertarik menguji batas lawan-lawannya, bahkan seolah ingin melihat siapa yang paling mendekati kemampuannya. Karena itulah Kid masih diberi ruang untuk berdiri, bangkit, dan terus bertarung.
Shanks tidak berada dalam mode itu.
Shanks tidak mencari hiburan. Ia tidak mencari rival. Ia hanya ingin memastikan tidak ada satu pun dari orang-orang yang ia lindungi menjadi korban.
Dan ketika tujuan Shanks berubah menjadi proteksi murni, caranya pun berubah. Tidak ada ruang untuk pertarungan panjang. Tidak ada kesempatan kedua. Tidak ada toleransi.
Bagi Kid, dampaknya jauh lebih kejam dari ketika ia dihajar Kaido, karena ia tidak dikalahkan sebagai petarung, melainkan dihentikan sebagai ancaman.